Wasiat-wasiat Ulama Terdahulu
Syaikh Salim le-d Al-Hilali
Judul Asli: Min Washayash Salafy
Penerbit: Dar Ibnu Jauzl, Cet. 2 1312 H/1991 M
Penerjemah: Fadhli Badrl Lc
Pustaka Azzam cet 1. 1420 H/ 1999 M
Dlkompllasl ke dalam ebook oleh :
kampunssunnah.ors 1430 H/ 2009 M
Maklumat:
Ebook Ini disebarkan secara gratis di situs
kampungsunnah.org, boleh menyebarkan kembali
dengan tujuan apapun selama masuk kategori yang
dibenarkan oleh syari'at Islam.
Daftar Isi
MUKADDIMAH 3
I .WASIAT ALI BIN ABU THALIB KEPADA KUMAI L BIN ZIYAD BIN NAHIK AN-NAKH1
7
2.WASIAT SUFYAN ATS-TSAURI KEPADA ABBAD BIN ABBAD AL-KHAWWASH ALAR5UFI
10
3.WASIAT ABBAD BIN ABBAD AL-KHAWWASH KEPADA AHLU AS-SUNNAH WALJAMA'AH
14
4.WASIAT UTBAH BIN CHAZWAN
18
5 .WASIAT SUFYAN ATS-TSAURI
19
G .SURAT UMAR BIN KHATHTHAB TENTANG KEHAKIMAN KEPADA ABU MUSA ALASYARI
21
7.WASIAT WAHB BIN MUNABBIH TENTANG AKHLAK MULIA
28
B .WASIAT AUN BIN ABDUL L AH AL- UDZALI KEPADA ANAKN VA TENTANG
KOREKSI DIRI 30
9 .WASIAT ABU DZAR TENTANG INGAT MATI
34
10. WASIAT HASAN BASRI KEPADA UMAR BIN ABDUL AZIZ
36
I I .WASIAT-WASIAT UMAR BIN ABDUL AZIZ TENTANG ILTIZAM DENGAN SUNNAH
42
12.WASIAT AHMAD BIN HANBAL TENTANG MENDIAMKAN PELAKU BID'AH
44
MUKADDIMAH
Sesungguhnya puja dan puji milik Allah. Kita meminta memuJI-Nya,
meminta pertolongan-Nya, memohon ampunan-Nya, dan berlindung diri
kepada-Nya dari kejahatan jiwa kita dan kesalahan amal perfauat-an
kita. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa
menyehatkannya. Dan barangsiapa disesatkan Allah, maka tidak ada yang bisa
memberinya petunjuk.
Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah
yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah
hamba-Nya, dan Rasul- Nya.
Amma ba'du.
Sesungguhnya saling berwasiat dalam kebenaran, kesabaran, dan kasih sayang
adalah perjanjian Islami yang diambil Allah dan Rasul-Nya dari generasi
tauladan pertama, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan bait
hingga Hari Kiamat. Allah Azza vta Jalla ber-firman,
ljiUi) ljiT ^jjii Ut (2 ) jUfc -ii JllJUl h\ (1 > jlfiiJlj
'Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat
menasehatl supaya mentaatl kebenaran dan nasehat menasehatl supaya
menetapi kesabaran. ' (Al-Ashr: 1-3).
Allah Ta 'ala befirman,
'Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk
bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka itu golongan
kanan." (Al-Balad: 17-18).
Dari Jabir bin Abdiilah Radhiyallahu Anhuma yang berkata,
"Aku berbait kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk mendirikan
shalat, membayar zakat, dan memberi nasihat kepada setiap MusHm. *
(Diriwayatkan Al-Bukharl dan Muslim).
Nasihat adalah terminologi yang universal. Nasihat adalah memberikan
kebaikan kepada orang yang diberi nasihat. Nasihat adalah kata yang padat
makna. Bahkan, tidak ada terminologi lain yang mempunyai makna seluas
terminologi di atas.
Oleh karena Itu, Rasulullah Shallallahu Alalhl wa Sallam menjadikan
terminologi tersebut sebagal agama. Tamlm Ad-Datl Radhiyallahu Anhu
berkata bahwa Rasulullah Shattatlattu Maini wa Sallam bersabda, 'Agama itu
nasihat.'
Kita (para sahabat) bertanya, "Bagi siapar Rasulullah Shallallahu Ataihi wa
Sallam bersabda, 'Untuk Allah, Rasul-Nya, pemimpin-pemimpin kaum
Muslimin, dan kaum Muslimin secara umum.' (Diriwayatkan Al-Bukharl, dan
Muslim).
Ini karena nasihat adalah sarana untuk mencapai tujuan agama. Dengan
nasihat, terlihatlah profil ummat Islam yang mempunyai esensi khusus, ikatan
Istimewa, dan perspektif Integral. Ummat Islam mengetahui esensi tugasnya,
yaitu membawa manusia kepada Jalan Iman dan amal shallh. Oleh karena Itu,
mereka saung berwasiat sesama mereka dengan apa saja yang membuat
mereka mampu bangkit memikul amanah terbesar, dan imamah
(kepemimpinan) teragung.
Melalui terminologi nasihat yang menghimpun kata saling berwasiat,
maknanya, tabiatnya, dan hak*at-nya, maka terlihatlah profil ummat Islam
yang mempunyai solidaritas tinggi, akur, terbaik, sadar, dan konsekwen di
muka bumi di atas kebenaran, keadilan, dan kebaikan.
Nasihat adalah profl paling cemerlang dan luhur ummat pilihan yang
dikehendaki Allah untuk tegak menjaga kebenaran dan kebalkan, saling
berwasiat dalam kebalkan dan kesabaran dalam nuansa kasih sayang,
koperatif, dan persaudaraan. Dengan nastiat, kata saling berwasiat semakin
bersemi.
Sesungguhnya saling berwasiat dalam kebenaran itu sangat pentwig untuk
bangkit dengan benar, karena rintangan itu sangat beragam; hawa nafsu,
logika kemaslahatan, kondisi masing-masing lingkungan, dan lain sebagalnya.
Salttg berwasiat adalah peringatan, support, perbaikan, merasakan dekatnya
tujuan, dan bersaudara untuk mengemban tanggung Jawab dan amanah, la
adalah hasil gagasan setiap insan Muslim kemudian menguat, menebal, dan
matang di ranting-rantingnya kemudian mengeluarkan buahnya pada setiap
saat dengan Izin Tuhannya.
Salttg berwasiat dalam kesabaran Juga amat penting, agar potensi ummat
semak- kuat untuk tegar dalam kebenaran dengan apa saja yang
membangkitkan perasaan kesatuan tujuan, kesatuan perjalanan, soliditas
semua ummat, dan pembekalan mereka dengan cinta, tekad, dan semangat
pantang menyerah. Saling berwasiat dalam kesabaran adalah standart
soliditas ummat Islam. Ummat Islam adalah kumpulan organ tubuh yang
seperasaan. Mereka satu perasaan, kemudian masing-masing dari mereka
berwasiat kepada sebagian yang lawi agar bersabar dalam memioi tugas
bersama. Mereka saling membuat tegar sebagian yang lain hingga tidak
merasa rendah dfrl. Mereka saling menguatkan hingga tidak melarikan diri
dari medan perang.
Ini bukan sabar individual, kendati sabar itu dibangun di atas sabar individual.
Sabar adalah pemberian sugesti tentang tugas seorang Mukmin dalam ummat
Islam, yaitu la harus menjadi unsur penyemangat dan bukannya unsur
pelemah dan penggembos, la harus menjadi penyeru perang dan bukannya
penyeru kekalahan, la harus menjadi penunn ketenangan dan bukannya
unsur pemicu keluh kesah.
Saung berwasiat dengan kasih sayang juga amat penting di atas kasih sayang
Itu sendiri, karena saling berwasiat dalam kasih sayang adalah upaya
menyebarluaskan perasaan tugas untuk saling menyayangi, dan saling
mencintai dalam tubuh ummat Islam. Ini agar bangunan ummat Islam semakin
solid, karena anjuran kepada kasih sayang menjadi tugas individu dan kolektif
pada saat yang sama. Tugas tersebut dikenal semua Insan Muslim, kemudian
mereka saling tolong menolong dalam merealisirnya.
Generasi tauladan pertama menerapkan nasihat kepada level terttiggl dan
level terendah; Allah, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum
Muslimwi secara umum. Mereka merealisir konsep saling berwasiat dalam
kebenara, kesabaran, dan kasih sayang.
Karena ummat akhir zaman ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan apa
yang telah membuat baik generasi pertama, maka saya menjadikan ajaran
untuk saling berwasiat sebagai artikel indah yang mengimpun seluruh dimensi
kehidupan.
Pensilku saya gunakan dalam wasiat-wasiat ini untuk hal-hal berikut;
Pertama, seleksi. Saya pilihkan wasiat-wasiat yang terkenal, dan berkembang
luas pada periode salafush shalih sejak generasi pertama.
Kedua, menyebutkan kesaksian mereka, karena kesaksian mereka adalah
pengakuan mereka terhadap apa saja yang ada dalam kesaksian tersebut.
Kesaksian tersebut layak dijadikan sebagal mercu suar petunjuk.
Ketiga, saya men-takhrtj hadlts-hadtts yang ada dalam wasiat-wasiat tersebut
dengan mengacu kepada standart baru tentang pen-takhilj-an hadlts-hadtts.
Keempat, Jika saya menemukan komentar atau keterangan dari ulama-ulama
salaf tentang wasiat-wasiat tersebut, maka saya gunakan, karena orang
terbak yang menafsirkan maksud generasi salaf adalah ulama-ulama salafush
shalih Itu sendiri.
Kelima, saya membuat kemudahan dalam men-takhrtj atsar-atsar yang ada
selagi atsar-atsar tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah umum Syariat. Hal til
sudah dikenal di kalangan para ulama.
Keenam, saya nfsbatkari setiap wasiat kepada tempatnya (pengucapnya).
Ketujuh, saya Jelaskan kata-kata yang asing.
Kedelapan, saya memberi komentar singkat tidak bertele-tele di sebagian
tempat yang menimbulkan bahan pertanyaan.
Kesembilan, saya membuat biografi tokoh-tokoh yang ada dalam wasiatwasiat
tersebut.
Kesepuluh, saya membuat daftar Isi yang membantu para pencari Ilmu untuk
bisa sampai pada tujuannya.
Ini semua dengan berharap kepada Allah agar Dia menjadikan buku ini sebagai
gema di atas jalan kebenaran, petunjuk bagi para dai yang menjadikan
hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Saya memohon Allah Azza v/a Jatia kiranya Dia menerima upaya orang minus
Ini dengan penerimaan yang baik, kemudian dengannya Dia menumbuhkan
tanaman yang baik, dan membuahkan pahala yang berlimpah pada hari di
mana kekayaan dan anak-anak menjadi tidak berguna, kecuali orang yang
menghadap Allah denga hati yang sehat.
Semoga Allah merahmati saudaraku yang pencemberu, pemberi nasihat, dan
orang amanah. Jika la melihat kesalahan, la memperbaikinya dengan lebih
baik. Atau la melihat kelemahan, kemudian memberiku nasihat, karena kaum
Mukminin itu sejajar darahnya. Orang kuat membantu yang lemah, dan
mereka adalah satu tangan dalam menghadapi kekuatan non Islam.
Buku ini ditulis dengan memuji Allah, dan bershalawat oleh Abu Usamah Salim
bin Idul Hilal! pada hati Kamis 12 Rablul Awwal 1410 hljrtyah di Amman.
1. WASIAT ALI BIN ABU THALIB KEPADA KUMAIL BIN
ZIYAD BIN NAHIK AN-NAKH'I
Kumai! bin Zayyad An-Nakha'i1 berkata, bahwa Ali bin Abu Thalib
Radhiyallahu Anhu menggandeng tanganku kemudian mengajakku keluar
ke arah dataran tinggi. Ketika kami telah berada di tempat yang tinggi,
Ali bin Abu Thalib duduk kemudian menarik nafas panjang, la berkata, "Hal
Kumal bwi Zayyad. sesungguhnya hati adalah wadah, dan hati yang paling
baik ialah hati yang paling sadar. Jagalah apa yang saya katakan kepadamu.
Manusia itu terbagi ke dalam tiga kelompok; ulama Rabbani7, penuntut ilmu
di atas Jalan keselamatan, dan orang-orang Jelata pengikut semua penyeru.
Kelompok terakhir miring bersama dengan hembusan angin, tidak bersinar
dengan cahaya Imu dan tidak bersandar pada tiang yang kokoh.
Ilmu lebih bait daripada harta. Ilmu menjagamu, sedang engkau menjaga
harta. Ilmu berkembang biak dengan diamalkan, sedang harta berkurang
dengan infak, dan mencintai Ilmu adalah agama.
Ilmu membuat ulama ditaati sepanjang hidupnya dan dikenang
sepeninggalnya, sedang kebalkan karena harta Itu hilang bersamaan dengan
hilangnya harta.
1 la o r a n g mul ia, di t a a t i k a umn y a , t e rma s u k t a b i i n y a n g Jujur, l a dibunuh M-Ha J J a J Ms -Tsaojaf l d a l a m
Keadaan ter ikat p a d a t ahun 82 MJr tyan. S e c a r a leng k ap blegraf l K uma l i di jelaskan « - F a s a w l d a l a m
bukunya / ( * o H J W i ™ / t - T o r iWi J l l d II nal . 4 8 1 .
