Wasiat-wasiat Ulama Terdahulu Syaikh Salim le-d Al-Hilali Judul Asli: Min Washayash Salafy Penerbit: Dar Ibnu Jauzl, Cet. 2 1312 H/1991 M Penerjemah: Fadhli Badrl Lc Pustaka Azzam cet 1. 1420 H/ 1999 M Dlkompllasl ke dalam ebook oleh : kampunssunnah.ors 1430 H/ 2009 M Maklumat: Ebook Ini disebarkan secara gratis di situs kampungsunnah.org, boleh menyebarkan kembali dengan tujuan apapun selama masuk kategori yang dibenarkan oleh syari'at Islam. Daftar Isi MUKADDIMAH 3 I .WASIAT ALI BIN ABU THALIB KEPADA KUMAI L BIN ZIYAD BIN NAHIK AN-NAKH1 7 2.WASIAT SUFYAN ATS-TSAURI KEPADA ABBAD BIN ABBAD AL-KHAWWASH ALAR5UFI 10 3.WASIAT ABBAD BIN ABBAD AL-KHAWWASH KEPADA AHLU AS-SUNNAH WALJAMA'AH 14 4.WASIAT UTBAH BIN CHAZWAN 18 5 .WASIAT SUFYAN ATS-TSAURI 19 G .SURAT UMAR BIN KHATHTHAB TENTANG KEHAKIMAN KEPADA ABU MUSA ALASYARI 21 7.WASIAT WAHB BIN MUNABBIH TENTANG AKHLAK MULIA 28 B .WASIAT AUN BIN ABDUL L AH AL- UDZALI KEPADA ANAKN VA TENTANG KOREKSI DIRI 30 9 .WASIAT ABU DZAR TENTANG INGAT MATI 34 10. WASIAT HASAN BASRI KEPADA UMAR BIN ABDUL AZIZ 36 I I .WASIAT-WASIAT UMAR BIN ABDUL AZIZ TENTANG ILTIZAM DENGAN SUNNAH 42 12.WASIAT AHMAD BIN HANBAL TENTANG MENDIAMKAN PELAKU BID'AH 44 MUKADDIMAH Sesungguhnya puja dan puji milik Allah. Kita meminta memuJI-Nya, meminta pertolongan-Nya, memohon ampunan-Nya, dan berlindung diri kepada-Nya dari kejahatan jiwa kita dan kesalahan amal perfauat-an kita. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyehatkannya. Dan barangsiapa disesatkan Allah, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya, dan Rasul- Nya. Amma ba'du. Sesungguhnya saling berwasiat dalam kebenaran, kesabaran, dan kasih sayang adalah perjanjian Islami yang diambil Allah dan Rasul-Nya dari generasi tauladan pertama, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan bait hingga Hari Kiamat. Allah Azza vta Jalla ber-firman, ljiUi) ljiT ^jjii Ut (2 ) jUfc -ii JllJUl h\ (1 > jlfiiJlj 'Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehatl supaya mentaatl kebenaran dan nasehat menasehatl supaya menetapi kesabaran. ' (Al-Ashr: 1-3). Allah Ta 'ala befirman, 'Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka itu golongan kanan." (Al-Balad: 17-18). Dari Jabir bin Abdiilah Radhiyallahu Anhuma yang berkata, "Aku berbait kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk mendirikan shalat, membayar zakat, dan memberi nasihat kepada setiap MusHm. * (Diriwayatkan Al-Bukharl dan Muslim). Nasihat adalah terminologi yang universal. Nasihat adalah memberikan kebaikan kepada orang yang diberi nasihat. Nasihat adalah kata yang padat makna. Bahkan, tidak ada terminologi lain yang mempunyai makna seluas terminologi di atas. Oleh karena Itu, Rasulullah Shallallahu Alalhl wa Sallam menjadikan terminologi tersebut sebagal agama. Tamlm Ad-Datl Radhiyallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Shattatlattu Maini wa Sallam bersabda, 'Agama itu nasihat.' Kita (para sahabat) bertanya, "Bagi siapar Rasulullah Shallallahu Ataihi wa Sallam bersabda, 'Untuk Allah, Rasul-Nya, pemimpin-pemimpin kaum Muslimin, dan kaum Muslimin secara umum.' (Diriwayatkan Al-Bukharl, dan Muslim). Ini karena nasihat adalah sarana untuk mencapai tujuan agama. Dengan nasihat, terlihatlah profil ummat Islam yang mempunyai esensi khusus, ikatan Istimewa, dan perspektif Integral. Ummat Islam mengetahui esensi tugasnya, yaitu membawa manusia kepada Jalan Iman dan amal shallh. Oleh karena Itu, mereka saung berwasiat sesama mereka dengan apa saja yang membuat mereka mampu bangkit memikul amanah terbesar, dan imamah (kepemimpinan) teragung. Melalui terminologi nasihat yang menghimpun kata saling berwasiat, maknanya, tabiatnya, dan hak*at-nya, maka terlihatlah profil ummat Islam yang mempunyai solidaritas tinggi, akur, terbaik, sadar, dan konsekwen di muka bumi di atas kebenaran, keadilan, dan kebaikan. Nasihat adalah profl paling cemerlang dan luhur ummat pilihan yang dikehendaki Allah untuk tegak menjaga kebenaran dan kebalkan, saling berwasiat dalam kebalkan dan kesabaran dalam nuansa kasih sayang, koperatif, dan persaudaraan. Dengan nastiat, kata saling berwasiat semakin bersemi. Sesungguhnya saling berwasiat dalam kebenaran itu sangat pentwig untuk bangkit dengan benar, karena rintangan itu sangat beragam; hawa nafsu, logika kemaslahatan, kondisi masing-masing lingkungan, dan lain sebagalnya. Salttg berwasiat adalah peringatan, support, perbaikan, merasakan dekatnya tujuan, dan bersaudara untuk mengemban tanggung Jawab dan amanah, la adalah hasil gagasan setiap insan Muslim kemudian menguat, menebal, dan matang di ranting-rantingnya kemudian mengeluarkan buahnya pada setiap saat dengan Izin Tuhannya. Salttg berwasiat dalam kesabaran Juga amat penting, agar potensi ummat semak- kuat untuk tegar dalam kebenaran dengan apa saja yang membangkitkan perasaan kesatuan tujuan, kesatuan perjalanan, soliditas semua ummat, dan pembekalan mereka dengan cinta, tekad, dan semangat pantang menyerah. Saling berwasiat dalam kesabaran adalah standart soliditas ummat Islam. Ummat Islam adalah kumpulan organ tubuh yang seperasaan. Mereka satu perasaan, kemudian masing-masing dari mereka berwasiat kepada sebagian yang lawi agar bersabar dalam memioi tugas bersama. Mereka saling membuat tegar sebagian yang lain hingga tidak merasa rendah dfrl. Mereka saling menguatkan hingga tidak melarikan diri dari medan perang. Ini bukan sabar individual, kendati sabar itu dibangun di atas sabar individual. Sabar adalah pemberian sugesti tentang tugas seorang Mukmin dalam ummat Islam, yaitu la harus menjadi unsur penyemangat dan bukannya unsur pelemah dan penggembos, la harus menjadi penyeru perang dan bukannya penyeru kekalahan, la harus menjadi penunn ketenangan dan bukannya unsur pemicu keluh kesah. Saung berwasiat dengan kasih sayang juga amat penting di atas kasih sayang Itu sendiri, karena saling berwasiat dalam kasih sayang adalah upaya menyebarluaskan perasaan tugas untuk saling menyayangi, dan saling mencintai dalam tubuh ummat Islam. Ini agar bangunan ummat Islam semakin solid, karena anjuran kepada kasih sayang menjadi tugas individu dan kolektif pada saat yang sama. Tugas tersebut dikenal semua Insan Muslim, kemudian mereka saling tolong menolong dalam merealisirnya. Generasi tauladan pertama menerapkan nasihat kepada level terttiggl dan level terendah; Allah, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum Muslimwi secara umum. Mereka merealisir konsep saling berwasiat dalam kebenara, kesabaran, dan kasih sayang. Karena ummat akhir zaman ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan apa yang telah membuat baik generasi pertama, maka saya menjadikan ajaran untuk saling berwasiat sebagai artikel indah yang mengimpun seluruh dimensi kehidupan. Pensilku saya gunakan dalam wasiat-wasiat ini untuk hal-hal berikut; Pertama, seleksi. Saya pilihkan wasiat-wasiat yang terkenal, dan berkembang luas pada periode salafush shalih sejak generasi pertama. Kedua, menyebutkan kesaksian mereka, karena kesaksian mereka adalah pengakuan mereka terhadap apa saja yang ada dalam kesaksian tersebut. Kesaksian tersebut layak dijadikan sebagal mercu suar petunjuk. Ketiga, saya men-takhrtj hadlts-hadtts yang ada dalam wasiat-wasiat tersebut dengan mengacu kepada standart baru tentang pen-takhilj-an hadlts-hadtts. Keempat, Jika saya menemukan komentar atau keterangan dari ulama-ulama salaf tentang wasiat-wasiat tersebut, maka saya gunakan, karena orang terbak yang menafsirkan maksud generasi salaf adalah ulama-ulama salafush shalih Itu sendiri. Kelima, saya membuat kemudahan dalam men-takhrtj atsar-atsar yang ada selagi atsar-atsar tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah umum Syariat. Hal til sudah dikenal di kalangan para ulama. Keenam, saya nfsbatkari setiap wasiat kepada tempatnya (pengucapnya). Ketujuh, saya Jelaskan kata-kata yang asing. Kedelapan, saya memberi komentar singkat tidak bertele-tele di sebagian tempat yang menimbulkan bahan pertanyaan. Kesembilan, saya membuat biografi tokoh-tokoh yang ada dalam wasiatwasiat tersebut. Kesepuluh, saya membuat daftar Isi yang membantu para pencari Ilmu untuk bisa sampai pada tujuannya. Ini semua dengan berharap kepada Allah agar Dia menjadikan buku ini sebagai gema di atas jalan kebenaran, petunjuk bagi para dai yang menjadikan hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Saya memohon Allah Azza v/a Jatia kiranya Dia menerima upaya orang minus Ini dengan penerimaan yang baik, kemudian dengannya Dia menumbuhkan tanaman yang baik, dan membuahkan pahala yang berlimpah pada hari di mana kekayaan dan anak-anak menjadi tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah denga hati yang sehat. Semoga Allah merahmati saudaraku yang pencemberu, pemberi nasihat, dan orang amanah. Jika la melihat kesalahan, la memperbaikinya dengan lebih baik. Atau la melihat kelemahan, kemudian memberiku nasihat, karena kaum Mukminin itu sejajar darahnya. Orang kuat membantu yang lemah, dan mereka adalah satu tangan dalam menghadapi kekuatan non Islam. Buku ini ditulis dengan memuji Allah, dan bershalawat oleh Abu Usamah Salim bin Idul Hilal! pada hati Kamis 12 Rablul Awwal 1410 hljrtyah di Amman. 