Kejujuran Kuma l i d i t ent ang b n u Hl b b an Rohr / iwnuUah d a l am b u a i n y a AaTskicct Jilid 5 n a L 341 da n
bununya y a n g lain / l - A B / r u n l t o Jldd II nal . 2 4 1 . I lmu Hlbban b e r k a t a ,
H a d i t s K ima i l s a n g a t munk a r , riwayatnya h a i u s di jauhi , d a n t i d a k buleti di j adi k an sebaga i h u j j a h . -
Hal ¥i i t e l a h di ingatkan Al -HaTidz Al -wa z i ( b n Ibnu Ha j a r seper t i t e r i f t a t ( talam buku Tahdribii M-Tttidrib
j i l id VIII h a l . 4 4 8 . Al - l raqi b e r k ome n t a r t e r l i a ( t i p ( l - H a r i d z ( l ^ a z i i b l a m b u k i ^ y a D z o i l u J i - « t e y f f h o L 2 3 9
sebagai ber ikut ,
Al-Mazi b e r k a t a b a h h a fcnu Hf c b an me n y e b u t k a n K u m a l d a l am k e k m p D k per awi y a n g jujur . Hamu n
s e sung guhny a y a n g di sebut k an b n u Hf c b an ter sebut a d a l a h Kahi l tiki Z i y a d , d a n me n y e b u t k a n b a hwa ia
meriwayatkan h a dHs dari A b u Hurai rah d a n b a hwa Ab d u r r a hman bwi Ab i s me r iwa y a t k an hatfits
d a r i p a d a n y a . -
Saya k a t a k a n , b a hwa y a n g benar i a l a h y a n g dikatakan Al -Ha f i d z Al -Ma z i , k a r e n a Ibnu Ht j b a n
m e n g e l e n p c k k a Kumai l d a l am keLmnpck nr ang - o r ang y a n g jujur p a d a bukuny a Ats-Tsitfont j i l id V ha l 3 4 1 .
dan meny i f a t iny a d e n g a n An-Ha kh1 d a n Al -Kuf i . ( b n t i d a k me n y e b u t k a n n y a s e b a g a i Kahi l bin Z i y a d .
Hal ¥i i t idak a d a s a l ahny a ka l au Kumai l me r iwa y a t k an hadi t s dar i A b u Hur a i r ah, k a r e n a Kuma i l bwi Z i y a d
dikenal seper t i i tu seper t i ter l iha t d a l am buku-buku biog raf i t e n t a n g di r inya.
Referensi t e n t a n g biog raf i K uma l : M-Tariku At-KaUni Jilid VI I nal . 2 4 3 , M-Jartu vta AtTMIt J l l d VI I n a l .
174, Tohdr i f iuJ f -Tonf J z ibj j i l k l VIII hal . 447-44S , Taqnbu M-TOOzila jilia II h a l . 136, Hiumu At-rtHat jilid
III hal . 4 1 5 , Danbi Al-Kasyjf Iwl. 239, At-Tsitjnnt jitid V hal . 3 4 1 , jM-At o jmhm j i l i d II h a L 2 4 1 , d a n lai n
seba g a iny a.
Ulama Rabbani i a l ah l i a m a y a n g me n g ama l k a n Imu n y a , d a n bi j ak d a l am memimp i n umma t . la me n d i d i k
mereka mim dar i i lmu y a n g kec i l k e p a d a I m u y a n g bes a r .
Para penyimpan harta telah mati, padahal sebenarnya mereka masih hidup,
sedang para ulama abadi sepanjang zaman. Diri mereka telah stna, namun
suri tauladan mereka tetap melekat di dalam hati.
Ha..haa. Sesungguhnya di sini -sambil menunjuk ke dadanya- ada ilmu, jika
aku menerimanya dengan benar.3
Namun, sayang sekali, aku menerimanya dengan cepat memahaminya namun
tidak amanah di dalamnya, mempergunakan alat agama untuk membeli
dunia, meminta diperlihatkan hujjah-hujjah Allah terhadap Kttab-Nya,
nikmat- nikmat- Nya terhadap hamba-hamba-Nya, atau diberikan kepada
orang-orang yang benar yang tidak mempunyai hujjah nyata di dalamnya.
Sifat ragu-ragu membekas dalam hati sejak awal syubhat yang datang
kepadanya, la tidak termasuk kelompok ini dan kelompok itu. la tidak
mengetahui di mana kebenaran berada? Jika ia berkata, ia salah. Jka ia
salah, ia tidak mengetahui kesalahannya, la hobi terhadap hal-hal yang
hakikatnya tidak la ketahui, la menjadi fitnah bagi orang yang terkena
fitnahnya. Sesungguhnya puncak kebalkan adalah orang yang dikenalkan Allah
kepada agama-Nya, dan cukuplah seseorang dikatakan bodoh jika ia tidak
mengenal agamanya, la tenggelam dalam kenikmatan, gampang disetir
syahwat, tergoda mencari harta dan menumpuknya, serta bukan termasuk
dai-dai agama. Sesuatu yang paling mirip dengan mereka yaitu hewan ternak.
4 Begitulah, ilmu mati dengan kematian orang-orang yang
mengembannya.'
fiti bin A b u T h a d b Radhtyatlanu Anhu memb a g i p a r a p e n c i t r a I lmu y a n g ter cela Ke d a l am t i g a kelompok;
Pertama, ahl i b i d a h y a n g Jahat, la t idak memp u n y a i s i fat ama n a h , dan Ima n . la me n o l a k Kebena r an y a n g
dibawa M - C s i r a n , s omb o n g terhadap ma n u s i a , dan memb a n t a h a y a t - a y a t U l a h t a n p a d a s a r huj ] ah.
Sesungguhnya y a n g a d a p a d a d i r i n c i ada l ah Ke s omb o n g a n , tedua, peng e k o r y a n g suKa menlnj t a n p a d a s a r
d a l l (bui k e y a k inan. Ketiga, o r a n g y a n g me n g l a j t i syartwat-syahwat b a d a n (bui harta.
4 Or a n g - o r a n g y a n g Rabbani me n g e t a h u i d e n g a n pa s t i , b a hwa s yet an dar i g o l o n g a n ma n u s i a d a n j in i t u
menyerang ma n u s i a d e n g a n d u a s enj a t a :
Pertama, s y u b h a t - s y u t h a t u n t u k me r u s a k pemiki r an me r e k a kemudi an me r e k a t e i s e s a t Karenanya.
Kedua, s y a hwa t untuK me n j s aK akhlak me r e k a . Kemu a l a n me r e k a t e r p e d a y a Karenanya. Al l ah Taata
beTIrman,
"Dan Atlah hendak menerima taubat kalian, i€den% oiang-orong y a n g mengikuti ttnnn nafsunya neimsksiKl
upaya ftoHon berpating s e j a uh- j a uhn y a (dari kebenaran)." ( f t i -NI s a 1:27).
Orang Mu kmi n y a n g b e r b a t a s a n d e n g a n hawa n a f s u r y a ber juang melawan s yet an- s yet an ter sebut d e n g a n
dua s e n j a t a y a n g l e b t i k u a t (bui d i g d a y a ;
Pertama, k e y a k inan, kemudi an d e n g a n keyakinan i r i l ah ia menghancur k an seluruh s y u b h a t dan k h a y a l a n -
khayalan kDKTig. Kedua, kes aba r an, k emu d i a n d e n g a n kesabaran ter sebut ia memb e r a n g u s s e l u n i i
syahwat dan hawa n a f s u .
barangsiapa berhas i l me l ewa t i rintangan ter sebut , i a me n j a d i p a n u t a n e r ang - e r ang y a n g ber t a kwa , k a r e n a
kepemimpinan d a l am a g ama i t u t idak bi s a di raih kecual i d e n g a n k e s a b a r an (bui k e y a k inan. U l a h Taata
beTirman,
Ya Allah, betul sekail bahwa dunia tidak pernah sepi dari orang yang membela
Allah dengan huJJah-huJJah-Nya, agar hujjah-hujjah Allah dan keteranganketerangan-
Nya tidak terkalahkan. Mereka jumlahnya tidak seberapa banyak,
namun mereka orang-orang yang paling berat timbangannya di sisi Allah.
Dengan mereka, Allah membela hujjah-hujjah-Nya hingga mereka
menunaikannya kepada orang-orang yang semisal dengan mereka, dan
menanamkannya ke dalam hati orang-orang yang seperti mereka. Dengan
mereka, ilmu menghadapi segala persoalan kemudian mereka menganggap
enteng apa yang dianggap sulit oleh orang-orang yang hidup mewah dan tidak
takut terhadap apa saja yang ditakutkan orang-orang bodoh. Mereka berada
di dunia dengan badan mereka, sedang ruh mereka berada di tempat yang
tinggi. Mereka adalah khalifah-khalifah Allah di bumi-Nya dan dai-dai-Nya
kepada agama-Nya.
Ha..Haa. Aku ingin rindu Ingin melihat mereka. Aku meminta ampunan
kepada Allah untukku dan untuk-mu. J*a engkau mau, berdrilahl"
(Diriwayatkan Abu Nu'aim dalam Hilyatu At-Avtiya' jilid I hal. 79-80).
"Dan Kami Jadikan di antara mereka ttu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perlmah
Kamtkettka mereka sabar. Dan odatah mereka meyaldnt ayat-ayat Kami. " ( t e & r j a a n : 27) .
5 D a U n y a I a l ah s a b d a Rasulul lah Shatlatlahu Alami wa S u i t a n , "Sesungguhnya Allah tidak mencabut Ilmu
dengan cara mencabuoTyadarthamba-hamba-Nya- Namun Dia mencabutnya dengan mencabut para ulama,
hingga jika arang berilmu tidakadalap, maka manusia menjadikan orang^trang bodoh sebagai pemimpin.
Jika mereka ditanya, mereka berfatwa tanpa datar ilmu. Dalam riwayat lain, 'Mereka berfatwa
berdasarkan pendapatnya. 'Mereka sesat dan menyesatkan. '
2. WASIAT SUFYAN ATS-TSAURI KEPADA ABBAD BIN
ABBAD AL-KHAWWASH AL-ARSUFI
ufyan Ats-Tsauri Rahimahutlah6 menulis surat kepada Abbad bin Abbad
Al-Khawwash. Dalam surat-nya, Sufyan Ats-Tsauri berkata.
"Atnma ba "du.
Ketahulah, bahwa sekarang ini engkau berada di zaman di mana sebelumnya
para sahabat Rasulullah Shallaltahu Ataihi wa Sallam meminta perlindungan
dari berada pada zaman tersebut. Mereka mempunyai ilmu yang tidak kita
miliki, dan mempunyai keberanian yang tidak kita mtlkl. Maka bagaimana
jika kita berada pada zaman tersebut, sementara kita hanya bermodalkan
ilmu yang pas-pasan, sedikit kesabaran, sedikit pendukung dalam kebaikan,
manusia sedang rusak berat, dan dunia sedang keruh?
Hendaklah engkau berpegang teguh kepada ILmu, dan merahasiakan diri,
karena sekarang zamannya merahasiakan dt l . 7 Hendaklah engkau melakukan
6 N ama l eng k a pny a lelah Sufyan bin S a l d bin Ma s n u q At s -Ts aur l . la dl -na s abk an Ke p a d a Tsaur b h A b d u
Manaf d a n i k a n n y a Tsaur Hamd a n . Sufyan At s -Ts a u r t e rma s u k gudangny a * m u d a n g u n u n g r a p a l a n I lmu .
Jln j i l id I, h a l . 87,
"Pemahaman y a n g b ena r , d a n ma k s u d y a n g b a i k ada l ah s a l ah satu ni kma t t e r a gun g y a n g df cer ikan Al l a h
kepada h amb a - h amb a -Ny a . Bahkan sea r ang h amb a t idak dfcer i ni kma t y a n g l e b f . a g u n g setel ah I s l am
da r ipada k e d u a n i kma t ter sebut . Ka rena k e d u a ha l di a t a s ada l ah b a t a n g I s l am d a n b l am berdi r i teg ak di
atas keduany a . Deng an k e d u a ha l ter sebut , s e o r a n g h amb a bi s a s e l ama t dari j a l a n o r ang - o r ang y a n g
dimurka i k a r e n a ma k s u d me r e k a tel ah rusak, d a n s e l ama t dari j a l a n a r a n g - a r a n g sesat k a r e n a p ema h ama n
mereka rancu ( rusak) , ser ta l a t e rma s u k o r ang - o r ang y a n g di set i ni kma t d a l am bentuk p ema h ama n y a n g
benar dan ma k s u d y a n g baik. Me r e k a a d a l a h peng i kut Jalan y a n g lurus . S e o r a n g muftJ tidak mu n g k t i bi s a
berfatwa d e n g a n b e n a r d a n h a k im t i d a k mu n g k i r bi s a memu t u s k a n per ka r a d e n g a n b e n a r pul a kecual i
dengan d u a b e n t u k p ema h ama n ;
Pertama, mema h ami real i tas , me n g e t ahu i n y a , dan me n g e l u a r k a n I lmu ha k i k a t t e r h a d a p real i tas
berdasarkan shyal - s InyaL dan t a n d a - t a n d a y a n g ter l ihat l i n g g a l a me n g e t a h u h y a .
Kedua, mema h ami kewa j iban t e r h a d a p real i tas , y a i tu mema h ami h u k um Al l ah y a n g tel ah Dia t e t a p k a n
d a l am Ki t ab-Hy a a t a u mel a lui Ra sul -Hy a t e n t a n g real i tas ter sebut .
Kemudian ia me n e r a p k a n s a l ah satu dar i k e d u a p ema h ama n t e r s e b u t t e r h a d a p p ema h ama n y a n g lain.
Ba r ang s i apa me n c u r a h k an s e g e n a p t ena g any a , dan memu s a t k a n p e rha t i anny a terhadapny a , ia
mendapatkan d u a p a h a l a a t a u satu p aha l a .
Ulama sejat i i a l ah a r a n g y a n g mamp u me n g h u b u n g k a n p ema h ama n t e n t a n g real i tas k e p a d a p e n g e t a h u a n
tentang hukum Al l ah, dan Rasul -Nya, seper t i h a l n y a saks i Nabi Yu s u f Aanhis Salam mamp u me n g h u b u n g k a n
baju ba g i an bel a k ang Yu s u f y a n g robek k e p a d a t e r b e b a s n y a Yu s u f dar i tuduhan y a n g d i a r ahk an k e p a d a n y a
dan kebena r anny a . A t a u seper t i h a l n y a Sulawnan bin Daud Aanhimas Sahan y a n g me n g h u b u n g k a n
per k a t a any a , B e r i a ku pi sau u n t u k a ku guna k an memb e l a h bayi irrl u n t u k karJan berdua, ' k e p a d a
pengetahuan s iapa s e b e n a r n y a Ibu si J abang b a y i . A t a u seper t i h a l n y a AU bin Abu Th aHb RadMyattahu Anhu
yang me n g h u b u n g k a n u c a p a n n y a k e p a d a wa n i t a y a n g m e m b a r a surat Hatfrlb ket i k a la me n o l a k
rnemberlkannya k e p a d a n y a , E n g k a u me n g e l u a r k a n surat ter sebut a t a u k ami me n e l a r l ] a n g V r u F
, k e p a d a
mengeluarkan surat ter sebut da r ipadany a. Da n lain s e b a g a t i y a . Ba r ang s l apa me n g k a j i Syar iat d a n
Perlakukan sama semua manusia dalam pandangan matamu, keadilanmu, dan
kurslmul Agar orang yang berkedudukan tinggi tidak bermaksud jahat
kepadamu dan orang lemah tidak patah semangat untuk mendapatkan
keadilan darimu.17
Pahamilah dan pahamilah apa saja yang tidak jelas dalam dadamu, selagi Al-
Qur"an tidak menurunkan ayat tentang hal tersebut, dan tidak disebutkan
Sunnah.
Ketahutah semua perumpamaan» dan timbanglah sesuatu dengan sesuatu
yang sama dengannya! Perhatikan mana di antara perumpamaan tersebut
yang Lebii dekat kepada Allah» dan paling mendekati kebenaran, kemudian
Ikuti dia dan berpegang teguhlah kepadanyal18
Keputusan yang telah Anda berikan kemarin jangan menghalangimu untuk
mengkaji ulang dan mudah-mudahan Anda diberi petunjuk di dalamnya,
karena mengkaji ulang kebenaran itu lebih baik daripada berlarut-larut dalam
kebatilan.19
keputusan-keputusan p a r a s a h a b a t , la me n emu k a n s a r a t d e n g a n hal -hal di a t a s . Ba r ang s i apa t i d a k
menempuh Jalan t e r s e but , l a meny l a -ny l a k an h a k ma n u s i a . "
1 7 Ibnu Oa y y lm Al -Jauzlyyah ber k a t a d a l am b u k i n y a , rtaamu At-MuwajcjITn Jilid I, h a l . 6 9 ,
"Jika hakfrn memb e r i k a n pe rha t i an y a n g s ama t e r h a d a p kedua b e l ah pihak y a n g beperka r a. I tul ah s imbol
keadilannya d a l am keputus anny a . Jika l a meng khusus k an s a l ah satu dari k e d u a b e l ah pihak. I tul ah sfrnbol
ketidakadilannya dan k e d z a nma n n y a .
Saya b a c a di sebag ian sejarah kuno , b a hwa s a l ah s e c r a n g h a k im di B a r i Israel memb e r i wasiat: k epad a
keluarganya. Jika setelah me r e k a me n g u b u n \ a n n y a , ma k a setel ah b e b e r a p a l ama me r e k a ha rus
meriggauhya agar me r e k a me n g e t a h u i a p a k a h ter j adi pe rubahan p a d a J a s adny a a t a u t idak? S e b e l u m
menfriggaL dunia, h a k im t e r s e b u t berka t a , 'Aku t idak pernah b e r bua t tidak adi l d a l am memb e r i k a n
keputus an h u k um, n amu n pernah ter j adi d u a e r a ng y a n g beperkara, ma s u k k e p a d a k u dari s a l ah s a tuny a
adalah t ema n d e k a t k u . Kemudian a ku me n g g u n a k a n tet ingaku untuk me n d e n g a r u c a p a n t ema n d e k a t k u
tersebut lebih b any a k da r ipada me n d e n g a r k a n u c a p a n pihak s a tuny a . ' Me r e k a me l a k u k a n wa s i a t n y a ,
kemudi an me r e k a met iha t tel ing any a d ima k a n t a n a h d a n t u b u h n y a y a n g lain t i d a k berubah sedl r f t p u n .
Me n g khu su s k an s a l ah satu p i h a k y a n g beper k a r a d a l am duduk, s amb u t a n , d a n p e n g h o rma t a n me n imb u l k a n
dua kerus a k an; Pertama, pihak y a n g df jer i pe rha t i an ter sebut s ang a t b e r a n i ) » me n a n g d a l am ka susny a ,
kemudi an ha t iny a me n g u a t . Kedua, p i h a k s a tuny a putus a s a dari me n d a p a t k a n k e a d l a n dari h a k r n ,
me l ema h k a n ha t iny a , dan me l ema h k a n huj jahnya. "
6 b n u Qa y y im Al -Jauziyyah b e r k a t a d a l am b u k u n y a , ratamu Ai-iWmoqq>)n j i l id I, hal . 130-131, "rrilah
salah satu pi j akan p a r a peng i kut qiyas d a l am Syar iat . Me r e k a ber ka t a , b a hwa surat Uma r bin Kha ththa b
kepada Abu Mu s a ter sebut t idak d i t ent ang s e o r a n g p u n dari s ahaba t . Bahk an, me r e k a sepa k a t me n g a t a k a n
bahwa surat ter sebut ada l ah c j i y a s y ang n o t a b e n e me r u p a k a n s a l ah satu dari pr ins ip-pr ins ip S y a r i a L "
1 9 b n u QayyVri Al - J auz i y y ah b e r k a t a d a l am buki r r y a , rammu Ai-Akfwaqqixi j l i d I, h a L 110, U m a r bi n
Khaththab Rndtir^aiaittu Anhu i n g r i me n g a t a k a n , b a hwa j i k a e n g k a u ber sung g i r i - sung g i r i d a l a m
mengeluarkan k e putus an, k emu d i a n me n d a p a t k a n p e rma s a l a h a n y a n g s ama , ma k a t idak a d a s a l ahny a
engkau me n g k a j i I j t i h a d p e r t amamu ter sebut , karena I j t ihad I t u bi s a b e r u b a h . I j t ihad p e r t ama Juga tidak
ada s a l ahny a di ter apkan p a d a ma s a l a h k e d u a . Jika I j t ihad ter sebut terbukt i kebena r anny a , k a r e n a
kebenaran I t u s ang a t l a y ak untuk di ikut i , d a n lebih dahulu a d a d a r i p a d a keba t i l an. Jlem1Uh I j t ihad k e d u a ter sebut l e b t i ba i k da r ipada ber l a rut - l a rut me n g g u n a k a n
I j t ihad p e r t ama . "
1 0 b n u Oa y y lm Al -
Subhanahu me n j a d i k a n umma t I r i sebagal umma t y a n g per teng ahan a g a r me r e k a me n j a d i saks i y a n g a d i
bagi manus i a , ma k a me r e k a s e b a g i an dari me r e k a me n j a d i pembela, ba g i s e b a g a in y a n g Lain, kecual i
terhadap a r a n g y a n g t idak boleh mel a lujka r kes aks i an, yai tu a r a n g y a n g pernah memb e r i k a n kes aks i a n
palsu. Kes aks i anny a t idak boleh di ter ima. At au o r a n g y a n g pernah di j a tuhi tmduS ( h u k ima n ) , k a r e n a U l a h
Subftanahti me l a r a n g me n e h r n a kesaks iannya. A t a u o r a n g y a n g di cur i gai ing in me n g amb i l ma n f a a t pr ibadi
dari o r a n g y a n g ia ber i kes aks i an, seper t i kesaks ian pemi t ik b u d a k t e r h a d a p b u d a k n y a y a n g tel a h
dimerdek a k an d e n g a n uang , atau kesaks ian b u d a k y a n g tel ah d r n e r d e k a n terhadap t u a n n y a Jika l a
t e rma suk d a l am o r ang - o r ang y a n g b e r a d a d a l am t a n g g u n g a n n y a . Kesaks ian t ema n k e p a d a t ema n l a inny a
Juga t idak d i t e r ima Jika di d a l amn y a t e r d a p a t unsur -unsur y a n g mencur i g a k an d a n Jika di d a l amn y a tidak
ada unsur -unsur y a n g mencur i g a k an, ma k a d i t e r ima . I r i l ah y a n g b e n a r . "
1 1 b n u O a y y t n Al-JauzTyyah b e r k a t a d a l am bukuny a, rtaamu At-Nuwa
Khathr t iab Radhtyattahu Anhu t i g t i me n g a t a k a n , b a hwa b a r a n g s i a p a k e b a i k anny a ter l ihat oleh ki ta d e n g a n
terang-terangan, ma k a kes a k s i anny a ki ta ter ima , d a n a p a y a n g di r aha s i akan ter t iadap k ami , ma k a k ami
serahkan sepenuhny a k e p a d a Al l ah, k a r e n a Al l ah S u b r u r u f u t idak menj adi k an h u k im- h u k im d u n i a
berdasarkan sesua tu y a n g di r aha s i akan hat i n amu n berda s a r kan sesua tu y a n g t e rhha t , dan sesua tu y a n g
dirahasiakan hat i ada l ah c a b a n g n y a . Ad a pun h u k um- h u k im akhi rat , ma k a berda s a r kan sesua tu y a n g
dirahasiakan h a t i . d a n sesua tu y a n g ter l ihat ada l ah c a b angny a .
3 3 Ibnu Oj ryyim Al - J auz i y y ah b e r k a t a d a l am buki r r y a , Ifanmu Ai-/tifwaqqS~>n j i l i d I I , h a L 176-177, ~rri
adalah bentuk i b a d a h p a r a h a k im dan p a r a p e n g u a s a y a n g diper intahkan k e p a d a me r e k a . Al l ah Subhatahii
memp u n y a i b e n t u k i b a d a h k e p a d a set i ap o r a n g sesua i d e n g a n keduduk anny a , selain i b a d a h u m u m y a n g
me n c a k u p s emu a h amb a - h amb a -Hy a di d a l amny a .
Ibadah u l ama i a l ah henda kny a ia meny e b a r lua s k an i lmu dan 5 i n n a h y a n g d i b awa Rasulul lah Shataitatui
Ahahi w So/ tor r dari A l l a h . Ibadahny a wa tidak d r j e b a n k a n k e p a d a o r a n g b o d o h . Selain i t u , i a harus
bersabar d a l am menj a l ank an i tu s emua .
Bentuk r j a d a h h a k r n i a l ah me n e g a k k a n k e b ena r an, me n e r a p k a n n y a , mewa j i b k a n n y a k e p a d a o r a n g y a n g
berhak, b e r s a b a r terhadapny a , d a n ber j ihad di d a l amn y a y a n g b e r b e d a d e n g a n mu f t i .
Barangsiapa niatnya baik, dan niatnya Ikhlas karena Allah, maka Aliah
melindunginya dari manusia.13
Bentuk i b a d a h o r a n g k a y a i a l a h memn a l t a n h a k y a n g a d a di d a l am ha r t any a d a n i b a d a h n y a r r i b e r b e d a
dengan i b a d a h o r a n g mi s k r i . Ibadah o r a n g y a n g s ang g i r j metaJuJtan ama r ma ' ruf dan nahi mu n k a r i a l a h
dengan t a n g a n n y a d a n I s a n n y a .
Pada suatu har i , Y a h y a bin M t e d z pernah memb a h a s ma s a l a h j r i a d , dan ama r ma' ruf d a n nahi munk a r ,
kemudi an s a l ah s e o r a n g wa n i t a ber k a t a k e p a d a n y a , K ewa j i b a n ter sebut tel ah d r i a p u s dari k ami . ' Y a h y a
bin Mu a d z ber ka t a . T a r u h l a h mi s a l n y a Al l ah tel ah me n g h a p u s s e n j a t a t ang an d a n s e n j a t a l i san dar i k a l i an,
sesunggirmya Di a t i d a k me n g h a p u s s e n j a t a hat i dar i kal ian. ' Wa n i t a ter sebut ber k a t a , "Engkau bena r . ' Ibtis
telah me n i p u k e b any a k an o r a n g d e n g a n memb u a t me r e k a b a g u s d a l am me l a k u k a n akt i f i tas -akt i f i tas
seperti dt ikl r , t l l awah Al -Oj j r 'an, sha l a t , p u a s a , z u h u d di dunia, dan meng i sol i r dini. Namu n me r e k a t i d a k
mengerjakan fcadah-lbadah di a t a s , dan t idak me n y u r u h ha t iny a me n g e r j a k a n n y a . Me r e k a d a l a m
p a n d a n g a n p a r a u l ama p ewa r i s Nabi ada l ah ma n u s i a y a n g p a l i n g mt r lm a g ama n y a . S e sung guhny a a g ama
I a l ah me n g e r j a k a n per int ah Al l ah sesuai d e n g a n y a n g dlper lnt ahk an-Ny a . Jadi o r a n g y a n g me n i n g g a l k a n
hak-hak Al l ah y a n g w a j l s l a l a kuk an ada l ah lebih b u r u k di sisi Al l ah dan Ra s u l -Ny a da r ipada pelaku ma k s i a t .
Sesungguhnya t idak me n g e r j a k a n per int ah i t u l ebih bes a r d o s a n y a da r ipada me n g e r j a k a n l a r a n g a n k a r e n a
t i g a puluh a l a s an seper t i di sebutkan guru k ami d a l am b e b e r a p a bukuny a . Ba r ang s i apa memp u n y a i
pengetahuan t e r h a d a p a j a r an Rasulul lah Shalfalfahti Aanhi wa Saltam y a n g d i b awa dar i A l l a h , a p a y a n g
terjadi p a d a b e l i a u , d a n a p a y a n g ter jadi p a d a s aha b a t - s aha b a tny a , ma k a i a me n g e t a h u i b a hwa s e b a g i a n
besar o r a n g y a n g d i p a n d a n g k u a t a g ama n y a ter sebut ada l ah o r ang - o r ang y a n g mi n r n a g ama n y a . Ha n y a
kepada Al l ah ki ta memi n t a per tolong an. A d a k a h a g ama dan keba i k an p a d a o r a n g y a n g met iha t l a r a n g a n -
larangan Al l ah di ter j ang , h u k uma n - h u k uma n -Ny a di s ia- s iakan, a g ama - N y a tidak d i ama l k a n , d a n Sunna h
Rasul-Nya dlbenc l , n amu n ha t iny a d t i g l n ma t i , mu l u t n y a d i am seper t i Ibl i s y a n g tul i . s e b a g a ima n a b a hwa
orang y a n g me n g u c a p k a n keba t i l an I t u ada l ah s yet an y a n g berbicara? Me r e k a - selain me r e k a g u g u r d a l a m
p a n d a n g a n Al lah d a n me n d a p a t mur k a -Ny a - , me r e k a di d u n i a d i t imp a coba an y a n g s ang a t bes a r t a n p a
mereka s ada r i , y a i tu k ema t i a n h a t i . Jika hati hidup, ma k a la s empurna , k ema r a h a n n y a k a r e n a Al l ah d a n
Rasul-Nya s ang a t kua t . dan p emb e l a a n n y a terhadap a g ama n y a ama t s emp u r n a . "
3 3 fcnu Qa y y r n Al - J auz i y y ah ber k a t a d a l am bukuny a , floamii Ai-MtfwaqqS>n j i l id I I , h a l . 178-160,
" M ada l ah s a u d a r a k a n d u n g p e r k a t a a n kenabi an. Perka t a an ter sebut l a y ak keluar dar i pel i t a p a k a r hadi t s
dan o r a n g y a n g dt ser l I l h am. Ke dua perka t a an ter sebut t e rma suk k e k a y a a n I lmu . Ba r ang s i apa ber1nfaq
dengan k e d u an y a d e n g a n b a H 1B bi s a memb e r i ma n f a a t k e p a d a o r a n g lain, dan l a me n d a p a t k a n p u n c a k
ma n f a a t . Perka t a an p e r t ama i a l ah ma t a air keba i k an d a n sumberny a . Perka t a an k e d u a i a l ah sumber
keburukan.