1. WASIAT ALI BIN ABU THALIB KEPADA KUMAIL BIN ZIYAD BIN NAHIK AN-NAKH'I Kumai! bin Zayyad An-Nakha'i1 berkata, bahwa Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu menggandeng tanganku kemudian mengajakku keluar ke arah dataran tinggi. Ketika kami telah berada di tempat yang tinggi, Ali bin Abu Thalib duduk kemudian menarik nafas panjang, la berkata, "Hal Kumal bwi Zayyad. sesungguhnya hati adalah wadah, dan hati yang paling baik ialah hati yang paling sadar. Jagalah apa yang saya katakan kepadamu. Manusia itu terbagi ke dalam tiga kelompok; ulama Rabbani7, penuntut ilmu di atas Jalan keselamatan, dan orang-orang Jelata pengikut semua penyeru. Kelompok terakhir miring bersama dengan hembusan angin, tidak bersinar dengan cahaya Imu dan tidak bersandar pada tiang yang kokoh. Ilmu lebih bait daripada harta. Ilmu menjagamu, sedang engkau menjaga harta. Ilmu berkembang biak dengan diamalkan, sedang harta berkurang dengan infak, dan mencintai Ilmu adalah agama. Ilmu membuat ulama ditaati sepanjang hidupnya dan dikenang sepeninggalnya, sedang kebalkan karena harta Itu hilang bersamaan dengan hilangnya harta. 1 la o r a n g mul ia, di t a a t i k a umn y a , t e rma s u k t a b i i n y a n g Jujur, l a dibunuh M-Ha J J a J Ms -Tsaojaf l d a l a m Keadaan ter ikat p a d a t ahun 82 MJr tyan. S e c a r a leng k ap blegraf l K uma l i di jelaskan « - F a s a w l d a l a m bukunya / ( * o H J W i ™ / t - T o r iWi J l l d II nal . 4 8 1 . Kejujuran Kuma l i d i t ent ang b n u Hl b b an Rohr / iwnuUah d a l am b u a i n y a AaTskicct Jilid 5 n a L 341 da n bununya y a n g lain / l - A B / r u n l t o Jldd II nal . 2 4 1 . I lmu Hlbban b e r k a t a , H a d i t s K ima i l s a n g a t munk a r , riwayatnya h a i u s di jauhi , d a n t i d a k buleti di j adi k an sebaga i h u j j a h . - Hal ¥i i t e l a h di ingatkan Al -HaTidz Al -wa z i ( b n Ibnu Ha j a r seper t i t e r i f t a t ( talam buku Tahdribii M-Tttidrib j i l id VIII h a l . 4 4 8 . Al - l raqi b e r k ome n t a r t e r l i a ( t i p ( l - H a r i d z ( l ^ a z i i b l a m b u k i ^ y a D z o i l u J i - « t e y f f h o L 2 3 9 sebagai ber ikut , Al-Mazi b e r k a t a b a h h a fcnu Hf c b an me n y e b u t k a n K u m a l d a l am k e k m p D k per awi y a n g jujur . Hamu n s e sung guhny a y a n g di sebut k an b n u Hf c b an ter sebut a d a l a h Kahi l tiki Z i y a d , d a n me n y e b u t k a n b a hwa ia meriwayatkan h a dHs dari A b u Hurai rah d a n b a hwa Ab d u r r a hman bwi Ab i s me r iwa y a t k an hatfits d a r i p a d a n y a . - Saya k a t a k a n , b a hwa y a n g benar i a l a h y a n g dikatakan Al -Ha f i d z Al -Ma z i , k a r e n a Ibnu Ht j b a n m e n g e l e n p c k k a Kumai l d a l am keLmnpck nr ang - o r ang y a n g jujur p a d a bukuny a Ats-Tsitfont j i l id V ha l 3 4 1 . dan meny i f a t iny a d e n g a n An-Ha kh1 d a n Al -Kuf i . ( b n t i d a k me n y e b u t k a n n y a s e b a g a i Kahi l bin Z i y a d . Hal ¥i i t idak a d a s a l ahny a ka l au Kumai l me r iwa y a t k an hadi t s dar i A b u Hur a i r ah, k a r e n a Kuma i l bwi Z i y a d dikenal seper t i i tu seper t i ter l iha t d a l am buku-buku biog raf i t e n t a n g di r inya. Referensi t e n t a n g biog raf i K uma l : M-Tariku At-KaUni Jilid VI I nal . 2 4 3 , M-Jartu vta AtTMIt J l l d VI I n a l . 174, Tohdr i f iuJ f -Tonf J z ibj j i l k l VIII hal . 447-44S , Taqnbu M-TOOzila jilia II h a l . 136, Hiumu At-rtHat jilid III hal . 4 1 5 , Danbi Al-Kasyjf Iwl. 239, At-Tsitjnnt jitid V hal . 3 4 1 , jM-At o jmhm j i l i d II h a L 2 4 1 , d a n lai n seba g a iny a. Ulama Rabbani i a l ah l i a m a y a n g me n g ama l k a n Imu n y a , d a n bi j ak d a l am memimp i n umma t . la me n d i d i k mereka mim dar i i lmu y a n g kec i l k e p a d a I m u y a n g bes a r . Para penyimpan harta telah mati, padahal sebenarnya mereka masih hidup, sedang para ulama abadi sepanjang zaman. Diri mereka telah stna, namun suri tauladan mereka tetap melekat di dalam hati. Ha..haa. Sesungguhnya di sini -sambil menunjuk ke dadanya- ada ilmu, jika aku menerimanya dengan benar.3 Namun, sayang sekali, aku menerimanya dengan cepat memahaminya namun tidak amanah di dalamnya, mempergunakan alat agama untuk membeli dunia, meminta diperlihatkan hujjah-hujjah Allah terhadap Kttab-Nya, nikmat- nikmat- Nya terhadap hamba-hamba-Nya, atau diberikan kepada orang-orang yang benar yang tidak mempunyai hujjah nyata di dalamnya. Sifat ragu-ragu membekas dalam hati sejak awal syubhat yang datang kepadanya, la tidak termasuk kelompok ini dan kelompok itu. la tidak mengetahui di mana kebenaran berada? Jika ia berkata, ia salah. Jka ia salah, ia tidak mengetahui kesalahannya, la hobi terhadap hal-hal yang hakikatnya tidak la ketahui, la menjadi fitnah bagi orang yang terkena fitnahnya. Sesungguhnya puncak kebalkan adalah orang yang dikenalkan Allah kepada agama-Nya, dan cukuplah seseorang dikatakan bodoh jika ia tidak mengenal agamanya, la tenggelam dalam kenikmatan, gampang disetir syahwat, tergoda mencari harta dan menumpuknya, serta bukan termasuk dai-dai agama. Sesuatu yang paling mirip dengan mereka yaitu hewan ternak. 4 Begitulah, ilmu mati dengan kematian orang-orang yang mengembannya.' fiti bin A b u T h a d b Radhtyatlanu Anhu memb a g i p a r a p e n c i t r a I lmu y a n g ter cela Ke d a l am t i g a kelompok; Pertama, ahl i b i d a h y a n g Jahat, la t idak memp u n y a i s i fat ama n a h , dan Ima n . la me n o l a k Kebena r an y a n g dibawa M - C s i r a n , s omb o n g terhadap ma n u s i a , dan memb a n t a h a y a t - a y a t U l a h t a n p a d a s a r huj ] ah. Sesungguhnya y a n g a d a p a d a d i r i n c i ada l ah Ke s omb o n g a n , tedua, peng e k o r y a n g suKa menlnj t a n p a d a s a r d a l l (bui k e y a k inan. Ketiga, o r a n g y a n g me n g l a j t i syartwat-syahwat b a d a n (bui harta. 4 Or a n g - o r a n g y a n g Rabbani me n g e t a h u i d e n g a n pa s t i , b a hwa s yet an dar i g o l o n g a n ma n u s i a d a n j in i t u menyerang ma n u s i a d e n g a n d u a s enj a t a : Pertama, s y u b h a t - s y u t h a t u n t u k me r u s a k pemiki r an me r e k a kemudi an me r e k a t e i s e s a t Karenanya. Kedua, s y a hwa t untuK me n j s aK akhlak me r e k a . Kemu a l a n me r e k a t e r p e d a y a Karenanya. Al l ah Taata beTIrman, "Dan Atlah hendak menerima taubat kalian, i€den% oiang-orong y a n g mengikuti ttnnn nafsunya neimsksiKl upaya ftoHon berpating s e j a uh- j a uhn y a (dari kebenaran)." ( f t i -NI s a 1:27). Orang Mu kmi n y a n g b e r b a t a s a n d e n g a n hawa n a f s u r y a ber juang melawan s yet an- s yet an ter sebut d e n g a n dua s e n j a t a y a n g l e b t i k u a t (bui d i g d a y a ; Pertama, k e y a k inan, kemudi an d e n g a n keyakinan i r i l ah ia menghancur k an seluruh s y u b h a t dan k h a y a l a n - khayalan kDKTig. Kedua, kes aba r an, k emu d i a n d e n g a n kesabaran ter sebut ia memb e r a n g u s s e l u n i i syahwat dan hawa n a f s u . barangsiapa berhas i l me l ewa t i rintangan ter sebut , i a me n j a d i p a n u t a n e r ang - e r ang y a n g ber t a kwa , k a r e n a kepemimpinan d a l am a g ama i t u t idak bi s a di raih kecual i d e n g a n k e s a b a r an (bui k e y a k inan. U l a h Taata beTirman, Ya Allah, betul sekail bahwa dunia tidak pernah sepi dari orang yang membela Allah dengan huJJah-huJJah-Nya, agar hujjah-hujjah Allah dan keteranganketerangan- Nya tidak terkalahkan. Mereka jumlahnya tidak seberapa banyak, namun mereka orang-orang yang paling berat timbangannya di sisi Allah. Dengan mereka, Allah membela hujjah-hujjah-Nya hingga mereka menunaikannya kepada orang-orang yang semisal dengan mereka, dan menanamkannya ke dalam hati orang-orang yang seperti mereka. Dengan mereka, ilmu menghadapi segala persoalan kemudian mereka menganggap enteng apa yang dianggap sulit oleh orang-orang yang hidup mewah dan tidak takut terhadap apa saja yang ditakutkan orang-orang bodoh. Mereka berada di dunia dengan badan mereka, sedang ruh mereka berada di tempat yang tinggi. Mereka adalah khalifah-khalifah Allah di bumi-Nya dan dai-dai-Nya kepada agama-Nya. Ha..Haa. Aku ingin rindu Ingin melihat mereka. Aku meminta ampunan kepada Allah untukku dan untuk-mu. J*a engkau mau, berdrilahl" (Diriwayatkan Abu Nu'aim dalam Hilyatu At-Avtiya' jilid I hal. 79-80). "Dan Kami Jadikan di antara mereka ttu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perlmah Kamtkettka mereka sabar. Dan odatah mereka meyaldnt ayat-ayat Kami. " ( t e & r j a a n : 27) . 