Sesungguhnya Jltnh kami menyembah dan hanya kepada fji$km>tnh kami mohon
pertolongan. TunjuHkJ} kami jalan yang Jurus. ' [U-Fat ihal i :5-6j .
Jadi o r a n g y a n g p a l i n g b e r b a h a g i a I a l ah o r a n g y a n g ber ibadah, o r a n g y a n g m e m i n a p e r t d o n g a n , d a n
m e m t i t a pe tunjuk k e p a d a t u j u a n . S e d a n g o r a n g y a n g pat ing c e l a k a I a l ah o r a n g y a n g tidak memp u n y a i
ketiga ha l t e r s e b u t A d a o r a n g y a n g memp u n y a i . "Hanya kepada Engkai-tah kami menyembah. ' Namu n
t e r ha d a p . Van hanya kepada Engkou-toh kami mohon pertolongan. ' l a miskwi a t a u lemah sekal i . Or a n g
tersebut h i n a d a n sedih. A d a o r a n g y a n g k u a t d a l am, "Dan hanya kepaaa Engkaulah kami mohon
pertolongan.' Namu n i a lemah d a l am, "Hanya kepaaa Engkaulah kami menyembah.' M a u b ahk an i a t i d a k
meml i k i n y a s ama sekal i . Or a ng ter sebut memp u n y a i k e kua s a an dan kekua t an. Namu n k eme n a n g a n akhi r
tidak b e r a da di t ang anny a , d a n ma l a h la me n d a p a t k a n hasil a khi r y a n g p a l i n g buruk . A d a o r a n g y a n g k u a t
dalam, hanya kepada Ehgkautah hamf mertyembah dan hanya kepada Engkau tat) kami m o h o n
peftotonsan.' Namu n la terhadap hida y ah k e p a d a Jalan y a n g benar , l a l ema h sekal i seper t i a p a y a n g ter j adi
pada ahl i fcadah, d a n o r ang - o r ang z u h u d . Me r e k a s a n g a t m i i l m I m u n y a terhadap ha k i k a t -ha k i k a t pe tunjuk
dan a g ama y a n g benar y a n g d i b awa Rasulul lah Shcttcttahu AktiM \va Sattam dar i A l l a h . " Uc a p a n Uma r bi n
Khaththab Hadhjyallahu Anhu, "
M fcnu Qa y y im Al -Jauziyyah ber k a t a d a l am bukuny a, flaamu At-Muwaanjln j i l id I, hal . 109, T e r d ama i a n
yang me n gha l a l k a n sesua tu y a n g h a r am dan me n g h a r amk a n sesua tu y a n g halal seper t i p e r d ama i a n y a n g
mengandung p e n g h a r ama n b e b e r a p a hal y a n g ha l a l , atau pengha l a l an b e b e r a p a ha l y a n g h a r am, a t a u
perbudakan o r a n g me r d e k a , a t a u pe rubahan na s ab atau perwa l i an dari satu t emp a t ke t emp a t l a inny a ,
atau mema k a n har ta riba, atau me n g g u g u r k a n h a k atau me n i a d a k a n huSud [hukuman) a t a u me n d z a nmi
pihak ket i g a , d a n lain s e b a g a i i y a . S emu a i t u ada l ah p e r d ama i a n y a n g d z a t im dan t i d a k boleh di ter ima . ' '
Jadi p e r d ama i a n y a n g diperbolehkan t e r h a d a p k a um Mu s l imVi y a i tu p e r d ama i a n y a n g ber s anda r k e p a d a
ker idhaan U l a h dan ker idhaan k e d u a p i h a k y a n g b e p e r k a r a . I tulah p e r d ama i a n y a n g pa l ing adi l d a n p a l i n g
benar. H a k r n ter sebut b e r s a n d a r k epad a i lmu dan keadi lan. Pendama i ter sebut o r a n g y a n g me n g e r t i
realitas, menget ahui ha l -ha l y a n g wa j i b , dan m e n g a l i k a n keadi l an, d e h k a r e n a der a j a tny a lebih t inggi
da r ipada der a j at o r a n g y a n g b e r pua s a plus q1yamul l a l . "
1 5 b n u Oayyfen Al -Jauziyyah b e r k a t a d a l am bukuny a . I t o
« a n g y a n g berhias d e n g a n sesua tu y a n g t i d a k d l r l U k l n y a I t u ber tol a k bel a k ang d e n g a n o r a n g mukhl i s
(orang y a n g M i las ) dan l a me n emp a k a n sesua tu y a n g b e r l awanan d e n g a n a p a y a n g a d a di d a l am ba t inny a ,
maka Al l ah memb a l a s n y a d e n g a n keba l ikanny a , k a r e n a p emb a l a s a n d e n g a n kebal ikan ma k s u d n y a I t u s a h
menurut s y a r l dan takdi r . S e b a g a ima n a o r a n g y a n g M i l a s I t u b a l a s anny a dl segerakan d a l am b e n t u k
kemani s an Ima n , dicintai ma n u s i a , d a n d i s e g a r i me r e k a , ma k a ba l a s an o r a n g y a n g menghi a s i di r inya
dengan sesua tu y a n g t idak a d a p a d a di r inya j u g a di seger a k an k e p a d a n y a d a l am b e n t u k Al l ah me n j a t u h k a n
martabatnya di ma t a ma n u s i a , k a r e n a b a t i n n y a t i d a k a d a n i l a i i y a di EBI U l a h . Ini lah tuntut an n ama - n ama
U l a h y a n g b a i k d a n s i f a t - s i f a t -Nya y a n g a gung , ser ta k ebi j a k an-Ny a d a l am k e p u t u s a n n y a dan s y a r ia t -Ny a.
Setari i t u , k a r e n a o r a n g y a n g berhias d e n g a n sesuatu y a n g t idak d iml i k i n y a seper t i mi s a lny a khusyu' ,
agama. I b a d a h, i lmu , d a n lain seba g a iny a . ma k a ia tel ah me n y i a p k a n di r iny a terhadap tuntutan hal -hal
tersebut. Hal -hal ter sebut ha rus d imint a da r iny a. J l t a hal -hal [khusyu, a g ama , dl l j ter sebut t i d a k
d i m l i k i n y a. i a ha rus d l t e c am.
Orang ter sebut j u g a me r aha s i a k an sesuatu y a n g kebat inannya d i t amp a k k a n U l a h k epad a manus i a .
Kemudian Al l ah memb o n g k a r k e p a d a ma n u s i a seluruh a i b n y a y a n g s e l ama wri i a rahas iakan dar i me r e k a ,
jai ba l a s an dar i perbua t anny a ter sebut .
Maka bagaimana komentar Anda terhadap pahala Allah di dunia dan akhirat?26
Salah seor ang s ahaba t berka t a . 'Aku ber l indung diri k e p a d a Al l ah dari khus yu' y a n g munaf ik. ' S a h a b a t -
sahabat: lain ber t any a . 'Apa y a n g engkau ma k s u d d e n g a n khus yu' y a n g munaf lk? ' S aha b a t ter sebut
me n j awa b . E n g k a u l ihat tubuh ter l iha t khus yu' n amu n h a d n y a t idak khusyu' . '
Sumber k emuna f i k an I a l ah menghi a s i dininya d e n g a n Ima n y a n g se sung guhny a t idak a d a d a l am ha t iny a .
Dari sini Irisa diketahui , b a hwa k e d u a perka t a an ter sebut ber a s a l dari Uma r bin Kha ththa b Radhiyalahu
Anhu y a n g d s a d u r dari p e r k a t a a n Nabi . K e d u a p e r k a t a a n ter sebut t e rma suk perk a t a an y a n g p a l i n g
bermanfaat dan p a l i n g mu j a r a b untuk me n y emb u h k a n peny a k i t .
3 6 b n u Oa y yYn Al-JauzTyyah ber k a t a d a l am bukuny a, flaamu At-Muwa^tTn JlUd II, h a L 162-183, T a n g
dimaksud Uma r bin k h a t h t h a b Radhtyattahu Anhu d e n g a n u c a p a n di a t a s I a l ah b e s a r n y a p a h a l a ba g i o r a n g -
orang y a n g Ikhl a s . P a h a l a u n t u k o r a n g y a n g I khl a s I t u d a l am b e n t u k rizkl y a n g di s e g e r a k a n: ba g i hat i ,
badan, a t a u kedua -duany a . S e d a n g r a hma t -Ny a , ma k a d i s imp an d a l am pundi -pundi ama l p e r b u a t a n n y a .
Sesungguhnya M ah Subhanahu memb a l a s keba l k an y a n g tel ah diker jakan seor ang h amb a di d u n i a d a n I t u
adalah sebuah k e p a s t i an, k emu d i a n Di a me n y emp u r n a k a n p a h a l a n y a di akhi rat , seper t i di f i rmank an Al l a h
Taata. "Dan iesunggohnyapaaa hari kiamat ia jatah tlkempumakan pattata kaitan.' {Ali Imr an: 1B51.
Balasan ama l shal lh y a n g di ter ima s e o r a n g h amb a di d u n i a bukanl ah ba l a s an s emp u r n a , kenda t i la
t e rma suk ba l a s an seper t i di f i rmank an Al l ah Jaala t e n t a n g Nabi b r ahim Atathts Salam. "Dan Kami berikan
kepadanya batasannya didunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang
shatih. ' IW-An k a b u t : 27) .
Pada a y a t di a t a s , Al l ah Subhanahu menj e l a s k a n b a hwa Dia memb e r i p a h a l a k e p a d a b r ahim d a l am b e n t u k
r ikrnat -nlkrnat y a n g Di a ber ikan k e p a d a n y a , ha t iny a , a n a k - a n a k n y a , ha r t any a , dan k ehi dup anny a y a n g
baik. bii s emu a buk an p a h a l a leng k ap di akhi rat kelak. A l -Qu r ' a n menj e l a s k a n d a l am b a n y a k a y a t - a y a tny a ,
bahwa s i a p a s a j a y a n g me n g e r j a k an keba l k an, i a me n d a p a t d u a p aha l a : ama l p e r b u a t a n n y a di duni a da n
menyempurnakan p a h a l a n y a di akhi rat k e l a k seper t i di f i rmank an Al l ah Taata. Orang-orang yang berbuat
baik di dunia ini mendapat (pembatasan) yang bait. dan seamgguhnya kampung akhirat itu lebih baik dan
itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.' (An-Nahl : 30) .
Di a y a t lain, Al l ah Taati b e f i rma n ,
Van erang orang yang bertt1]rat) karena AUah sesudah mereka dianiaya, pasti kami akan memberikan
tempat yang bagus kepada mereka di dunia dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih besar, kalau
mereka mengetahui. ' (An-Nahl : 41) .
DI a y a t l a i n . Al lah Taata b e f i rma n , Barangstapa yang mengerjakan amat shaOh, baik takt-taM maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang
baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa
yang telah mereka kerjakan. (An-Nahl : 97) .
Makna I n i d iul ang -ul ang Al lah d a l am surat An-Nahl d a n tidak di sur a t - sur a t l a inny a k a r e n a rahas ia Ind a h
yang a d a di d a l amn y a , d a n k a r e n a surat An-Nah l ada l ah s u r a t k ump u l a n n i kma t - n i kma t . Di d a l amn y a Al l a h
Taata me n y e b u t k a n akar -akar ni kma t d a n c a b a n g - c a b a n g n y a . Al l ah menj e l a s k a n k e p a d a h amb a - h amb a -
Nya b a hwa Di a di akhi rat memp u n y a i n i kma t - n i kma t y a n g ber l ipa t g a n d a d a r i p a d a n i kma t - n i kma t y a n g a d a
di dunia, d a n b a hwa n i kma t - n i kma t duni a ada l ah s e b a g i an da r ipadany a. Jika me r e k a t a a t k e p a d a -Ny a .
Allah me n amb a h ni kma t y a n g lain u n t u k me r e k a , k emu d i a n di a khi r a t Di a me n y emp u r n a k a n p a h a l a - p a h a l a
mereka d e n g a n s emp u r n a .
Allah Jaala bef i rma r ."Dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhan kation dan bertaubat kepadanya,
nkmya Dia akan memberi kenikmatan yan$ baik (terus menerus) kepada kaiian sampai kepada waktu
yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan
(batasan) keutamaannya.' (Huudt 3) .
d e h k a r e n a i t u . Ami rul Mu kmi n i n Uma r bwi Kha ththab Radhiyallahu Anhu ber ka t a . M a k a b a g a ima n a
kementar A n d a t e i h a d a p p a h a l a Al lah di d u n i a dan akhi rat "
Inilah s e b a g a i hi kmah dan f a i d ah y a n g a d a d a l am surat Ami r ul Mu kmi n i n Uma r hin Kha ththa b Radhiyallahu
Anhu. d a n s e g a l a puj i ba g i Al lah R a b b a l am s eme s t a . -
Akhirnya, as-salamu "alalkum17
5
i
<
<
5
5
X
LU
O
Z
<
4:
x
m
D:
4o:: 3
2 1 Di r iwa y a tkan Wa k T d a l am ithbaau JIMJuOJwf f j l i d I. ha l 7 0 - 7 1 . 383-284. d a i Ad -Da r u q u l h n i . U - «
Baihaqi. m
"27"
7. WASIAT WAHB BIN MUNABBIH TENTANG AKHLAK
MULIA
Wahb bwi Munabbih berkata, "Jita Anda hendak melakiJon ketaatan
kepada Allah Azza v/a Jalla, maka seriuslah dalam nastiatmu dan
Ilmumu karena Allah, karena amal perbuatan tidak diterima dari
orang yang bukan pemberi nasihat. Sesungguhnya nasihat karena Allah Azza
wn Jalla itu tidak sempurna kecuali dengan taat kepada Allah, seperti halnya
buah yang baik; aromanya enak, dan rasanya lezat. Itulah perumpamaan taat
kepada Allah; aromanya Ialah nasihat, dan rasanya Ialah amal perbuatan.
Kemudian hiasilah ketaatan kepada Allah dengan Imu, sikap lemah lembut,
dan ftqh.
Kemudian muliakan dirimu dari akhlak orang-orang bodoh dan hiasilah dengan
akhlak para ulama! Biasakan dwimu mengerjakan amal perbuatan orang-orang
lemah lembut dan jauhkan dari perbuatan orang-orang celakai
Biasakan dwimu dengan sejarah hidup para fuqaha' dan kosongkan dirimu dari
Jalan-Jalan orang-orang bejatl
Jika Anda mempunyai kelebihan, bantulah orang yang levelnya di bawah Anda
dengan kelebihan tersebut. Jika orang yang levelnya lebih rendah daripada
level Anda mempunyai kelemahan, bantulah dia hingga la menjadi selevel
dengan Anda. karena orang bijak itu mengumpulkan seluruh kelebihannya,
kemudian memberikannya kepada orang yang levelnya di bawahnya. Setelah
Itu, la mengamati kekurangan orang-orang yang levelnya lebih rendah
daripada level dirinya, kemudian ia meluruskannya hwigga sama dengan level
dirinya.
Jika orang bijak tersebut seorang faoih (ahli fkgh), ia menanggung orang yang
tidak mempunyai fkgh jika orang tersebut ia lihat ingin bergaul dengannya.
Jika orang bijak tersebut mempunyai uang, ia memberikannya kepada orang
yang tidak mempunyai uang.
Jika orang bijak tersebut seorang dai, la memintakan ampunan kepada Allah
untuk orang yang berdosa Jika orang tersebut bisa diharapkan bertaubat.
Jika orang bijak tersebut orang balk-ba*, la berbuat baik kepada orang yang
berbuat Jahat terhadap dirinya dan mengharapkan pahala dari sikapnya
tersebut.
la tidak tergoda berbicara hingga ia bisa mengamalkan apa yang
diucapkannya, la tidak ingin melakukan ketaatan kepada Allah jika ia tidak
mampu melakukannya.
Jika la mampu melakukan sedikit ketaatan kepada Allah, la memuji Allah,
kemudian la meminta apa yang belum mampu la kerjakan. Jika la mengetahui
sebagian dari hikmah (Ilmu), la tidak merasa kenyang hingga la mempelajari
Ilmu yang belum la miliki.
Jika la Ingat kesalahannya, la menutupnya dari manusia, dan memata
ampunan kepada Allah Yang Mampu memberi ampunan kepadanya.
Kemudian ia tidak menggunakan ucapannya untuk berbohong, karena bohong
dalam bicara adalah seperti hewan pemakan kayu; ia melihat luarnya bagus,
namun ternyata dalamnya busuk. Orang yang senantiasa tertfu dengan
pohon tersebut mengklaim bahwa pohon tersebut mampu menyangga apa
yang ada di atasnya, hingga akhirnya pohon tersebut mensak apa saja yang
ada di dalamnya dan binasalah orang yang tertipu dengannya. Begitu pula
bohong dalam pembicaraan. Pelakunya selalu tertipu dengannya dan
mengklaim bahwa bohong tersebut membantu dirinya dalam memenuhi
kebutiiiannya dan meningkatkan keinginannya. Hal tersebut terus terjadi
pada dirinya hingga ketert^iuan orang tersebut dilihat orang-orang yang
berakal dan ulama melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mereka. Jika para
ulama mengetahui persoalan orang tersebut, dan kedoknya terlihat oleh
mereka, mereka mendustakan informasinya, membatalkan kesaksiannya,
meragukan kejujurannya, melecehkan dirinya, tidak suka duduk dengannya,
merahasiakan rahasia-rahasia mereka dari orang tersebut, menyembunyikan
pembicaraan mereka, tidak memberikan amanah mereka kepada orang
tersebut, merahasiakan persoalan mereka dari orang tersebut, bermuka
masam kepada orang tersebut dalam masalah agama mereka dan masalah
kehidupan mereka, tidak menghadtkan sesuatu apa pun kepada orang
tersebut, tidak mempercayai orang tersebut untuk menerima sedikit pun dari
rahasia-rahasia mereka, dan tidak memutiskan perkara yang dtiadapi orang
tersebut." (Dwiwayatkan Abu Nu'aim)
8. WASIAT AUN BIN ABDULLAH AL- UDZALI KEPADA
ANAKN YA TENTANG KOREKSI DIRI
un bin Abdullah™ berkata kepada anaknya, ketka ia menasihatwiya.
"Anakku, jadilah engkau termasuk orang-orang yang menjauh dari orang
# » y a n g dijauhi keyakinan dan kesucian, dan termasuk orang-orang yang
mendekat kepada orang yang didekati sifat lemah lembut, dan penyayang, la
menjaiii dari orang yang dijauhi keyakinan dan kesucian bukan karena
sombong dan takabur, la mendekat kepada orang yang didekati sifat lemah
lembut dan penyayang bukan karena Ingin menipunya, la mencontoh generasi
sebelumnya, dan menjadi panutan (Imam) bagi generasi sesudahnya. Ilmunya
tidak absen dari dwinya, dan kebodohannya tidak hinggap kepadanya, la tidak
bersikap terburu nafsu dalam hal-hal yang masih meragukan dan memaafkan
hal-hal yang sudah Jelas bagtiya. Kebalkan bisa diharapkan darinya, dan
kebunitan jauh darinya. Jika ia berkumpul dengan orang-orang yang lalai, ia
ditulis sebagai orang-orang yang ingat kepada Allah, dan jika ia bersama
dengan orang-orang yang Ingat kepada Allah, la tidak dicatat sebagal orangorang
yang lalai.
la tidak termakan oleh pujian orang yang tidak kenal dengannya, dan tidak
lupa mendata apa yang telah diketahuinya. Jika la dianggap suci oleh
manusia, ia takut akan apa yang mereka ucapkan, dan memintakan ampunan
untuk mereka atas apa yang tidak mereka ketahui, la berkata, 'Aku lebih tahu
tentang diriku daripada orang lain, dan Tuhanku lebih tahu tentang diriku
daripada diriku sendiri.' la menganggap dirinya lamban dalam beramal, dan
mengerjakan amal shalih dengan perasaan khawatir, la tidak henti-hentinya
berdzlklr. Pada sore hari. obsesinya Ialah bersyukur, menghabiskan malam
dengan waspada, dan berada di pagi hari dengan perasaan gembira, la
waspada terhadap sifat lalai dan berbahagia dengan keberuntungan dan
rahmat. Jika hawa nafsu mengajaknya ke dalam hal-hal yang tidak
disukainya, la tidak mentaattiya di dalam hal-hal yang disukai Jiwanya.
Keinginannya terletak pada hal-hal yang abadi, dan kezuhudannya terletak
pada hal-hal yang fana. la mengkombinasikan ilmu dengan sikap santun, la
diam agar selamat, la bicara untuk memberi pemahaman kepada orang lain.
la mengisolir diri agar mendapatkan keberuntungan, dan berinteraksi agar
bisa belajar dari orang lati. Terhadap kebalkan, la tidak diam dengan lalai,
dan tidak mendengarnya dengan lalai, la tidak membeberkan kejujurannya
kepada teman-temannya, tidak merahasiakan kesaksiannya terhadap para
musuh, tidak mengerjakan suatu amalan dengan rlya', dan tidak meninggalkan
A L U b i r Ab d u l l a h bi r Utbah b i r N a r t j d AI -HudzaLi ada l ah s a l ah sea r ang generas i T a b i i n y a n g t s ioah. la
t e rma suk oar i " dan ahl i i b a d a h a r a n g - a r a n g Kuf ah.
Bahan-bahan rujukan t e n t a n g AL n b¥i Ab d u l l a h : Tahdnbu Jlt-Tandzna j l i d VIII ha l 1 7 1 . Hityatu At-Auoyn'i
j i l id IV hal . 240. d a n lain seba g a iny a .
amal shalih karena perasaan malu. Majlls dzlklr bersama orang-orang miskin
lebih la sukai daripada majlls hiburan dengan orang-orang kaya.
Anakku, Janganlah engkau termasuk orang yang kagum meyakini hal-hal yang
telah berlalu, dan lupa meyakini hal-hal yang masih bisa dtiarapkan dan
diminta. Terhadap sesuatu yang telah berlalu, ia berkata, "Seandainya sesuatu
tersebut telah ditakdirkan, pasti la terjadi.' Terhadap sesuatu yang masih
ada, la berkata, Berusahalah hal manusia dengan cemas, dan tidak tenang.' la
tidak mempercayai rizki yang telah dijatahkan kepadanya. Jiwanya tidak
mengalahkannya terhadap apa yang ia duga, dan ia tidak bisa mengalahkan
Jiwanya terhadap apa yang telah la yakini, la serta ragu terhadap dirinya. DI
antara bentuk dugaanya, la tidak dlrahmatl ketika akan meninggal dunia. J* a
ia sakit, ia menyesal. Jika sehat, ia merasa aman. Jika ia miskin, ia sedih.
Jika kaya, ia didera banyak cobaan. Jika menginginkan sesuatu, ia malas. Jika
la rajin, la bersikap zuhud. la menginginkan sesuatu tanpa mau lelah. Dan
tidak mau lelah terhadap apa yang diinginkannya, la berkata, 'Saya tidak mau
kerja kemudian lelah. Saya hanya mau duduk-duduk kemudian berkhayal.' la
menginginkan ampunan, namun ia mengerjakan kemaksiatan.
Usia pertamanya adalah lalai, kemudian berubah menjadi kesulitan. Akhir
usianya Ialah malas, la panjang angan-angan, kemudian mendapatkan banyak
cobaan. Usianya panjang, namun la tertipu, la mengakui dosa sekaligus
nikmat. Jika ia memberi sesuatu kepada orang lain, ia ingin orang tersebut
berterima kasih kepadanya. Atau jika ia tidak memberi sesuatu kepada orang
lain, la berkata. Tidak ditakdirkan.' Sungguh la telah bersikap kurang ajar,
dan egois, la berharap selamat, namun tidak bersikap hati-hati. la
mendambakan nikmatnya ditambah, namm tidak bersyukur, la berhak
bersyukur, namun sesungguhnya ia sangat tidak layak dimaafkan, la
mengerjakan hal-hal yang tidak diperintahkan, dan menyla-nylakan hal-hal
yang sangat bernilai.
Jika la memtita, la berharap mendapat banyak, la berinfak hanya dengan
sedikit harta. Hfcabnya diperingan, kemudian ia diberi sebatas kebutuhannya
dan tidak dfceri sesuatu yang malah melenakannya. la tidak melihat sesuatu
yang membuatnya kaya, melainkan kekayaan yang membuatnya bertindak
sewenang-wenang, la tidak mampu mensyukuri nikmat yang diberikan
kepadanya dan mendambakan tambahan nikmat terhadap nikmat yang masih
tersisa, la menunda dirinya mensyukui nikmat yang dianugerahkan
kepadanya, dan lupa bersyukur terhadap apa yang diberikan kepadanya.
la dilarang, namun tidak berhenti perbuatan dosa. la memerintahkan sesuatu
yang tidak diperintahkan, la mencintai orang-orang shalih, namun la tidak
mengerjakan amal perbuatan mereka, la membenci orang-orang jahat,
padahal B termasuk salah seorang dari mereka, la bersegera kepada dmia,
padahal dunia Itu fana, dan meninggalkan akhirat padahal akhirat Itu abadi.
Jika la sembuh dari penyakit, la merasa sudah bertaubat. Jika la kembali
diuji, la berkata seperti orang-orang zuhud di dunia, dan beramal di
dalamnya seperti amalan orang-orang yang cinta akhirat.
la Ingin mati sedang tidak berhenti dari kejahatannya dalam hidupnya. Jika la
tidak diberi dunia, B tidak terima. Jika ia diberi dunia, ia tidak kenyangkenyang
juga. Jika syahwat terltiat, ia berkata, "Engkau cukup beramal saja.'
Kemudian la terjerumus ke dalam syahwat tersebut. Jika amal perbuatan
tampak olehnya, la berkata, "Engkau cukup bersikap wara' saja.' Ketakutannya
tidak bisa menghilangkan kemalasannya, dan ambisinya tidak bisa
memotivasinya untuk beramal, la mengharapkan pahala tanpa amal
perbuatan dan menunda taubat karena panjang angan-angan, la tidak
berusaha mengerjakan tujuan penclptaannya. Keinginannya tertuju kepada
rizki yang ditakdirkan untuknya, la takut kepada manusia, dan tidak takut
kepada Allah, la berlindung diri kepada Allah dari orang-orang yang berada di
atas dirinya, dan tidak berlindung diri kepada Allah dari orang-orang yang
berada di bawahnya, la takut mati. la merasa aman dari apa yang
ditakutinya, padahal apa yang telah ditakutinya tersebut telah ia yakini, dan
tidak putus asa terhadap apa yang dtiarapkannya padahal apa yang
diharapkannya tersebut telah la yakini, la mengharapkan manfaat Imu yang
tidak la amalkan, dan merasa aman dari madzarat kebodohan yang telah
diyakininya.
la melecehkan orang-orang statis sosialnya lebih rendah dari status sosial
dirinya, dan lupa kepada hak orang lain yang ada pada dirinya, la meltiat
kepada orang yang diberi rizki lebih banyak daripada dirinya, dan lupa kepada
orang-orang yang status sosialnya di bawah dirinya, la takut kepada orang lain
melebihi ketakutannya kepada dosa-dosanya, la berharap banyak dengan
amal perbuatan yang sangat minimal, la pakar terhadap kekurangan orang
lain, dan tidak pakar terhadap kekurangan dirinya. Jika la Ingat keyakinan, la
berkata, 'Orang-orang sebelum kalian tidak seperti Ini.' Jika dikatakan
kepadanya, 'Kenapa Anda tidak beramal seperti amalan mereka?' la
menjawab, "Siapakah yang bisa seperti mereka? J*a bicara, la pandai, namun
la merasa kesulitan untuk beramal, la bersikap amanah, selagi la sehat dan
senang dan berkhianat jika ia marah dan sedang mendapat cobaan, la
bersikap santun agar dikenal sebagai orang yang amanah, padahal ia bersikap
demikian itu tutuk berkhianat, la belajar bersahabat dalam rangka tutuk
memusuhi, la bersegera kepada dosa-dosa, dan lamban dalam amal shalih.