5 D a U n y a I a l ah s a b d a Rasulul lah Shatlatlahu Alami wa S u i t a n , "Sesungguhnya Allah tidak mencabut Ilmu dengan cara mencabuoTyadarthamba-hamba-Nya- Namun Dia mencabutnya dengan mencabut para ulama, hingga jika arang berilmu tidakadalap, maka manusia menjadikan orang^trang bodoh sebagai pemimpin. Jika mereka ditanya, mereka berfatwa tanpa datar ilmu. Dalam riwayat lain, 'Mereka berfatwa berdasarkan pendapatnya. 'Mereka sesat dan menyesatkan. ' 2. WASIAT SUFYAN ATS-TSAURI KEPADA ABBAD BIN ABBAD AL-KHAWWASH AL-ARSUFI ufyan Ats-Tsauri Rahimahutlah6 menulis surat kepada Abbad bin Abbad Al-Khawwash. Dalam surat-nya, Sufyan Ats-Tsauri berkata. "Atnma ba "du. Ketahulah, bahwa sekarang ini engkau berada di zaman di mana sebelumnya para sahabat Rasulullah Shallaltahu Ataihi wa Sallam meminta perlindungan dari berada pada zaman tersebut. Mereka mempunyai ilmu yang tidak kita miliki, dan mempunyai keberanian yang tidak kita mtlkl. Maka bagaimana jika kita berada pada zaman tersebut, sementara kita hanya bermodalkan ilmu yang pas-pasan, sedikit kesabaran, sedikit pendukung dalam kebaikan, manusia sedang rusak berat, dan dunia sedang keruh? Hendaklah engkau berpegang teguh kepada ILmu, dan merahasiakan diri, karena sekarang zamannya merahasiakan dt l . 7 Hendaklah engkau melakukan 6 N ama l eng k a pny a lelah Sufyan bin S a l d bin Ma s n u q At s -Ts aur l . la dl -na s abk an Ke p a d a Tsaur b h A b d u Manaf d a n i k a n n y a Tsaur Hamd a n . Sufyan At s -Ts a u r t e rma s u k gudangny a * m u d a n g u n u n g r a p a l a n I lmu . Jln j i l id I, h a l . 87, "Pemahaman y a n g b ena r , d a n ma k s u d y a n g b a i k ada l ah s a l ah satu ni kma t t e r a gun g y a n g df cer ikan Al l a h kepada h amb a - h amb a -Ny a . Bahkan sea r ang h amb a t idak dfcer i ni kma t y a n g l e b f . a g u n g setel ah I s l am da r ipada k e d u a n i kma t ter sebut . Ka rena k e d u a ha l di a t a s ada l ah b a t a n g I s l am d a n b l am berdi r i teg ak di atas keduany a . Deng an k e d u a ha l ter sebut , s e o r a n g h amb a bi s a s e l ama t dari j a l a n o r ang - o r ang y a n g dimurka i k a r e n a ma k s u d me r e k a tel ah rusak, d a n s e l ama t dari j a l a n a r a n g - a r a n g sesat k a r e n a p ema h ama n mereka rancu ( rusak) , ser ta l a t e rma s u k o r ang - o r ang y a n g di set i ni kma t d a l am bentuk p ema h ama n y a n g benar dan ma k s u d y a n g baik. Me r e k a a d a l a h peng i kut Jalan y a n g lurus . S e o r a n g muftJ tidak mu n g k t i bi s a berfatwa d e n g a n b e n a r d a n h a k im t i d a k mu n g k i r bi s a memu t u s k a n per ka r a d e n g a n b e n a r pul a kecual i dengan d u a b e n t u k p ema h ama n ; Pertama, mema h ami real i tas , me n g e t ahu i n y a , dan me n g e l u a r k a n I lmu ha k i k a t t e r h a d a p real i tas berdasarkan shyal - s InyaL dan t a n d a - t a n d a y a n g ter l ihat l i n g g a l a me n g e t a h u h y a . Kedua, mema h ami kewa j iban t e r h a d a p real i tas , y a i tu mema h ami h u k um Al l ah y a n g tel ah Dia t e t a p k a n d a l am Ki t ab-Hy a a t a u mel a lui Ra sul -Hy a t e n t a n g real i tas ter sebut . Kemudian ia me n e r a p k a n s a l ah satu dar i k e d u a p ema h ama n t e r s e b u t t e r h a d a p p ema h ama n y a n g lain. Ba r ang s i apa me n c u r a h k an s e g e n a p t ena g any a , dan memu s a t k a n p e rha t i anny a terhadapny a , ia mendapatkan d u a p a h a l a a t a u satu p aha l a . Ulama sejat i i a l ah a r a n g y a n g mamp u me n g h u b u n g k a n p ema h ama n t e n t a n g real i tas k e p a d a p e n g e t a h u a n tentang hukum Al l ah, dan Rasul -Nya, seper t i h a l n y a saks i Nabi Yu s u f Aanhis Salam mamp u me n g h u b u n g k a n baju ba g i an bel a k ang Yu s u f y a n g robek k e p a d a t e r b e b a s n y a Yu s u f dar i tuduhan y a n g d i a r ahk an k e p a d a n y a dan kebena r anny a . A t a u seper t i h a l n y a Sulawnan bin Daud Aanhimas Sahan y a n g me n g h u b u n g k a n per k a t a any a , B e r i a ku pi sau u n t u k a ku guna k an memb e l a h bayi irrl u n t u k karJan berdua, ' k e p a d a pengetahuan s iapa s e b e n a r n y a Ibu si J abang b a y i . A t a u seper t i h a l n y a AU bin Abu Th aHb RadMyattahu Anhu yang me n g h u b u n g k a n u c a p a n n y a k e p a d a wa n i t a y a n g m e m b a r a surat Hatfrlb ket i k a la me n o l a k rnemberlkannya k e p a d a n y a , E n g k a u me n g e l u a r k a n surat ter sebut a t a u k ami me n e l a r l ] a n g V r u F , k e p a d a mengeluarkan surat ter sebut da r ipadany a. Da n lain s e b a g a t i y a . Ba r ang s l apa me n g k a j i Syar iat d a n Perlakukan sama semua manusia dalam pandangan matamu, keadilanmu, dan kurslmul Agar orang yang berkedudukan tinggi tidak bermaksud jahat kepadamu dan orang lemah tidak patah semangat untuk mendapatkan keadilan darimu.17 Pahamilah dan pahamilah apa saja yang tidak jelas dalam dadamu, selagi Al- Qur"an tidak menurunkan ayat tentang hal tersebut, dan tidak disebutkan Sunnah. Ketahutah semua perumpamaan» dan timbanglah sesuatu dengan sesuatu yang sama dengannya! Perhatikan mana di antara perumpamaan tersebut yang Lebii dekat kepada Allah» dan paling mendekati kebenaran, kemudian Ikuti dia dan berpegang teguhlah kepadanyal18 Keputusan yang telah Anda berikan kemarin jangan menghalangimu untuk mengkaji ulang dan mudah-mudahan Anda diberi petunjuk di dalamnya, karena mengkaji ulang kebenaran itu lebih baik daripada berlarut-larut dalam kebatilan.19 keputusan-keputusan p a r a s a h a b a t , la me n emu k a n s a r a t d e n g a n hal -hal di a t a s . Ba r ang s i apa t i d a k menempuh Jalan t e r s e but , l a meny l a -ny l a k an h a k ma n u s i a . " 1 7 Ibnu Oa y y lm Al -Jauzlyyah ber k a t a d a l am b u k i n y a , rtaamu At-MuwajcjITn Jilid I, h a l . 6 9 , "Jika hakfrn memb e r i k a n pe rha t i an y a n g s ama t e r h a d a p kedua b e l ah pihak y a n g beperka r a. I tul ah s imbol keadilannya d a l am keputus anny a . Jika l a meng khusus k an s a l ah satu dari k e d u a b e l ah pihak. I tul ah sfrnbol ketidakadilannya dan k e d z a nma n n y a . Saya b a c a di sebag ian sejarah kuno , b a hwa s a l ah s e c r a n g h a k im di B a r i Israel memb e r i wasiat: k epad a keluarganya. Jika setelah me r e k a me n g u b u n \ a n n y a , ma k a setel ah b e b e r a p a l ama me r e k a ha rus meriggauhya agar me r e k a me n g e t a h u i a p a k a h ter j adi pe rubahan p a d a J a s adny a a t a u t idak? S e b e l u m menfriggaL dunia, h a k im t e r s e b u t berka t a , 'Aku t idak pernah b e r bua t tidak adi l d a l am memb e r i k a n keputus an h u k um, n amu n pernah ter j adi d u a e r a ng y a n g beperkara, ma s u k k e p a d a k u dari s a l ah s a tuny a adalah t ema n d e k a t k u . Kemudian a ku me n g g u n a k a n tet ingaku untuk me n d e n g a r u c a p a n t ema n d e k a t k u tersebut lebih b any a k da r ipada me n d e n g a r k a n u c a p a n pihak s a tuny a . ' Me r e k a me l a k u k a n wa s i a t n y a , kemudi an me r e k a met iha t tel ing any a d ima k a n t a n a h d a n t u b u h n y a y a n g lain t i d a k berubah sedl r f t p u n . Me n g khu su s k an s a l ah satu p i h a k y a n g beper k a r a d a l am duduk, s amb u t a n , d a n p e n g h o rma t a n me n imb u l k a n dua kerus a k an; Pertama, pihak y a n g df jer i pe rha t i an ter sebut s ang a t b e r a n i ) » me n a n g d a l am ka susny a , kemudi an ha t iny a me n g u a t . Kedua, p i h a k s a tuny a putus a s a dari me n d a p a t k a n k e a d l a n dari h a k r n , me l ema h k a n ha t iny a , dan me l ema h k a n huj jahnya. " 6 b n u Qa y y im Al -Jauziyyah b e r k a t a d a l am b u k u n y a , ratamu Ai-iWmoqq>)n j i l id I, hal . 