Dosa lebih ringan baginya daripada rambut, la merasa berat hati melakukan
dzikr kepada Allah. Berfoya-foya bersama orang-orang kaya lebih ia sukai
daripada dzlklr bersama orang-orang miskin, la buru-buru tidur, dan menunda
puasa, la tidak menggunakan waktu malamnya dengan qtyamulla1l, dan tidak
puasa di siang harinya. Pada pagi hari, obsesinya ialah malam segera
kemudian ia tidir dengan segera. Dan pada petang hari, obsesinya ialah bisa
segera makan malam." AI-HaJJaJ menambahkan dari Al-Mas"ud1, "Jika la
shalat, la berpaling. Jika la ruku1, maka seperti unta menderum. Jika la
sujud, la seperti ayam mematuk makanan di tanah. J*a la meminta, la
meminta dengan memaksa. Jika la diminta, la menunda-nunda. Jika la
berbicara, ia bersumpah. Jika ia bersimpati, ia melanggar sumpahnya. Jika ia
berjanji, ia tidak menetapinya. Jika ia dinasihati, ia memberengut. Jika ia
dipuji, la senang bukan kepalang. Tuntutannya Ialah keburukannya, dan
peninggalannya adalah dosa. la tidak mempunyai kesibukan memperhatikan
aib dirinya, dan tidak mempunyai kelebihan dalam kebaikan, la cenderung
kepada hawa nafsunya, dan menginginkan hawa nafsunya mendapatkan
keadilan dari orang lain.
Para pengkhianat adalah teman-teman dekatnya dan orang-orang yang Jujur
adalah musuh-musuh utamanya. Jika la mengucapkan salam, salamnya tidak
didengar. Jika ia mendengar salam, ia tidak menjawabnya, la melihat dengan
seperti penglihatan orang yang dengki, dan berpaling seperti berpalingnya
pendendam, la mentertawakan orang yang adil, dan makan seperti budak, la
berani berkhianat, dan lepas tangan dari sifat amanah.
Barangslapa mencintainya, la berdusta terhadapnya, dan barangstapa
membencinya, ia menerkamnya, la tertawa tanpa sebab, la berjalan dengan
tidak berakhlak. Orang yang berdekatan dengannya tidak bisa selamat
daripadanya, dan orang yang bergaul dengannya tidak bisa selamat
daripadanya. Jika Anda berbicara dengannya, la membuat Anda bosan
kepadanya. Jika ia berbicara dengan Anda, ia membuat Anda gundah gulana.
Jika Anda sepakat dengannya, ia dengki kepada Anda. Jika Anda
menentangnya, la marah kepada Anda. la Iri hati. Jika Anda diberi kelebihan,
la pelit Jika mempunyai kelebihan, dan Iri kepada orang yang lebih b a * daripada
dirinya, serta tidak mau beramal seperti amal perbuatannya, la tidak
membalas orang yang telah berbuat baik kepadanya, dan sikapnya berlebihlebihan
terhadap orang yang berbuat Jahat kepadanya, la tidak diam untuk
selamat, dan la bicara dengan sesuatu yang tidak diketahuinya. Mulutnya
mengalahkan hatinya. Hatinya tidak mampu mengendalikan lidahnya, la
belajar untuk berdebat, la studi untuk rlya". la memperlihatkan
kesombongannya, kemudian terlihatlah apa yang selama Ini
disembunyikannya, dan tidak tersembunyikan apa yang ia perlihatkan, la
agresif terhadap sesuatu yang fana, dan menyerah kalah terhadap sesuatu
yang abadi, la bersegera kepada dunia, dan tidak memperhatikan sifat
takwa." (Diriwayatkan Abu Nualm).
9. WASIAT ABU DZAR TENTANG INGAT MATI
Ai-Nadhr bti Ismail berkata, bahwa aku mendengar Abu Dzar berkata,
'Adapun kematlan, la telah kalian kenal, dan kalian melihatnya di setiap
siang, dan malam.
Kematian terjadi pada orang mulia di keluarganya, terhormat di sanak
familinya, dan ditaati kaumnya, la pergi menuju liang kering, dan batu-batu
besar yang bisu. Keluarganya tidak mampu memberikan bantal kepadanya,
karena bantalnya ketika Itu adalah amal perbuatannya.
Kematian Juga terjadi pada orang yang sedih dan terasing, la dirundung
banyak kesedihan selama hidup di dunia, dan bekerja lama sekali hingga
badannya lelah karenanya, kemudian kematian datang kepadanya sebelum ia
meraih keinginannya. Kematian datang kepadanya dengan tiba-tiba.
Kematian Juga terjadi pada anak yang masih menyusu, orang sakit keras, dan
orang yang tenggelam dalam kejahatan. Mereka semua mendapatkan Jatah
kematian.
Tidakkah para ahli ibadah mengambil ibrah dari ucapan para penceramah?
Bisa aku katakan, 'Mahasuci Allah Yang Maha Agung. Sungguh Dia menunda
kematian kepada kalian hingga kalian berkesimpulan bahwa Allah lupa tidak
mencabut nyawa kalian.' Setelah itu, aku kembali memikirkan kelembutan
Allah dan kekuasaan-Nya, lalu aku berkata lagi. Tidak, Justru Allah memberi
kelonggaran kepada kita hingga akhir ajal kita, yaitu sampai hari di mana
penglihatan menjadi buram, dan hati menjadi kering.' Allah Ta'ala befirman,
'Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat
kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka
kosong.' (Ibrahim: 43).
Ya Tuhan, sungguh Engkau telah memberikan peringatan dan huJJah-Mu
kepada makhluk-Mu.
Kemudian aku membaca ayat lain,
'Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu
Itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang dzallm.
Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia}
walaupun dalam waktu yang sedikit'. ' (Ibrahim: 44).
Kemudian Allah befirman,
'Hai orang yang dzalim, engkau hidup sampai ajal yang engkau minta, maka
pergunakan ajal tersebut dengan baik sebelum la habis. Segera gunakan ajal
tersebut sebelum la hilang. Ajal terakhir Ialah melihat ajal ketika kematian
datang. Ketika itulah, maaf tidak berguna lagi.'
Sesungguhnya manusia adalah target utama kematian. Barangslapa dfcldlk
oleh kematian dengan anak panahnya, maka lemparan anak panah tersebut
tidak meleset. Dan barangsiapa dikehendaki kematian, maka keinginan
kematian tersebut tidak terjadi pada orang lain.
Ketahulah, sesinggiiinya kebaikan terbesar ialah kebaikan akhirat yang
abadi dan tidak hilang. Sesuatu yang abadi Itu tidak sirna, dan sesuatu yang
memanjang itu tidak terputus.
Orang-orang mulia berada di dekat Allah Ta'ata. Mereka mendapatkan apa
saja yang disukai jiwa, dan disenangi mata. Mereka saling menguijungi
dengan mengendarai mta . Mereka saling bertemu untuk bernostalgia tentang
hati-hati mereka di dunia.
Selamat untuk mereka. Sungguh mereka telah mendapatkan apa yang mereka
Inginkan, karena keinginan mereka tertuju kepada Dzat Yang Maha Mulia dan
Maha Utama." (Diriwayatkan Abu Ni/iam).
10. WASIAT HASAN BASRI KEPADA UMAR BIN ABDUL AZIZ
Hasan Basrl menulis surat kepada Umar bti Abdul Aztz, dan dalam
suratnya H asan Basrl berkata, "Ketahuilah, sesungguhnya tafakkur Itu
mengajak pelakunya kepada kebaikan dan mengamalkannya. Menyesali
kejahatan itu membuat pelakunya meninggalkannya. Apa yang telah hilang -
kendati sangat banyak-ttdak bisa dibandingkan dengan apa yang masih ada,
kendati mencarinya adalah sesuatu yang mulia. Bersabar terhadap kelelahan
sebentar yang menghasilkan istirahat lama itu lebti baik daripada
penyegeraan Istirahat sebentar yang menghasilkan kelelahan abadi.
Waspadalah terhadap dunia yang menipu, berkhianat, dan mempertjaya. la
berhias dengan tipuannya, berdandan dengan muslihatnya, membunuh
manusia dengan mimpi-mimpinya, dan membuat rindu para pelamarnya,
hingga ia menjadi seperti pengantin yang menjadi pusat perhatian. Semua
mata melihat kepadanya, semua hati rindu kepadanya, dan semua Jiwanya
tertarik kepadanya, la menjadi pembunuh bagi semua suami-suaminya.
Tragisnya orang yang masih hidiij tidak mau belajar dari orang yang telah
meninggal dunia, generasi terakhir tidak mengambil pelajaran dari generasi
pertama, orang bijak tidak mendapatkan manfaat dari banyaknya
pengalaman, dan orang yang kenal Allah dan beriman kepada-Nya tidak Ingat
ketika ia diberi penjelasan tentang dunia.
Akibatnya, hati manusia mencintai dunia dan Jiwa mereka kikir dengannya.
Ini semua tidak lain bentuk kerinduan kita kepada dmia, karena barangsiapa
merindukan sesuatu, la tidak memUrkan yang lain. la mati ketika
memburunya atau berhasil mendapatkannya. Kedua orang tersebut adalah
perindu dan pemburu dunia.
Perindu dunia telah sukses mendapatkan dunia dan tertipu dengannya.
Dengan dunia, ia lica akan prinsip dan hari akhirat. Hatinya disibukkan oleh
dunia. Hatinya dibuat larut oleh dunia, hingga kakinya tergelincir di
dalamnya, dan kematian datang kepadanya dengan sangat cepat daripada
sebeliannya. Ketika itu, penyesalannya pun menggelembung, kesediiannya
membesar, terkumpul padanya sakaratul maut dan rasa sakitnya dengan sedti
kehilangan dunia.
Sedang orang kedua meninggal sebelum berhasil memeniiii kebutuhannya, la
pergi dari dunia dalam keadaan terpukul hatinya, tidak mendapatkan apa
yang dicarinya, dan Jiwanya tidak bisa Istirahat dari kelelahan, la keluar dari
dunia tanpa bekal dan tiba tanpa membawa oleh-oleh.
Oleh karena itu, waspadalah secara penuh terhadap dunia, karena dmia tak
ubahnya seperti ular; kulitnya halus, namun racuinya meniatkan.
Berpalinglah dari apa saja di dunia ini yang menarik hatimu, karena jarang
sekali sesuatu yang ada di dunia ini yang menemanimu. Buanglah seluruh
ambisi kepada dunia dari dalam hatimu, karena engkau mengetahui dunia Itu
menyakitkan dan engkau yakin akan berpisah dengannya. Oleh karena Itu,
waspadalah wahai Amirul Mukminwil Karena sesingguhnya pemilk dunia,
setiap kali ia senang kepadanya maka itu berubah menjadi kebencian.
Orang yang gembra di dunia ialah orang yang tertipu, orang yang bermanfaat
di dalamnya kelak menjadi orang yang merugi, kemakmuran di dalamnya
diberikan bercampur dengan cobaan, dan keabadian di dalamnya berubah
menjadi fana. Kebahagiaan di dalamnya bercampur dengan kesedihan, dan
akhir kehidupan di dalamnya adalah lemah dan tidak berdaya. Oleh karena
Itu, Ifiatlah dunia seperti penglihatan orang zuhud yang hendak
meninggalkannya, dan jangan melihat dunia seperti penglihatan perindu yang
jatuh cinta.
Ketahulah, bahwa dunia itu menghilangkan tamu yang telah menetap, dan
menyakitkan orang tertipu yang merasa aman. Apa yang telah berlalu dari
dunia tidak akan kembali lagi, dan apa yang akan datang tidak bisa diketahui,
apalagi ditunggui
Waspadalah tertiadap dunia, karena mimpi-m Impinya dusta belaka, khayalankhayalannya
batil, kehidupannya melelahkan, dan kejernihannya adalah
keruh. Engkau terancam mendapatkan dua hal di dunia ini; nkmat yang akan
slma, dan cobaan yang akan datang, atau musibah yang menyakitkan, dan
kematlan yang memutus segala-galanya.
Sungguh, dunia Itu melelahkan seseorang, jika la mau berpikir, la berada
dalam nikmat yang membahayakan, takut terhadap musibah-musibah yang
ada di dalamnya, dan meyakini kematian. Seandainya Allah Yang Maha
Penclpta tidak menyampaikan berita tentang dunia, tidak memberi
perumpamaan tentang dunia, dan tidak memerintahkan manusia bersikap
zuhud di dalamnya, pasti dunia membangunkan orang yang tidur, dan
mengingatkan orang yang lupa diril
Bagaimana tidak, padahal telah datang pelarang dari Allah Azzo wa Jalin dan
banyak sekail penasihat di dalamnya? Dunia di sisi Allah Azzo wa Jollo tidak
ada bobot dan nilainya. Berat dunia di sisi Allah Ta 'ala tidak seberat satu
kerikil, dan tidak sebesar satu bintang di antara gugusan bintang yang ada.
Allah tidak menciptakan makhluk yang lebih Dia benci daripada dunia -seperti
disampaikan kepadaku- dan Dia tidak melihat kepada-nya sejak Dia
menclptakannya karena amat benci kepadanya.
Sungguh dunia dengan kunci-kunci nya dan semua simpanannya yang nilainya
di sisi Allah lebti ringan dari sayap lalat pernah diperlihatkan kepada Nabi
kita, Muhammad ShatlaUahu Alaihi wa Sallam, namun beliau menolak
menerimanya, karena beliau telah mengetahui bahwa jika Allah membenci
sesuatu, beliau harus membencinya. Jika Allah mengkerdllkan sesuatu, beliau
harus mengkerdllkan nya. Dan jika Allah merendahkan sesuatu, beliau harus
merendahkannya. Jika beliau menerima dunia tersebut, maka bukti kecintaan
beliau kepada dunia tersebut Ialah penerimaan beliau terhadap tawaran
dalam bentuk dunia tersebut. Namun beliau menolak mencintai sesuatu yang
dibenci Allah, dan mengangkat apa yang direndahkan Pemliknya.
Jika Allah Taata tidak menunjukkan tentang rendahnya nilai dmia kepada
beliau, namun Dia memandang rendah dunia tersebut dengan menjadikan
kebaikannya sebagal pahala bagi orang-orang yang taat, dan menjadikan
hukuman dunia sebagai siksa bagi orang-orang yang bermaksiat. Kemudian
Allah mengeluarkan pahala taat dari dunia tersebut, dan mengeluarkan
hukuman maksiat daripadanya.
DI antara hal menunjukkan kepada dunia tentang keburukan dunia ini, bahwa
Allah Ta'ala menjauhkan dunia dari orang-orang yang shalih dengan sukarela
dan membentangkannya kepada musiii-musuh-Nya dengan tujuan menipunya.
Orang yang tertipu dengan dunia dan tergoda dengarnya menyangka bahwa ia
dimuliakan Allah Ta 'ala dengan dunia tersebut, la lupa terhadap apa yang
diperbuat Allah terhadap Rasulullah Shattatlahu Alolhl wa Sallam dan Nabi
Musa Alalhts Salam.
Adapun Rasulullah Shallallahu Alalhl wa Sallam, beliau mengikatkan batu di
perutnya karena saking laparnya.
Adapun Nabi Musa Ataihis Salam, beliau tidak meminta sesuatu kepada Allah
Ta 'ala pada saat ia berteduh di bawah pohon, selain makanan yang bisa
beliau makan untuk menghilangkan kelaparan nya.
Sungguh banyak sekali riwayat-riwayat dari Nabi Musa Alaihis Salam, bahwa
Allah Ta'ala mewahyukan kepada beliau, "Hal Musa, Jika engkau melihat
kemiskinan datang kepadamu, katakan, 'Selamat datang simbol orang-orang
shalih.' Jka engkau melihat kekayaan datang kepadamu, katakan, 'Ini adalah
dosa yang hukumannya dipercepat.'
Jika engkau mau, aku ketengahkan Nabi Isa kepada baginda, karena ia amat
menakjubkan, la berkata, lauk-ku adalah lapar. Syiarku Ialah takut.
Pakaianku ialah wol. Hewan kendaraan ku ialah kedua kak*u. Lampuku di
malam hari ialah bulan. Bahan bakarku di musim dingin ialah matahari. Buahbuahanku
dan penghidupanku ialah apa yang ditumbuhkan bumi unti*
binatang buas dan hewan ternak. Aku tidur dalam keadaan tidak memiliki
apa-apa. Dan tidak ada seorang pun yang lebih kaya dartku.'
Jika engkau mau, aku ketengahkan contoh keempat, yaitu Nabi Sulaiman bti
Daud Alaihlmas Salam, karena la tidak kalah menakjubkan, la makan roti dari
gandum, memberi roti coklat kepada keluarganya, dan tepmg putih kepada
rakyatnya. Jika malam telah tfca, la memakai baju dari tenunan kasar, dan
tangannya ke lehernya, la semalaman menangis hingga pagi hati. la makan
makanan yang kasar, dan mengenakan pakaian kasar.
Kendati Itu semua, mereka membenci apa saja yang dlbencl Allah Ta'ala,
memandang kecil apa yang dipandang kecil oleh Allah Ta'ala, dan bersikap
zuhud di dalam hal-hal yang Allah bersikap zuhud di dalamnya.
Kemudian orang-orang shalih meniti jalan mereka, menapaktlasi jalan
mereka, mengharuskan dirinya berlelah-lelah, dan memahami ibrah, serta
merenung diri. Mereka bersabar di dunia yang singkat ini dari kenikmatan
yang menipu yang berakhr kepada kemusnahan. Mereka melihat kepada akhir
dunia, dan tidak melihat kepada permulaannya. Mereka melihat kepada hasil
akhir dunia yang pahit, dan tidak melihat rasa manis yang hanya terasa pada
awal-awalnya saja.
Mereka mengharuskan dirinya bersabar dan menempatkan diri mereka seperti
maylt-maylt yang tidak boleh kenyang di dunia, kecuali pada saat yang
dibutuhkan. Mereka makan sebatas untuk menguatkan jiwa, dan ruh. Mereka
menempatkan diri mereka seperti bangkai yang telah membusuk, hingga
membuat siapa saja yang melewatinya, pasti la menutup hidungnya. Mereka
tidak meraih dunia hingga sampai tahap merugikannya, dan tidak sampai
kenyang yang berbau busuk. Dunia dijauhkan dari mereka. Itulah kedudukan
dunia dalam jiwa mereka. Mereka merasa heran terhadap orang yang
memakan dunia hingga kekenyangan, dan bersenang-senang dengannya
hingga rakus. Mereka berkata. Tidakkah kalian lihat bahwa mereka tidak
takut makan? Tidakkah mereka mendapatkan bau busuknya?1
Saudaraku, demi Allah sesungguhnya bau dunia sekarang atau esok itu lebih
busuk daripada bangkai. Hanya saja manusia meminta sabar dengan segera.
Akibatnya, mereka tidak bisa mencium bau busuk. Mereka tidak bisa mencium
bau busuk yang ada di kulit yang membusuk yang mengganggu para pejalan
kaki, dan orang-orang yang duduk di dekatnya.
Cukuplah dunia bagi orang yang berakal, bahwa barangsiapa meninggal dunia
dengan meninggalkan harta yang banyak, ia sangat berkeinginan seandainya
dulu la menjadi orang miskin di dunia, atau orang mulia, atau orang buangan,
atau orang selamat, la lebih senang seandalnya di dunia dulu la menjadi
orang yang menderita, atau rakyat biasa.
Jika engkau meninggalkan dunia ini, pasti engkau lebti senang seandainya
engkau di dunia ini menjadi orang yang paling rendah kedudukannya, dan
orang yang paling miskin. Bukankah ini cukup dijadikan bukti bahwa dunia itu
sangat hina bagi orang yang memikirkannya?
Demi Allah, Jika seseorang mengharapkan sesuatu dari dunia Ini melainkan la
mendapati dunia tersebut berada di sampingnya tanpa la kejar dan
merasakan kelelahan. Namun jika ia telah mendapatkan sesuatu dari dunia
tersebut, ia mempunyai hak-hak Allah di dalamnya, dan ia akan ditanya
tentang dunia tersebut, serta la akan dtilsab karenanya. Jika dem*lan
permasalahannya, maka seyogyanya orang berakal Itu tidak mengambil
sesuatu dari dunia, kecuali sebesar porsi makanannya dan kebutuhannya,
karena khawatir akan ditanya tentang dunia tersebut, dan takut akan
dahsyatnya hisab tertiadap dirinya.
Sesinggiiinya dmia itu jika engkau memikirkannya, tidak lebih dari tiga hari;
hari kemarin yang tidak bisa engkau harapkan lagi, hari yang engkau berada
di dalamnya yang harus engkau manfaatkan sebaik mungkin, dan hati esok
yang engkau tidak tahu apakah engkau berada di hari tersebut atau tidak?
Engkau tidak tahu siapa tahu engkau meninggal dunia esok pagil
Adapun kemarin, ia ibarat orang bijak yang pandai mendidik. Adapun hari ini,
ia ibarat teman yang akan mengucapkan selamat berpisah. Namun, kendati
kemarin telah membuatmu sakit, engkau telah menggenggam hikmah. Jika
engkau telah menyla-nylakannya, engkau mendapatkan ganti. Tadinya
kemarin tersebut tidak ada pada dirimu, namun sekarang ia cepat pergi
darimu.
Adapun esok hari, engkau masih mempunyai secercah harapan. Oleh karena
Itu, berbuatlah, dan jangan tertipu oleh mimpi-mimpi sebelum ajal tiba.
Engkau jangan memasukkan kesedihan esok dan esok lusa ke dalam hati Ini,
karena hal tersebut hanya akan menambah kesedihanmu dan kelelahanmu,
serta engkau kumpulkan pada hari ini sesuatu yang menyempurnakan hariharimu.
Itu hal yang mustahil, karena kesfcukan Itu sangat padat, kesedihan
Itu semakin bertambah, kelelahan Itu semakin besar, dan seseorang
membuang amal dengan wnpian kosong.
Seandainya harapan esok pagi keluar dari hatimu, engkau telah berbuat
dengan baik pada hari ini, dan telah mengurangi kesedihanmu pada hari ini.
Namun harapanmu terhadap esok pagi Itu membuatmu bersikap tidak serius,
dan membuatmu menjadi orang yang banyak menuntut.
Jika engkau Ingti kata-kata singkat, aku pasti mendtskrlpslkan untukmu
tentang dunia di antara dua Jam; satu jam yang telah berlalu, satu jam yang
akan datang, dan satu jam yang engkau sedang berada di dalamnya.
Adapun satu jam yang telah berlalu dan telah lewat, maka engkau tidak
mendapatkan kelezatan di istirahat keduanya dan merasakan sakit tertiadap
musibah keduanya. Sesungguhnya dunia Ialah saat yang engkau sedang berada
di dalamnya. Satu jam tersebut menipumu dari surga dan menggiringmu ke
neraka.
Adapun hari ini -jka engkau memikirkannya- adalah ibarat tamu yang singgah
kepadamu dan akan pergi darimu. Jika engkau menjamu dan melayaninya
dengan bait, la menjadi saksi bagimu, memujimu, dan membenarkanmu di
dalamnya. Jika engkau menjamunya dengan buruk, la berputar di kedua
matamu.
Kedua hari tersebut adalah Ibarat dua saudara. Salah seorang daripadanya
bertamu kepadamu, kemudian engkau bersikap buruk terhadapnya, dan tidak
menjamunya dengan baik. Sesudah orang tersebut pergi darimu, datanglah
orang satunya, kemudian berkata kepadamu, "Aku datang kepadamu setelah
keperglan saudaraku. Jika engkau berbuat baik kepadaku, perbuatan baikmu
Ini akan menghapus perbuatan burukmu kepada suaraku sebelum ini dan
memaafkan apa yang telah engkau perbuat terhadapnya. Hatilah-hatiah
engkau, jika aku berkunjung kepadamu dan aku datang kepadamu setelah
keperglan saudaraku darimu. Sungguh, engkau telah beruntung mendapatkan
pengganti jika engkau mau berpikir. Periksalah apa yang telah engkau slasiakanl
Jika engkau menyamakan orang kedua seperti orang pertama, maka
alangkah pantasnya engkau binasa karena kesaksian dua orang tersebut
terhadap dfrlmul
Sesungguhnya sisa umur Itu tidak ada nilainya. Seandalnya semua dunia
dikumpulkan, maka dunia tidak lebih dari satu hari dalam umur seseorang.
Jangan sekali-kali mayat di kuburan itu lebih bisa menghargai sesuatu yang
ada di tanganmu daripada engkau sendiri, padahal sesuatu tersebut milikmu.
Demi Allah, jika dikatakan kepada mayat di kuburan. 'Inilah dunia Itu dari
awal hingga akhir. Engkau memberikannya kepada anak-anakmu kemudian
mereka bersenang-senang dengannya sepeninggalmu. Engkau lebih mencintai
mereka ataukah lebih mencintai hari di mana engkau dibiarkan beramal untuk
dirimu?" Pasti la memilih pllhan kedua.
Bahkan, seandalnya la disuruh memilih satu jam dengan waktu berjam-jam
milik orang lain seperti telah aku jelaskan kepadamu, pasti la lebih memilih
waktu satu jam tersebut untuk dirinya.
Bahkan lagi, jika ia disuruh memilih antara satu kata yang mendapatkan
pahala dengan hal-hal lain seperti telah aku jelaskan kepadamu, pasti ia lebih
menyukai satu kata tersebut.
Perksalah dirimu hari Inll Lihatlah waktui Agungkanlah katai Hati-hatiah
terhadap kerugian ket*a Hari Kiamat telah tlbal Semoga Allah menjadikan
nasihat ini bermanfaat bagiku dan bagimu. Semoga Allah memberi kita hasil
yang baik.
Assalaamu 'Alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuhu.
11. WASIAT-WASIAT UMAR BIN ABDUL AZIZ TENTANG
ILTIZAM DENGAN SU N NAH
Syihab bin Khiasy berkata, bahwa Umar bin Ab-dul Aziz menubs surat
kepada seseorang dan dalam suratnya Umar bin Abdul Aziz
berkata,"Salam sejahtera untukmu. Ammaba'du.
Sesungguhnya aku mewaslatkanmu agar engkau bertakwa kepada Allah, adil
dalam perintah-Nya, mengikuti Sunnah Rasul-Nya, dan meninggalkan semua
bidah yang diciptakan para pembuat bidah sepeninggal beliau.
Ketahulah, bahwa tidak ada satu bidah pun, melainkan sebelumnya sudah
ada petunjuk tentang bidah tersebut, dan di dalamnya ada ibrah. Hendaklah
engkau konsekwen dengan Sunnah, karena dengan -izwi Atlah-Sunnah tersebut
menjagamu, karena Sunnah tersebut ditetapkan oleh orang yang telah
mengetahui bahwa di luar Sunnah tersebut adalah kesalahan, penyimpangan,
dan kebodohan.
Ridhalah terhadap dirtnu sebagaimana salah satu kaum ridha terhadap diri
mereka, karena mereka berdiri di atas Imu, dan mereka menahan diri dengan
mata yang tajam. Mereka sangat kuat dalam membongkar segala
permasalahan, dan mereka lebih berhak terhadap keutamaan yang ada di
dalamnya. Mereka adalah generasi Islam pertama.
Jika kalian mempunyai petunjuk, sesungguhnya mereka telah lebti dahulu
memilikinya d armada kalian.