130-131, "rrilah salah satu pi j akan p a r a peng i kut qiyas d a l am Syar iat . Me r e k a ber ka t a , b a hwa surat Uma r bin Kha ththa b kepada Abu Mu s a ter sebut t idak d i t ent ang s e o r a n g p u n dari s ahaba t . Bahk an, me r e k a sepa k a t me n g a t a k a n bahwa surat ter sebut ada l ah c j i y a s y ang n o t a b e n e me r u p a k a n s a l ah satu dari pr ins ip-pr ins ip S y a r i a L " 1 9 b n u QayyVri Al - J auz i y y ah b e r k a t a d a l am buki r r y a , rammu Ai-Akfwaqqixi j l i d I, h a L 110, U m a r bi n Khaththab Rndtir^aiaittu Anhu i n g r i me n g a t a k a n , b a hwa j i k a e n g k a u ber sung g i r i - sung g i r i d a l a m mengeluarkan k e putus an, k emu d i a n me n d a p a t k a n p e rma s a l a h a n y a n g s ama , ma k a t idak a d a s a l ahny a engkau me n g k a j i I j t i h a d p e r t amamu ter sebut , karena I j t ihad I t u bi s a b e r u b a h . I j t ihad p e r t ama Juga tidak ada s a l ahny a di ter apkan p a d a ma s a l a h k e d u a . Jika I j t ihad ter sebut terbukt i kebena r anny a , k a r e n a kebenaran I t u s ang a t l a y ak untuk di ikut i , d a n lebih dahulu a d a d a r i p a d a keba t i l an. Jlem1Uh I j t ihad k e d u a ter sebut l e b t i ba i k da r ipada ber l a rut - l a rut me n g g u n a k a n I j t ihad p e r t ama . " 1 0 b n u Oa y y lm Al - Subhanahu me n j a d i k a n umma t I r i sebagal umma t y a n g per teng ahan a g a r me r e k a me n j a d i saks i y a n g a d i bagi manus i a , ma k a me r e k a s e b a g i an dari me r e k a me n j a d i pembela, ba g i s e b a g a in y a n g Lain, kecual i terhadap a r a n g y a n g t idak boleh mel a lujka r kes aks i an, yai tu a r a n g y a n g pernah memb e r i k a n kes aks i a n palsu. Kes aks i anny a t idak boleh di ter ima. At au o r a n g y a n g pernah di j a tuhi tmduS ( h u k ima n ) , k a r e n a U l a h Subftanahti me l a r a n g me n e h r n a kesaks iannya. A t a u o r a n g y a n g di cur i gai ing in me n g amb i l ma n f a a t pr ibadi dari o r a n g y a n g ia ber i kes aks i an, seper t i kesaks ian pemi t ik b u d a k t e r h a d a p b u d a k n y a y a n g tel a h dimerdek a k an d e n g a n uang , atau kesaks ian b u d a k y a n g tel ah d r n e r d e k a n terhadap t u a n n y a Jika l a t e rma suk d a l am o r ang - o r ang y a n g b e r a d a d a l am t a n g g u n g a n n y a . Kesaks ian t ema n k e p a d a t ema n l a inny a Juga t idak d i t e r ima Jika di d a l amn y a t e r d a p a t unsur -unsur y a n g mencur i g a k an d a n Jika di d a l amn y a tidak ada unsur -unsur y a n g mencur i g a k an, ma k a d i t e r ima . I r i l ah y a n g b e n a r . " 1 1 b n u O a y y t n Al-JauzTyyah b e r k a t a d a l am bukuny a, rtaamu At-Nuwa Khathr t iab Radhtyattahu Anhu t i g t i me n g a t a k a n , b a hwa b a r a n g s i a p a k e b a i k anny a ter l ihat oleh ki ta d e n g a n terang-terangan, ma k a kes a k s i anny a ki ta ter ima , d a n a p a y a n g di r aha s i akan ter t iadap k ami , ma k a k ami serahkan sepenuhny a k e p a d a Al l ah, k a r e n a Al l ah S u b r u r u f u t idak menj adi k an h u k im- h u k im d u n i a berdasarkan sesua tu y a n g di r aha s i akan hat i n amu n berda s a r kan sesua tu y a n g t e rhha t , dan sesua tu y a n g dirahasiakan hat i ada l ah c a b a n g n y a . Ad a pun h u k um- h u k im akhi rat , ma k a berda s a r kan sesua tu y a n g dirahasiakan h a t i . d a n sesua tu y a n g ter l ihat ada l ah c a b angny a . 3 3 Ibnu Oj ryyim Al - J auz i y y ah b e r k a t a d a l am buki r r y a , Ifanmu Ai-/tifwaqqS~>n j i l i d I I , h a L 176-177, ~rri adalah bentuk i b a d a h p a r a h a k im dan p a r a p e n g u a s a y a n g diper intahkan k e p a d a me r e k a . Al l ah Subhatahii memp u n y a i b e n t u k i b a d a h k e p a d a set i ap o r a n g sesua i d e n g a n keduduk anny a , selain i b a d a h u m u m y a n g me n c a k u p s emu a h amb a - h amb a -Hy a di d a l amny a . Ibadah u l ama i a l ah henda kny a ia meny e b a r lua s k an i lmu dan 5 i n n a h y a n g d i b awa Rasulul lah Shataitatui Ahahi w So/ tor r dari A l l a h . Ibadahny a wa tidak d r j e b a n k a n k e p a d a o r a n g b o d o h . Selain i t u , i a harus bersabar d a l am menj a l ank an i tu s emua . Bentuk r j a d a h h a k r n i a l ah me n e g a k k a n k e b ena r an, me n e r a p k a n n y a , mewa j i b k a n n y a k e p a d a o r a n g y a n g berhak, b e r s a b a r terhadapny a , d a n ber j ihad di d a l amn y a y a n g b e r b e d a d e n g a n mu f t i . Barangsiapa niatnya baik, dan niatnya Ikhlas karena Allah, maka Aliah melindunginya dari manusia.13 Bentuk i b a d a h o r a n g k a y a i a l a h memn a l t a n h a k y a n g a d a di d a l am ha r t any a d a n i b a d a h n y a r r i b e r b e d a dengan i b a d a h o r a n g mi s k r i . Ibadah o r a n g y a n g s ang g i r j metaJuJtan ama r ma ' ruf dan nahi mu n k a r i a l a h dengan t a n g a n n y a d a n I s a n n y a . Pada suatu har i , Y a h y a bin M t e d z pernah memb a h a s ma s a l a h j r i a d , dan ama r ma' ruf d a n nahi munk a r , kemudi an s a l ah s e o r a n g wa n i t a ber k a t a k e p a d a n y a , K ewa j i b a n ter sebut tel ah d r i a p u s dari k ami . ' Y a h y a bin Mu a d z ber ka t a . T a r u h l a h mi s a l n y a Al l ah tel ah me n g h a p u s s e n j a t a t ang an d a n s e n j a t a l i san dar i k a l i an, sesunggirmya Di a t i d a k me n g h a p u s s e n j a t a hat i dar i kal ian. ' Wa n i t a ter sebut ber k a t a , "Engkau bena r . ' Ibtis telah me n i p u k e b any a k an o r a n g d e n g a n memb u a t me r e k a b a g u s d a l am me l a k u k a n akt i f i tas -akt i f i tas seperti dt ikl r , t l l awah Al -Oj j r 'an, sha l a t , p u a s a , z u h u d di dunia, dan meng i sol i r dini. Namu n me r e k a t i d a k mengerjakan fcadah-lbadah di a t a s , dan t idak me n y u r u h ha t iny a me n g e r j a k a n n y a . Me r e k a d a l a m p a n d a n g a n p a r a u l ama p ewa r i s Nabi ada l ah ma n u s i a y a n g p a l i n g mt r lm a g ama n y a . S e sung guhny a a g ama I a l ah me n g e r j a k a n per int ah Al l ah sesuai d e n g a n y a n g dlper lnt ahk an-Ny a . Jadi o r a n g y a n g me n i n g g a l k a n hak-hak Al l ah y a n g w a j l s l a l a kuk an ada l ah lebih b u r u k di sisi Al l ah dan Ra s u l -Ny a da r ipada pelaku ma k s i a t . Sesungguhnya t idak me n g e r j a k a n per int ah i t u l ebih bes a r d o s a n y a da r ipada me n g e r j a k a n l a r a n g a n k a r e n a t i g a puluh a l a s an seper t i di sebutkan guru k ami d a l am b e b e r a p a bukuny a . Ba r ang s i apa memp u n y a i pengetahuan t e r h a d a p a j a r an Rasulul lah Shalfalfahti Aanhi wa Saltam y a n g d i b awa dar i A l l a h , a p a y a n g terjadi p a d a b e l i a u , d a n a p a y a n g ter jadi p a d a s aha b a t - s aha b a tny a , ma k a i a me n g e t a h u i b a hwa s e b a g i a n besar o r a n g y a n g d i p a n d a n g k u a t a g ama n y a ter sebut ada l ah o r ang - o r ang y a n g mi n r n a g ama n y a . Ha n y a kepada Al l ah ki ta memi n t a per tolong an. A d a k a h a g ama dan keba i k an p a d a o r a n g y a n g met iha t l a r a n g a n - larangan Al l ah di ter j ang , h u k uma n - h u k uma n -Ny a di s ia- s iakan, a g ama - N y a tidak d i ama l k a n , d a n Sunna h Rasul-Nya dlbenc l , n amu n ha t iny a d t i g l n ma t i , mu l u t n y a d i am seper t i Ibl i s y a n g tul i . s e b a g a ima n a b a hwa orang y a n g me n g u c a p k a n keba t i l an I t u ada l ah s yet an y a n g berbicara? Me r e k a - selain me r e k a g u g u r d a l a m p a n d a n g a n Al lah d a n me n d a p a t mur k a -Ny a - , me r e k a di d u n i a d i t imp a coba an y a n g s ang a t bes a r t a n p a mereka s ada r i , y a i tu k ema t i a n h a t i . Jika hati hidup, ma k a la s empurna , k ema r a h a n n y a k a r e n a Al l ah d a n Rasul-Nya s ang a t kua t . dan p emb e l a a n n y a terhadap a g ama n y a ama t s emp u r n a . " 3 3 fcnu Qa y y r n Al - J auz i y y ah ber k a t a d a l am bukuny a , floamii Ai-MtfwaqqS>n j i l id I I , h a l . 178-160, " M ada l ah s a u d a r a k a n d u n g p e r k a t a a n kenabi an. Perka t a an ter sebut l a y ak keluar dar i pel i t a p a k a r hadi t s dan o r a n g y a n g dt ser l I l h am. Ke dua perka t a an ter sebut t e rma suk k e k a y a a n I lmu . Ba r ang s i apa ber1nfaq dengan k e d u an y a d e n g a n b a H 1B bi s a memb e r i ma n f a a t k e p a d a o r a n g lain, dan l a me n d a p a t k a n p u n c a k ma n f a a t . Perka t a an p e r t ama i a l ah ma t a air keba i k an d a n sumberny a . Perka t a an k e d u a i a l ah sumber keburukan. Sesungguhnya Jltnh kami menyembah dan hanya kepada fji$km>tnh kami mohon pertolongan. TunjuHkJ} kami jalan yang Jurus. ' [U-Fat ihal i :5-6j . Jadi o r a n g y a n g p a l i n g b e r b a h a g i a I a l ah o r a n g y a n g ber ibadah, o r a n g y a n g m e m i n a p e r t d o n g a n , d a n m e m t i t a pe tunjuk k e p a d a t u j u a n . S e d a n g o r a n g y a n g pat ing c e l a k a I a l ah o r a n g y a n g tidak memp u n y a i ketiga ha l t e r s e b u t A d a o r a n g y a n g memp u n y a i . "Hanya kepada Engkai-tah kami menyembah. ' Namu n t e r ha d a p . Van hanya kepada Engkou-toh kami mohon pertolongan. ' l a miskwi a t a u lemah sekal i . Or a n g tersebut h i n a d a n sedih. A d a o r a n g y a n g k u a t d a l am, "Dan hanya kepaaa Engkaulah kami mohon pertolongan.' Namu n i a lemah d a l am, "Hanya kepaaa Engkaulah kami menyembah.' M a u b ahk an i a t i d a k meml i k i n y a s ama sekal i . Or a ng ter sebut memp u n y a i k e kua s a an dan kekua t an. Namu n k eme n a n g a n akhi r tidak b e r a da di t ang anny a , d a n ma l a h la me n d a p a t k a n hasil a khi r y a n g p a l i n g buruk . A d a o r a n g y a n g k u a t dalam, hanya kepada Ehgkautah hamf mertyembah dan hanya kepada Engkau tat) kami m o h o n peftotonsan.' Namu n la terhadap hida y ah k e p a d a Jalan y a n g benar , l a l ema h sekal i seper t i a p a y a n g ter j adi pada ahl i fcadah, d a n o r ang - o r ang z u h u d . Me r e k a s a n g a t m i i l m I m u n y a terhadap ha k i k a t -ha k i k a t pe tunjuk dan a g ama y a n g benar y a n g d i b awa Rasulul lah Shcttcttahu AktiM \va Sattam dar i A l l a h . " Uc a p a n Uma r bi n Khaththab Hadhjyallahu Anhu, " M fcnu Qa y y im Al -Jauziyyah ber k a t a d a l am bukuny a, flaamu At-Muwaanjln j i l id I, hal . 109, T e r d ama i a n yang me n gha l a l k a n sesua tu y a n g h a r am dan me n g h a r amk a n sesua tu y a n g halal seper t i p e r d ama i a n y a n g mengandung p e n g h a r ama n b e b e r a p a hal y a n g ha l a l , atau pengha l a l an b e b e r a p a ha l y a n g h a r am, a t a u perbudakan o r a n g me r d e k a , a t a u pe rubahan na s ab atau perwa l i an dari satu t emp a t ke t emp a t l a inny a , atau mema k a n har ta riba, atau me n g g u g u r k a n h a k atau me n i a d a k a n huSud [hukuman) a t a u me n d z a nmi pihak ket i g a , d a n lain s e b a g a i i y a . S emu a i t u ada l ah p e r d ama i a n y a n g d z a t im dan t i d a k boleh di ter ima . ' ' Jadi p e r d ama i a n y a n g diperbolehkan t e r h a d a p k a um Mu s l imVi y a i tu p e r d ama i a n y a n g ber s anda r k e p a d a ker idhaan U l a h dan ker idhaan k e d u a p i h a k y a n g b e p e r k a r a . I tulah p e r d ama i a n y a n g pa l ing adi l d a n p a l i n g benar. H a k r n ter sebut b e r s a n d a r k epad a i lmu dan keadi lan. Pendama i ter sebut o r a n g y a n g me n g e r t i realitas, menget ahui ha l -ha l y a n g wa j i b , dan m e n g a l i k a n keadi l an, d e h k a r e n a der a j a tny a lebih t inggi da r ipada der a j at o r a n g y a n g b e r pua s a plus q1yamul l a l . " 1 5 b n u Oayyfen Al -Jauziyyah b e r k a t a d a l am bukuny a . I t o « a n g y a n g berhias d e n g a n sesua tu y a n g t i d a k d l r l U k l n y a I t u ber tol a k bel a k ang d e n g a n o r a n g mukhl i s (orang y a n g M i las ) dan l a me n emp a k a n sesua tu y a n g b e r l awanan d e n g a n a p a y a n g a d a di d a l am ba t inny a , maka Al l ah memb a l a s n y a d e n g a n keba l ikanny a , k a r e n a p emb a l a s a n d e n g a n kebal ikan ma k s u d n y a I t u s a h menurut s y a r l dan takdi r . S e b a g a ima n a o r a n g y a n g M i l a s I t u b a l a s anny a dl segerakan d a l am b e n t u k kemani s an Ima n , dicintai ma n u s i a , d a n d i s e g a r i me r e k a , ma k a ba l a s an o r a n g y a n g menghi a s i di r inya dengan sesua tu y a n g t idak a d a p a d a di r inya j u g a di seger a k an k e p a d a n y a d a l am b e n t u k Al l ah me n j a t u h k a n martabatnya di ma t a ma n u s i a , k a r e n a b a t i n n y a t i d a k a d a n i l a i i y a di EBI U l a h . Ini lah tuntut an n ama - n ama U l a h y a n g b a i k d a n s i f a t - s i f a t -Nya y a n g a gung , ser ta k ebi j a k an-Ny a d a l am k e p u t u s a n n y a dan s y a r ia t -Ny a. Setari i t u , k a r e n a o r a n g y a n g berhias d e n g a n sesuatu y a n g t idak d iml i k i n y a seper t i mi s a lny a khusyu' , agama. I b a d a h, i lmu , d a n lain seba g a iny a . ma k a ia tel ah me n y i a p k a n di r iny a terhadap tuntutan hal -hal tersebut. Hal -hal ter sebut ha rus d imint a da r iny a. J l t a hal -hal [khusyu, a g ama , dl l j ter sebut t i d a k d i m l i k i n y a. i a ha rus d l t e c am. Orang ter sebut j u g a me r aha s i a k an sesuatu y a n g kebat inannya d i t amp a k k a n U l a h k epad a manus i a . Kemudian Al l ah memb o n g k a r k e p a d a ma n u s i a seluruh a i b n y a y a n g s e l ama wri i a rahas iakan dar i me r e k a , jai ba l a s an dar i perbua t anny a ter sebut . Maka bagaimana komentar Anda terhadap pahala Allah di dunia dan akhirat?26 Salah seor ang s ahaba t berka t a . 'Aku ber l indung diri k e p a d a Al l ah dari khus yu' y a n g munaf ik. ' S a h a b a t - sahabat: lain ber t any a . 'Apa y a n g engkau ma k s u d d e n g a n khus yu' y a n g munaf lk? ' S aha b a t ter sebut me n j awa b . E n g k a u l ihat tubuh ter l iha t khus yu' n amu n h a d n y a t idak khusyu' . ' Sumber k emuna f i k an I a l ah menghi a s i dininya d e n g a n Ima n y a n g se sung guhny a t idak a d a d a l am ha t iny a . Dari sini Irisa diketahui , b a hwa k e d u a perka t a an ter sebut ber a s a l dari Uma r bin Kha ththa b Radhiyalahu Anhu y a n g d s a d u r dari p e r k a t a a n Nabi . K e d u a p e r k a t a a n ter sebut t e rma suk perk a t a an y a n g p a l i n g bermanfaat dan p a l i n g mu j a r a b untuk me n y emb u h k a n peny a k i t . 3 6 b n u Oa y yYn Al-JauzTyyah ber k a t a d a l am bukuny a, flaamu At-Muwa^tTn JlUd II, h a L 162-183, T a n g dimaksud Uma r bin k h a t h t h a b Radhtyattahu Anhu d e n g a n u c a p a n di a t a s I a l ah b e s a r n y a p a h a l a ba g i o r a n g - orang y a n g Ikhl a s . P a h a l a u n t u k o r a n g y a n g I khl a s I t u d a l am b e n t u k rizkl y a n g di s e g e r a k a n: ba g i hat i , badan, a t a u kedua -duany a . S e d a n g r a hma t -Ny a , ma k a d i s imp an d a l am pundi -pundi ama l p e r b u a t a n n y a . Sesungguhnya M ah Subhanahu memb a l a s keba l k an y a n g tel ah diker jakan seor ang h amb a di d u n i a d a n I t u adalah sebuah k e p a s t i an, k emu d i a n Di a me n y emp u r n a k a n p a h a l a n y a di akhi rat , seper t i di f i rmank an Al l a h Taata. "Dan iesunggohnyapaaa hari kiamat ia jatah tlkempumakan pattata kaitan.' {Ali Imr an: 1B51. Balasan ama l shal lh y a n g di ter ima s e o r a n g h amb a di d u n i a bukanl ah ba l a s an s emp u r n a , kenda t i la t e rma suk ba l a s an seper t i di f i rmank an Al l ah Jaala t e n t a n g Nabi b r ahim Atathts Salam. "Dan Kami berikan kepadanya batasannya didunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shatih. ' IW-An k a b u t : 27) . Pada a y a t di a t a s , Al l ah Subhanahu menj e l a s k a n b a hwa Dia memb e r i p a h a l a k e p a d a b r ahim d a l am b e n t u k r ikrnat -nlkrnat y a n g Di a ber ikan k e p a d a n y a , ha t iny a , a n a k - a n a k n y a , ha r t any a , dan k ehi dup anny a y a n g baik. bii s emu a buk an p a h a l a leng k ap di akhi rat kelak. A l -Qu r ' a n menj e l a s k a n d a l am b a n y a k a y a t - a y a tny a , bahwa s i a p a s a j a y a n g me n g e r j a k an keba l k an, i a me n d a p a t d u a p aha l a : ama l p e r b u a t a n n y a di duni a da n menyempurnakan p a h a l a n y a di akhi rat k e l a k seper t i di f i rmank an Al l ah Taata. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembatasan) yang bait. dan seamgguhnya kampung akhirat itu lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.' (An-Nahl : 30) . Di a y a t lain, Al l ah Taati b e f i rma n , Van erang orang yang bertt1]rat) karena AUah sesudah mereka dianiaya, pasti kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih besar, kalau mereka mengetahui. ' (An-Nahl : 41) . DI a y a t l a i n . Al lah Taata b e f i rma n , Barangstapa yang mengerjakan amat shaOh, baik takt-taM maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (An-Nahl : 97) . Makna I n i d iul ang -ul ang Al lah d a l am surat An-Nahl d a n tidak di sur a t - sur a t l a inny a k a r e n a rahas ia Ind a h yang a d a di d a l amn y a , d a n k a r e n a surat An-Nah l ada l ah s u r a t k ump u l a n n i kma t - n i kma t . Di d a l amn y a Al l a h Taata me n y e b u t k a n akar -akar ni kma t d a n c a b a n g - c a b a n g n y a . Al l ah menj e l a s k a n k e p a d a h amb a - h amb a - Nya b a hwa Di a di akhi rat memp u n y a i n i kma t - n i kma t y a n g ber l ipa t g a n d a d a r i p a d a n i kma t - n i kma t y a n g a d a di dunia, d a n b a hwa n i kma t - n i kma t duni a ada l ah s e b a g i an da r ipadany a. Jika me r e k a t a a t k e p a d a -Ny a . Allah me n amb a h ni kma t y a n g lain u n t u k me r e k a , k emu d i a n di a khi r a t Di a me n y emp u r n a k a n p a h a l a - p a h a l a mereka d e n g a n s emp u r n a . Allah Jaala bef i rma r ."Dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhan kation dan bertaubat kepadanya, nkmya Dia akan memberi kenikmatan yan$ baik (terus menerus) kepada kaiian sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (batasan) keutamaannya.' (Huudt 3) . d e h k a r e n a i t u . Ami rul Mu kmi n i n Uma r bwi Kha ththab Radhiyallahu Anhu ber ka t a . M a k a b a g a ima n a kementar A n d a t e i h a d a p p a h a l a Al lah di d u n i a dan akhi rat " Inilah s e b a g a i hi kmah dan f a i d ah y a n g a d a d a l am surat Ami r ul Mu kmi n i n Uma r hin Kha ththa b Radhiyallahu Anhu. d a n s e g a l a puj i ba g i Al lah R a b b a l am s eme s t a . - Akhirnya, as-salamu "alalkum17 5 i < < 5 5 X LU O Z < 4: x m D: 4o:: 3 2 1 Di r iwa y a tkan Wa k T d a l am ithbaau JIMJuOJwf f j l i d I. ha l 7 0 - 7 1 . 383-284. d a i Ad -Da r u q u l h n i . U - « Baihaqi. m "27" 7. WASIAT WAHB BIN MUNABBIH TENTANG AKHLAK MULIA Wahb bwi Munabbih berkata, "Jita Anda hendak melakiJon ketaatan kepada Allah Azza v/a Jalla, maka seriuslah dalam nastiatmu dan Ilmumu karena Allah, karena amal perbuatan tidak diterima dari orang yang bukan pemberi nasihat. Sesungguhnya nasihat karena Allah Azza wn Jalla itu tidak sempurna kecuali dengan taat kepada Allah, seperti halnya buah yang baik; aromanya enak, dan rasanya lezat. Itulah perumpamaan taat kepada Allah; aromanya Ialah nasihat, dan rasanya Ialah amal perbuatan. Kemudian hiasilah ketaatan kepada Allah dengan Imu, sikap lemah lembut, dan ftqh. Kemudian muliakan dirimu dari akhlak orang-orang bodoh dan hiasilah dengan akhlak para ulama! Biasakan dwimu mengerjakan amal perbuatan orang-orang lemah lembut dan jauhkan dari perbuatan orang-orang celakai Biasakan dwimu dengan sejarah hidup para fuqaha' dan kosongkan dirimu dari Jalan-Jalan orang-orang bejatl Jika Anda mempunyai kelebihan, bantulah orang yang levelnya di bawah Anda dengan kelebihan tersebut. Jika orang yang levelnya lebih rendah daripada level Anda mempunyai kelemahan, bantulah dia hingga la menjadi selevel dengan Anda. karena orang bijak itu mengumpulkan seluruh kelebihannya, kemudian memberikannya kepada orang yang levelnya di bawahnya. Setelah Itu, la mengamati kekurangan orang-orang yang levelnya lebih rendah daripada level dirinya, kemudian ia meluruskannya hwigga sama dengan level dirinya. Jika orang bijak tersebut seorang faoih (ahli fkgh), ia menanggung orang yang tidak mempunyai fkgh jika orang tersebut ia lihat ingin bergaul dengannya. Jika orang bijak tersebut mempunyai uang, ia memberikannya kepada orang yang tidak mempunyai uang. Jika orang bijak tersebut seorang dai, la memintakan ampunan kepada Allah untuk orang yang berdosa Jika orang tersebut bisa diharapkan bertaubat. Jika orang bijak tersebut orang balk-ba*, la berbuat baik kepada orang yang berbuat Jahat terhadap dirinya dan mengharapkan pahala dari sikapnya tersebut. la tidak tergoda berbicara hingga ia bisa mengamalkan apa yang diucapkannya, la tidak ingin melakukan ketaatan kepada Allah jika ia tidak mampu melakukannya. Jika la mampu melakukan sedikit ketaatan kepada Allah, la memuji Allah, kemudian la meminta apa yang belum mampu la kerjakan. Jika la mengetahui sebagian dari hikmah (Ilmu), la tidak merasa kenyang hingga la mempelajari Ilmu yang belum la miliki. Jika la Ingat kesalahannya, la menutupnya dari manusia, dan memata ampunan kepada Allah Yang Mampu memberi ampunan kepadanya. Kemudian ia tidak menggunakan ucapannya untuk berbohong, karena bohong dalam bicara adalah seperti hewan pemakan kayu; ia melihat luarnya bagus, namun ternyata dalamnya busuk. Orang yang senantiasa tertfu dengan pohon tersebut mengklaim bahwa pohon tersebut mampu menyangga apa yang ada di atasnya, hingga akhirnya pohon tersebut mensak apa saja yang ada di dalamnya dan binasalah orang yang tertipu dengannya. Begitu pula bohong dalam pembicaraan. Pelakunya selalu tertipu dengannya dan mengklaim bahwa bohong tersebut membantu dirinya dalam memenuhi kebutiiiannya dan meningkatkan keinginannya. Hal tersebut terus terjadi pada dirinya hingga ketert^iuan orang tersebut dilihat orang-orang yang berakal dan ulama melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mereka. Jika para ulama mengetahui persoalan orang tersebut, dan kedoknya terlihat oleh mereka, mereka mendustakan informasinya, membatalkan kesaksiannya, meragukan kejujurannya, melecehkan dirinya, tidak suka duduk dengannya, merahasiakan rahasia-rahasia mereka dari orang tersebut, menyembunyikan pembicaraan mereka, tidak memberikan amanah mereka kepada orang tersebut, merahasiakan persoalan mereka dari orang tersebut, bermuka masam kepada orang tersebut dalam masalah agama mereka dan masalah kehidupan mereka, tidak menghadtkan sesuatu apa pun kepada orang tersebut, tidak mempercayai orang tersebut untuk menerima sedikit pun dari rahasia-rahasia mereka, dan tidak memutiskan perkara yang dtiadapi orang tersebut." (Dwiwayatkan Abu Nu'aim) 8. WASIAT AUN BIN ABDULLAH AL- UDZALI KEPADA ANAKN YA TENTANG KOREKSI DIRI un bin Abdullah™ berkata kepada anaknya, ketka ia menasihatwiya. "Anakku, jadilah engkau termasuk orang-orang yang menjauh dari orang # » y a n g dijauhi keyakinan dan kesucian, dan termasuk orang-orang yang mendekat kepada orang yang didekati sifat lemah lembut, dan penyayang, la menjaiii dari orang yang dijauhi keyakinan dan kesucian bukan karena sombong dan takabur, la mendekat kepada orang yang didekati sifat lemah lembut dan penyayang bukan karena Ingin menipunya, la mencontoh generasi sebelumnya, dan menjadi panutan (Imam) bagi generasi sesudahnya. Ilmunya tidak absen dari dwinya, dan kebodohannya tidak hinggap kepadanya, la tidak bersikap terburu nafsu dalam hal-hal yang masih meragukan dan memaafkan hal-hal yang sudah Jelas bagtiya. Kebalkan bisa diharapkan darinya, dan kebunitan jauh darinya. Jika ia berkumpul dengan orang-orang yang lalai, ia ditulis sebagai orang-orang yang ingat kepada Allah, dan jika ia bersama dengan orang-orang yang Ingat kepada Allah, la tidak dicatat sebagal orangorang yang lalai. la tidak termakan oleh pujian orang yang tidak kenal dengannya, dan tidak lupa mendata apa yang telah diketahuinya. Jika la dianggap suci oleh manusia, ia takut akan apa yang mereka ucapkan, dan memintakan ampunan untuk mereka atas apa yang tidak mereka ketahui, la berkata, 'Aku lebih tahu tentang diriku daripada orang lain, dan Tuhanku lebih tahu tentang diriku daripada diriku sendiri.' la menganggap dirinya lamban dalam beramal, dan mengerjakan amal shalih dengan perasaan khawatir, la tidak henti-hentinya berdzlklr. Pada sore hari. obsesinya Ialah bersyukur, menghabiskan malam dengan waspada, dan berada di pagi hari dengan perasaan gembira, la waspada terhadap sifat lalai dan berbahagia dengan keberuntungan dan rahmat. Jika hawa nafsu mengajaknya ke dalam hal-hal yang tidak disukainya, la tidak mentaattiya di dalam hal-hal yang disukai Jiwanya. Keinginannya terletak pada hal-hal yang abadi, dan kezuhudannya terletak pada hal-hal yang fana. la mengkombinasikan ilmu dengan sikap santun, la diam agar selamat, la bicara untuk memberi pemahaman kepada orang lain. la mengisolir diri agar mendapatkan keberuntungan, dan berinteraksi agar bisa belajar dari orang lati. Terhadap kebalkan, la tidak diam dengan lalai, dan tidak mendengarnya dengan lalai, la tidak membeberkan kejujurannya kepada teman-temannya, tidak merahasiakan kesaksiannya terhadap para musuh, tidak mengerjakan suatu amalan dengan rlya', dan tidak meninggalkan A L U b i r Ab d u l l a h bi r Utbah b i r N a r t j d AI -HudzaLi ada l ah s a l ah sea r ang generas i T a b i i n y a n g t s ioah. la t e rma suk oar i " dan ahl i i b a d a h a r a n g - a r a n g Kuf ah. Bahan-bahan rujukan t e n t a n g AL n b¥i Ab d u l l a h : Tahdnbu Jlt-Tandzna j l i d VIII ha l 1 7 1 . Hityatu At-Auoyn'i j i l id IV hal . 