Jika Anda berkata, bahwa telah terjadi bidah sepeninggal mereka, maka
sesungguhnya btd'ah tersebut tidak diciptakan kecuali oleh orang yang
berbeda Jalan dengan mereka dan la lebih mencintai dirinya daripada
mereka.
Sungguh mereka telah berbicara dari Rasulullah Shattatlahu Ataitti wa Sallam
dengan perkataan yang tidak ada habis-habisnya, dan memberi sifat dari
beliau dengan sifat yang tidak ada habis-habisnya. Sedang orang-orang selain
mereka, maka mereka sangat pas-pasan, dan orang-orang di atas mereka
tidak bisa berbuat baik seperti mereka. Sungguh, banyak sekali orang-orang
yang bersikap tidak etis terhadap mereka, akfcatnya mereka kasar tabiatnya.
Dan Juga banyak sekail orang orang yang berambisi seperti mereka kemudian
mereka bertindak berlebih-lebihan. Sedang generasi pertama Islam, mereka
tidak seperti itu, namun mereka berada di atas jalanyang lurus."
Imam Malik berkata, bahwa Umar bin Abdul Aziz pernah berkata,
"Rasulullah Shaltattahu Alolhl wa Sallam dan para penguasa sepeninggalnya
telah membuat Sunnah-Sunnah. Mengambl Sunnah-Sunnah tersebut adalah
membenarkan KttabuUah, menyempurnakan ketaatan kepada Allah, dan
merupakan bentuk kekuatan terhadap agama Allah.
Barangsiapa mengambil petunjuk dengan Sunnah-Sunnah tersebut, sungguh la
telah mendapatkan petunjuk. Barangsiapa meminta pertolongan dengan
Sunnah-Sunnah tersebut, ia ditolong. Barangsiapa menentangnya, ia
mengikuti selain Jalan kaum Mukminin, Allah menguasakannya kepada siapa
yang dlkehendakl-Nya, memasukkannya ke dalam neraka Jahannam, dan
neraka Jahannam adalah tempat kembali yang paling buruk."
Imam Malik berkata,
"Aku tertarik kepada Umar bin Abdul Aztz ketika la mewajibkan neraka bagi
orang yang menentang Sunnah."
Tentang ucapan Umar bin Abdul Aziz, "Merupakan bentuk kekuatan terhadap
agama Allah,".
Imam Malik menambahkan,
"Siapa pun orangnya tidak berhak merubah Sunnah-Sunnah tersebut, atau
menggantinya, atau menentang sedikit pun daripadanya."
12. WASIAT AHMAD BIN HANBAL TENTANG MENDIAMKAN
PELAKU BID'AH
Abu Ali Hanbal bin lshaq bin Hanbal berkata, bahwa seseorang menulis surat
kepada Abu Abdiilah (Imam Ahmad) Rahimahuttah. Dalam suratnya, orang
tersebut meminta Imam Ahmad menulis buku tentang penolakannya terhadap
para pelaku bkfah, dan hadir di forum orang-orang filsafat kemudian
mendebat mereka dan memberikan hujjah-hujjahnya kepada mereka. Lalu
Imam Ahmad menulis surat kepada orang tersebut,
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Semoga Allah memberi balasan yang baik kepadamu dan menjauhkan darimu
apa saja yang tidak mengenakkan dan membahayakan!
Sesungguhnya apa yang kita dengar, dan yang kita ketahui dari para ulama
bahwa mereka tidak suka banyak bicara dan duduk dengan orang-orang sesat.
Sesinggiiinya segala persoalan itu harus diserahkan kepada Kitabullah atau
Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan bukan duduk dengan
orang-orang ahli btd'ah dan sesat, agar engkau bisa mengcounter mereka,
karena mereka membuat kerancuan kepadamu.
Jadi keselamatan -Insya Allah- Ialah dengan meninggalkan majlls-majlls
mereka dan tidak larut dalam btd'ah dan kesesatan mereka. Hendaklah setiap
orang bertakwa kepada Allah, dan mengerjakan sesuatu yang bermanfaat
baginya kelak, yaitu amal shalih yang ia persembahkan mtuk dirinya sendiri.
Jangan la termasuk orang pembuat b1d"ah.
Was Salaamu ala*a."
Saya katakan, bahwa banyak sekail di antara ucapan-ucapan para Imam-imam
salaf yang mtlp dengan ucapan orang Jujur kedua, ulama Rabbanl, Imam
Ahlus Sunnah, dan pembela Islam pada hari-hari ujian, Ahmad bin Hanbal
Asy-Syaibani.
Ucapan-ucapan di atas lengkap dengan sanadnya diangkun Syaikh, Imam, Al-
Allamah Al-Hummam Abu Abdullah Ubatdllah bin Muhammad bin Baththah Al-
Ukbarl dalam bukunya yang bermutu yang berjudul At-lbanatu 'an Syartacl Al-
Firaati An-Uaajiyati wa Mu-jaanabati At-Firaaqi At-Madzmumati jilid II hal.
429-483. Bacalah buku tersebut, karena ia bermutu.
Sebagai contoh, cukuplah bagi Anda apa yang ditulis Al-Hummam Abu
Abdullah Ubaidillah pada buku-nya jilid II hal. 429 seperti berikut,
" Aku telah menjelaskan kepadamu wahai saudara-ku -semoga Allah
menjagaku dan menjagamu dari terkena fitnah, dan mellndunglku dan
melindungimu dari cobaan- bahwa yang mendatangkan kematian ke dalam
hati, dan memunculkan keragu-raguan ke dalam hati setelah sebeliannya
yakin Ialah studi, dan banyak bertanya tentang hal-hal yang tidak terbebas
dari fitnah. Sesungguhnya yang membuat hati sakit setelah sebelumnya sehat
dan mencabut pahala sehat daripadanya tidak lawi adalah berteman dengan
orang yang menjiu dan berteman dengannya menjerumuskan orang ke dalam
neraka pada Hari Kiamat.
Adapun studi dan banyak bertanya, maka telah saya Jelaskan. Jika engkau
mendengarkan keteranganku tersebut dengan serius -dengan petunjuk Allah-,
keterangan tersebut bermanfaat bagimu. Engkau mendapatkan kepuasan di
dalamnya dan merasa cukup dengannya.
Adapun pergaulan, maka akan saya bacakan kepadamu. Jika engkau
berpegang teguh kepadanya, maka bermanfaat bagimu. J*a engkau ingin
bergaul dengan Allah, maka semoga Allah memberi hidayah kepadamu."
Setelah Itu, Syafih Al-Humam Abu Abdullah mengetengahkan ayat-ayat,
hadits-hadits, dan atsar-atsar. la mengemukakannya dengan kata-kata yang
mengisyaratkan kecerdasannya, dan larangan menjauhi majlis-majlis pelaku
bidah dan pengekor hawa nafsu, serta bahwa orang-orang yang melakukan Itu
semua berada dalam tepi fitnah, kendati mereka mengklaim tidak sama
dengan mereka. Kita berlindung diri kepada Allah dan su'ul khatimah.
Contohnya Ialah ucapan Syalkh Al-Humam Abu Abdullah pada bukunya Jlld II
hal. 470 seperti berikut,
"Demi Allah, wahai kaum Muslimin, janganlah dugaan baik salah seorang dari
kalian terhadap dirinya, dan pengetahuannya akan kebenaran madzhabnya
membuatnya mempertaruhkan agamanya dengan duduk bersama sebagian
pengekor hawa nafsu dengan berkata, 'Aku masuk kepadanya dengan maksud
mendebatnya atau mengeluarkannya dari madzhabnya.' Karena sesungguhnya
mereka lebih besar fitnahnya daripada fitnah Dajjal, ucapan mereka lebih
lengket daripada kaos kaki dengan kaki, dan mereka lebih membakar hati
daripada kobaran api yang menyala-nyala.
Sungguh, aku pernah melihat sekelompok orang mengecam mereka dan duduk
bersama mereka dalam rangka mengcounter pemikiran mereka. Mereka
merahasiakan makarnya, dan menghaluskan kekafirannya hingga akhirnya
kekafiran mereka pindah kepada sekelompok orang tersebut."
Saya katakan, bahwa Syalkh Al-Humam Abu Abdullah benar ucapannya,
karena hal tersebut kita lihat dengan mata kepala ktta.
Banyak sekail muncul aliran yang mengklaim meniru manhaj generasi salaf,
padahal mereka tidak meniru manhaj generasi salaf, namun karena alasanalasan
tertentu yang sengaja dirahasiakan. Mereka bergaul dengan pengekor
hawa nafsu dengan slogan Ingin mendebat mereka, dan membongkar kedok
mereka. Sayang-nya, mereka tidak menoleh kepada pendapat-pendapat
generasi salaf yang ahli tentang para pengekor hawa nafsu tersebut, dan
telah menguji madzhab-madzhab mereka yang salah, serta memperingatkan
bahaya fitnah yang penuh petaka Ini.
Al-Humam Abu Abdullah berkata di bukunya Jlld II, hal 482,
"Semoga Allah merahmatl para Imam sebelum kita dan guru-guru yang telah
meninggalkan kita. Sungguh mereka telah memberi nasihat kepada kita.
Semoga Allah mengunpulkan kita dan mereka bersama para Nabi, orangorang
yang Jujur, para syuhada', dan orang-orang shallh, karena mereka
adalah sebalt-balk teman. Semoga Allah tidak menjadikan kita termasuk
imam-imam yang menyesatkan, dan salah seorang dari ummat yang
menentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, memerangi beliau,
mencela Sunnahnya, mencaci maki sahabat-sahabatnya, dan mengajak
manusia kepada penipuan dan kesesatan."
Saya katakan, "Semoga Allah merahmatl para Imam generasi salafush shallh
yang lebih dahulu beriman dan berilmu daripada kita. Sungguh mereka telah
menasihati kita dan mereka benar dalam nasihatnya, karena pemandu itu
tidak akan membohongi pengikut-pengikut-nya. Permasalahan Ini tidak akan
terjadi seperti yang kita Itiat sekarang seandalnya manusia mencontoh
generasi salaf. Namun mereka bicara banyak sebelum mereka diisi Imu, dan
memaksa tampil sebelum matang. Mereka memaksa sampai pada tujuan
tertentu padahal mereka belum layak sampai kepadanya. Mereka tidur dari
Ilmu dan tidak bangun-bangun. Mereka mengendali kendaraan keba*an untuk
mengejar keburukan, dan membangun rumah di mata air ilmu. Dengan caracara
seperti itu, mereka ingin dihormati. Ya Allah, kami adukan kepada-Mu
buti yang ada di dalam Ilmu-Imu syarM ini.
Al-Allamah Abu Qastn Al-Lalakal berkata dalam bukunya yang berjudul Syarhu
Ushull t'tiqaadl Ahli As-Sunnati wa At-Jamaati Jilid I hal 17-20,
"Generasi demi generasi telah berlalu hingga zaman memberikan pukulanpukulannya
dan menampakkan peristiwa-peristiwa yang dimilikinya.
Mmcullan kaum yang mengklaim bahwa mereka merupakan generasi
pengganti generasi sebelumnya, dan bahwa mereka lebih banyak karyanya
daripada generasi sebelumnya. Mereka Juga mengakui lebih hebat dalam
mengungkap fakta-fakta ilmiah, lebih tepat penjelasannya, lebih bait hasl
penyelidikannya, bahwa generasi-generasi terdahulu tidak mengadakan
penelitian karena ketidakmampuan mereka, mereka menolak berdialog
dengan para pengekor hawa nafsu karena Ilmunya sedMt, dan bahwa
membela madzhab Itu dengan mendebat orang-orang sesat tersebut. Itulah
yang terjadi hingga mereka merubah kebaikan menjadi keburukan, usang
menjadi baru, dan berpaling dari ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam yang dibawa dari Allah, Allah mewajfckan manusia berdakwah
kepadanya, dan Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepada mereka dengan
memberi hidayah kepada mereka. Allah befirman.
'Dan Ingatlah nikmat Allah pada kalian, dan apa yang telah diturunkan Allah
kepada kalian yaitu Al Kitab (Al Qufan) dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah
memberi pengajaran kepada kation dengan apa yang diturunkan-Nya itu. '
(Al-Baqarah: 231).
Pada ayat di atas, Allah Azza wa Jalla mengingatkan hamba-hamba-Nya
dengan Kltab-Nya dan menghimbau mereka mengikuti Sunnah Rasul-Nya.
Allah Ta 'ala beflrman pada ayat yang lain,
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan pelajaran yang
baik. "(An-Nahl: 125).
Bukannya dengan mendebat dan memusuhinya.
Mereka berpaling dari hikmah dan pelajaran yang baik, beralih kepada selain
keduanya, menempuh Jalan orang-orang sesat, tenggelam bersama orangorang
yang rusak, masuk dalam medan orang-orang bingung, dan menciptakan
dalil-dalil yang bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah. Kemudian mereka
menjadikan dalil-dalil tersebut sebagal agama dan keyakinan setelah
sebelumnya dalil-dall tersebut menjadi dall-dalll permusuhan. Mereka
menyesatkan kaum Muslimin yang tidak seakidah seperti mereka, menamakan
diri mereka sebagai Ahlus Sunnah wa Al-Jamaah, serta menamakan kelompok
lainnya sebagal kelompok bodoh dan tolol.
Kemudian mereka dlcounter oleh orang yang tidak mempunyai secuil
pengetahuan terhadap Sunnah, tidak berusaha mempelajarinya karena la
mendapatkan kesulitan di dalamnya, lebih senang santai, dan membatasi diri
hanya pada namanya saja karena mengejar jabatan, dan ingin namanya
terkenal di kalangan orang-orang awam, dan berambisi Ingin menjadi Imam
Ahlus Sunnah.
Tidak, sesungguhnya persoalannya tidak spertl yang la duga dan terlintas
dalam benaknya, karena Ahlus Sunnah sedikit pun tidak tertarik mengikuti
jalan hidup mereka, kendati mereka ditelati dengan gergaji, dan tidak ingin
menentang seorang pun dengan ucapan yang dihiasi dengan kebohongan.
Kita memohon Allah menjaga kita dari fitnah, menjadton kita komitmen
kepada Islam, dan Sunnah, dan melindungi kita dengan keduanya karena
karunia Nya, dan rahmat-Nya."