240. d a n lain seba g a iny a . amal shalih karena perasaan malu. Majlls dzlklr bersama orang-orang miskin lebih la sukai daripada majlls hiburan dengan orang-orang kaya. Anakku, Janganlah engkau termasuk orang yang kagum meyakini hal-hal yang telah berlalu, dan lupa meyakini hal-hal yang masih bisa dtiarapkan dan diminta. Terhadap sesuatu yang telah berlalu, ia berkata, "Seandainya sesuatu tersebut telah ditakdirkan, pasti la terjadi.' Terhadap sesuatu yang masih ada, la berkata, Berusahalah hal manusia dengan cemas, dan tidak tenang.' la tidak mempercayai rizki yang telah dijatahkan kepadanya. Jiwanya tidak mengalahkannya terhadap apa yang ia duga, dan ia tidak bisa mengalahkan Jiwanya terhadap apa yang telah la yakini, la serta ragu terhadap dirinya. DI antara bentuk dugaanya, la tidak dlrahmatl ketika akan meninggal dunia. J* a ia sakit, ia menyesal. Jika sehat, ia merasa aman. Jika ia miskin, ia sedih. Jika kaya, ia didera banyak cobaan. Jika menginginkan sesuatu, ia malas. Jika la rajin, la bersikap zuhud. la menginginkan sesuatu tanpa mau lelah. Dan tidak mau lelah terhadap apa yang diinginkannya, la berkata, 'Saya tidak mau kerja kemudian lelah. Saya hanya mau duduk-duduk kemudian berkhayal.' la menginginkan ampunan, namun ia mengerjakan kemaksiatan. Usia pertamanya adalah lalai, kemudian berubah menjadi kesulitan. Akhir usianya Ialah malas, la panjang angan-angan, kemudian mendapatkan banyak cobaan. Usianya panjang, namun la tertipu, la mengakui dosa sekaligus nikmat. Jika ia memberi sesuatu kepada orang lain, ia ingin orang tersebut berterima kasih kepadanya. Atau jika ia tidak memberi sesuatu kepada orang lain, la berkata. Tidak ditakdirkan.' Sungguh la telah bersikap kurang ajar, dan egois, la berharap selamat, namun tidak bersikap hati-hati. la mendambakan nikmatnya ditambah, namm tidak bersyukur, la berhak bersyukur, namun sesungguhnya ia sangat tidak layak dimaafkan, la mengerjakan hal-hal yang tidak diperintahkan, dan menyla-nylakan hal-hal yang sangat bernilai. Jika la memtita, la berharap mendapat banyak, la berinfak hanya dengan sedikit harta. Hfcabnya diperingan, kemudian ia diberi sebatas kebutuhannya dan tidak dfceri sesuatu yang malah melenakannya. la tidak melihat sesuatu yang membuatnya kaya, melainkan kekayaan yang membuatnya bertindak sewenang-wenang, la tidak mampu mensyukuri nikmat yang diberikan kepadanya dan mendambakan tambahan nikmat terhadap nikmat yang masih tersisa, la menunda dirinya mensyukui nikmat yang dianugerahkan kepadanya, dan lupa bersyukur terhadap apa yang diberikan kepadanya. la dilarang, namun tidak berhenti perbuatan dosa. la memerintahkan sesuatu yang tidak diperintahkan, la mencintai orang-orang shalih, namun la tidak mengerjakan amal perbuatan mereka, la membenci orang-orang jahat, padahal B termasuk salah seorang dari mereka, la bersegera kepada dmia, padahal dunia Itu fana, dan meninggalkan akhirat padahal akhirat Itu abadi. Jika la sembuh dari penyakit, la merasa sudah bertaubat. Jika la kembali diuji, la berkata seperti orang-orang zuhud di dunia, dan beramal di dalamnya seperti amalan orang-orang yang cinta akhirat. la Ingin mati sedang tidak berhenti dari kejahatannya dalam hidupnya. Jika la tidak diberi dunia, B tidak terima. Jika ia diberi dunia, ia tidak kenyangkenyang juga. Jika syahwat terltiat, ia berkata, "Engkau cukup beramal saja.' Kemudian la terjerumus ke dalam syahwat tersebut. Jika amal perbuatan tampak olehnya, la berkata, "Engkau cukup bersikap wara' saja.' Ketakutannya tidak bisa menghilangkan kemalasannya, dan ambisinya tidak bisa memotivasinya untuk beramal, la mengharapkan pahala tanpa amal perbuatan dan menunda taubat karena panjang angan-angan, la tidak berusaha mengerjakan tujuan penclptaannya. Keinginannya tertuju kepada rizki yang ditakdirkan untuknya, la takut kepada manusia, dan tidak takut kepada Allah, la berlindung diri kepada Allah dari orang-orang yang berada di atas dirinya, dan tidak berlindung diri kepada Allah dari orang-orang yang berada di bawahnya, la takut mati. la merasa aman dari apa yang ditakutinya, padahal apa yang telah ditakutinya tersebut telah ia yakini, dan tidak putus asa terhadap apa yang dtiarapkannya padahal apa yang diharapkannya tersebut telah la yakini, la mengharapkan manfaat Imu yang tidak la amalkan, dan merasa aman dari madzarat kebodohan yang telah diyakininya. la melecehkan orang-orang statis sosialnya lebih rendah dari status sosial dirinya, dan lupa kepada hak orang lain yang ada pada dirinya, la meltiat kepada orang yang diberi rizki lebih banyak daripada dirinya, dan lupa kepada orang-orang yang status sosialnya di bawah dirinya, la takut kepada orang lain melebihi ketakutannya kepada dosa-dosanya, la berharap banyak dengan amal perbuatan yang sangat minimal, la pakar terhadap kekurangan orang lain, dan tidak pakar terhadap kekurangan dirinya. Jika la Ingat keyakinan, la berkata, 'Orang-orang sebelum kalian tidak seperti Ini.' Jika dikatakan kepadanya, 'Kenapa Anda tidak beramal seperti amalan mereka?' la menjawab, "Siapakah yang bisa seperti mereka? J*a bicara, la pandai, namun la merasa kesulitan untuk beramal, la bersikap amanah, selagi la sehat dan senang dan berkhianat jika ia marah dan sedang mendapat cobaan, la bersikap santun agar dikenal sebagai orang yang amanah, padahal ia bersikap demikian itu tutuk berkhianat, la belajar bersahabat dalam rangka tutuk memusuhi, la bersegera kepada dosa-dosa, dan lamban dalam amal shalih. Dosa lebih ringan baginya daripada rambut, la merasa berat hati melakukan dzikr kepada Allah. Berfoya-foya bersama orang-orang kaya lebih ia sukai daripada dzlklr bersama orang-orang miskin, la buru-buru tidur, dan menunda puasa, la tidak menggunakan waktu malamnya dengan qtyamulla1l, dan tidak puasa di siang harinya. Pada pagi hari, obsesinya ialah malam segera kemudian ia tidir dengan segera. Dan pada petang hari, obsesinya ialah bisa segera makan malam." AI-HaJJaJ menambahkan dari Al-Mas"ud1, "Jika la shalat, la berpaling. Jika la ruku1, maka seperti unta menderum. Jika la sujud, la seperti ayam mematuk makanan di tanah. J*a la meminta, la meminta dengan memaksa. Jika la diminta, la menunda-nunda. Jika la berbicara, ia bersumpah. Jika ia bersimpati, ia melanggar sumpahnya. Jika ia berjanji, ia tidak menetapinya. Jika ia dinasihati, ia memberengut. Jika ia dipuji, la senang bukan kepalang. Tuntutannya Ialah keburukannya, dan peninggalannya adalah dosa. la tidak mempunyai kesibukan memperhatikan aib dirinya, dan tidak mempunyai kelebihan dalam kebaikan, la cenderung kepada hawa nafsunya, dan menginginkan hawa nafsunya mendapatkan keadilan dari orang lain. Para pengkhianat adalah teman-teman dekatnya dan orang-orang yang Jujur adalah musuh-musuh utamanya. Jika la mengucapkan salam, salamnya tidak didengar. Jika ia mendengar salam, ia tidak menjawabnya, la melihat dengan seperti penglihatan orang yang dengki, dan berpaling seperti berpalingnya pendendam, la mentertawakan orang yang adil, dan makan seperti budak, la berani berkhianat, dan lepas tangan dari sifat amanah. Barangslapa mencintainya, la berdusta terhadapnya, dan barangstapa membencinya, ia menerkamnya, la tertawa tanpa sebab, la berjalan dengan tidak berakhlak. Orang yang berdekatan dengannya tidak bisa selamat daripadanya, dan orang yang bergaul dengannya tidak bisa selamat daripadanya. Jika Anda berbicara dengannya, la membuat Anda bosan kepadanya. Jika ia berbicara dengan Anda, ia membuat Anda gundah gulana. Jika Anda sepakat dengannya, ia dengki kepada Anda. Jika Anda menentangnya, la marah kepada Anda. la Iri hati. Jika Anda diberi kelebihan, la pelit Jika mempunyai kelebihan, dan Iri kepada orang yang lebih b a * daripada dirinya, serta tidak mau beramal seperti amal perbuatannya, la tidak membalas orang yang telah berbuat baik kepadanya, dan sikapnya berlebihlebihan terhadap orang yang berbuat Jahat kepadanya, la tidak diam untuk selamat, dan la bicara dengan sesuatu yang tidak diketahuinya. Mulutnya mengalahkan hatinya. Hatinya tidak mampu mengendalikan lidahnya, la belajar untuk berdebat, la studi untuk rlya". la memperlihatkan kesombongannya, kemudian terlihatlah apa yang selama Ini disembunyikannya, dan tidak tersembunyikan apa yang ia perlihatkan, la agresif terhadap sesuatu yang fana, dan menyerah kalah terhadap sesuatu yang abadi, la bersegera kepada dunia, dan tidak memperhatikan sifat takwa." (Diriwayatkan Abu Nualm). 9. WASIAT ABU DZAR TENTANG INGAT MATI Ai-Nadhr bti Ismail berkata, bahwa aku mendengar Abu Dzar berkata, 'Adapun kematlan, la telah kalian kenal, dan kalian melihatnya di setiap siang, dan malam. Kematian terjadi pada orang mulia di keluarganya, terhormat di sanak familinya, dan ditaati kaumnya, la pergi menuju liang kering, dan batu-batu besar yang bisu. Keluarganya tidak mampu memberikan bantal kepadanya, karena bantalnya ketika Itu adalah amal perbuatannya. Kematian Juga terjadi pada orang yang sedih dan terasing, la dirundung banyak kesedihan selama hidup di dunia, dan bekerja lama sekali hingga badannya lelah karenanya, kemudian kematian datang kepadanya sebelum ia meraih keinginannya. Kematian datang kepadanya dengan tiba-tiba. Kematian Juga terjadi pada anak yang masih menyusu, orang sakit keras, dan orang yang tenggelam dalam kejahatan. Mereka semua mendapatkan Jatah kematian. Tidakkah para ahli ibadah mengambil ibrah dari ucapan para penceramah? Bisa aku katakan, 'Mahasuci Allah Yang Maha Agung. Sungguh Dia menunda kematian kepada kalian hingga kalian berkesimpulan bahwa Allah lupa tidak mencabut nyawa kalian.' Setelah itu, aku kembali memikirkan kelembutan Allah dan kekuasaan-Nya, lalu aku berkata lagi. Tidak, Justru Allah memberi kelonggaran kepada kita hingga akhir ajal kita, yaitu sampai hari di mana penglihatan menjadi buram, dan hati menjadi kering.' Allah Ta'ala befirman, 'Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.' (Ibrahim: 43). Ya Tuhan, sungguh Engkau telah memberikan peringatan dan huJJah-Mu kepada makhluk-Mu. Kemudian aku membaca ayat lain, 'Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu Itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang dzallm. Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia} walaupun dalam waktu yang sedikit'. ' (Ibrahim: 44). Kemudian Allah befirman, 'Hai orang yang dzalim, engkau hidup sampai ajal yang engkau minta, maka pergunakan ajal tersebut dengan baik sebelum la habis. Segera gunakan ajal tersebut sebelum la hilang. Ajal terakhir Ialah melihat ajal ketika kematian datang. Ketika itulah, maaf tidak berguna lagi.' Sesungguhnya manusia adalah target utama kematian. Barangslapa dfcldlk oleh kematian dengan anak panahnya, maka lemparan anak panah tersebut tidak meleset. Dan barangsiapa dikehendaki kematian, maka keinginan kematian tersebut tidak terjadi pada orang lain. Ketahulah, sesinggiiinya kebaikan terbesar ialah kebaikan akhirat yang abadi dan tidak hilang. Sesuatu yang abadi Itu tidak sirna, dan sesuatu yang memanjang itu tidak terputus. Orang-orang mulia berada di dekat Allah Ta'ata. Mereka mendapatkan apa saja yang disukai jiwa, dan disenangi mata. Mereka saling menguijungi dengan mengendarai mta . Mereka saling bertemu untuk bernostalgia tentang hati-hati mereka di dunia. Selamat untuk mereka. Sungguh mereka telah mendapatkan apa yang mereka Inginkan, karena keinginan mereka tertuju kepada Dzat Yang Maha Mulia dan Maha Utama." (Diriwayatkan Abu Ni/iam). 10. WASIAT HASAN BASRI KEPADA UMAR BIN ABDUL AZIZ Hasan Basrl menulis surat kepada Umar bti Abdul Aztz, dan dalam suratnya H asan Basrl berkata, "Ketahuilah, sesungguhnya tafakkur Itu mengajak pelakunya kepada kebaikan dan mengamalkannya. Menyesali kejahatan itu membuat pelakunya meninggalkannya. Apa yang telah hilang - kendati sangat banyak-ttdak bisa dibandingkan dengan apa yang masih ada, kendati mencarinya adalah sesuatu yang mulia. Bersabar terhadap kelelahan sebentar yang menghasilkan istirahat lama itu lebti baik daripada penyegeraan Istirahat sebentar yang menghasilkan kelelahan abadi. Waspadalah terhadap dunia yang menipu, berkhianat, dan mempertjaya. la berhias dengan tipuannya, berdandan dengan muslihatnya, membunuh manusia dengan mimpi-mimpinya, dan membuat rindu para pelamarnya, hingga ia menjadi seperti pengantin yang menjadi pusat perhatian. Semua mata melihat kepadanya, semua hati rindu kepadanya, dan semua Jiwanya tertarik kepadanya, la menjadi pembunuh bagi semua suami-suaminya. Tragisnya orang yang masih hidiij tidak mau belajar dari orang yang telah meninggal dunia, generasi terakhir tidak mengambil pelajaran dari generasi pertama, orang bijak tidak mendapatkan manfaat dari banyaknya pengalaman, dan orang yang kenal Allah dan beriman kepada-Nya tidak Ingat ketika ia diberi penjelasan tentang dunia. Akibatnya, hati manusia mencintai dunia dan Jiwa mereka kikir dengannya. Ini semua tidak lain bentuk kerinduan kita kepada dmia, karena barangsiapa merindukan sesuatu, la tidak memUrkan yang lain. la mati ketika memburunya atau berhasil mendapatkannya. Kedua orang tersebut adalah perindu dan pemburu dunia. Perindu dunia telah sukses mendapatkan dunia dan tertipu dengannya. Dengan dunia, ia lica akan prinsip dan hari akhirat. Hatinya disibukkan oleh dunia. Hatinya dibuat larut oleh dunia, hingga kakinya tergelincir di dalamnya, dan kematian datang kepadanya dengan sangat cepat daripada sebeliannya. Ketika itu, penyesalannya pun menggelembung, kesediiannya membesar, terkumpul padanya sakaratul maut dan rasa sakitnya dengan sedti kehilangan dunia. Sedang orang kedua meninggal sebelum berhasil memeniiii kebutuhannya, la pergi dari dunia dalam keadaan terpukul hatinya, tidak mendapatkan apa yang dicarinya, dan Jiwanya tidak bisa Istirahat dari kelelahan, la keluar dari dunia tanpa bekal dan tiba tanpa membawa oleh-oleh. Oleh karena itu, waspadalah secara penuh terhadap dunia, karena dmia tak ubahnya seperti ular; kulitnya halus, namun racuinya meniatkan. Berpalinglah dari apa saja di dunia ini yang menarik hatimu, karena jarang sekali sesuatu yang ada di dunia ini yang menemanimu. Buanglah seluruh ambisi kepada dunia dari dalam hatimu, karena engkau mengetahui dunia Itu menyakitkan dan engkau yakin akan berpisah dengannya. Oleh karena Itu, waspadalah wahai Amirul Mukminwil Karena sesingguhnya pemilk dunia, setiap kali ia senang kepadanya maka itu berubah menjadi kebencian. Orang yang gembra di dunia ialah orang yang tertipu, orang yang bermanfaat di dalamnya kelak menjadi orang yang merugi, kemakmuran di dalamnya diberikan bercampur dengan cobaan, dan keabadian di dalamnya berubah menjadi fana. Kebahagiaan di dalamnya bercampur dengan kesedihan, dan akhir kehidupan di dalamnya adalah lemah dan tidak berdaya. Oleh karena Itu, Ifiatlah dunia seperti penglihatan orang zuhud yang hendak meninggalkannya, dan jangan melihat dunia seperti penglihatan perindu yang jatuh cinta. Ketahulah, bahwa dunia itu menghilangkan tamu yang telah menetap, dan menyakitkan orang tertipu yang merasa aman. Apa yang telah berlalu dari dunia tidak akan kembali lagi, dan apa yang akan datang tidak bisa diketahui, apalagi ditunggui Waspadalah tertiadap dunia, karena mimpi-m Impinya dusta belaka, khayalankhayalannya batil, kehidupannya melelahkan, dan kejernihannya adalah keruh. Engkau terancam mendapatkan dua hal di dunia ini; nkmat yang akan slma, dan cobaan yang akan datang, atau musibah yang menyakitkan, dan kematlan yang memutus segala-galanya. Sungguh, dunia Itu melelahkan seseorang, jika la mau berpikir, la berada dalam nikmat yang membahayakan, takut terhadap musibah-musibah yang ada di dalamnya, dan meyakini kematian. Seandainya Allah Yang Maha Penclpta tidak menyampaikan berita tentang dunia, tidak memberi perumpamaan tentang dunia, dan tidak memerintahkan manusia bersikap zuhud di dalamnya, pasti dunia membangunkan orang yang tidur, dan mengingatkan orang yang lupa diril Bagaimana tidak, padahal telah datang pelarang dari Allah Azzo wa Jalin dan banyak sekail penasihat di dalamnya? Dunia di sisi Allah Azzo wa Jollo tidak ada bobot dan nilainya. Berat dunia di sisi Allah Ta 'ala tidak seberat satu kerikil, dan tidak sebesar satu bintang di antara gugusan bintang yang ada. Allah tidak menciptakan makhluk yang lebih Dia benci daripada dunia -seperti disampaikan kepadaku- dan Dia tidak melihat kepada-nya sejak Dia menclptakannya karena amat benci kepadanya. Sungguh dunia dengan kunci-kunci nya dan semua simpanannya yang nilainya di sisi Allah lebti ringan dari sayap lalat pernah diperlihatkan kepada Nabi kita, Muhammad ShatlaUahu Alaihi wa Sallam, namun beliau menolak menerimanya, karena beliau telah mengetahui bahwa jika Allah membenci sesuatu, beliau harus membencinya. Jika Allah mengkerdllkan sesuatu, beliau harus mengkerdllkan nya. Dan jika Allah merendahkan sesuatu, beliau harus merendahkannya. Jika beliau menerima dunia tersebut, maka bukti kecintaan beliau kepada dunia tersebut Ialah penerimaan beliau terhadap tawaran dalam bentuk dunia tersebut. Namun beliau menolak mencintai sesuatu yang dibenci Allah, dan mengangkat apa yang direndahkan Pemliknya. Jika Allah Taata tidak menunjukkan tentang rendahnya nilai dmia kepada beliau, namun Dia memandang rendah dunia tersebut dengan menjadikan kebaikannya sebagal pahala bagi orang-orang yang taat, dan menjadikan hukuman dunia sebagai siksa bagi orang-orang yang bermaksiat. Kemudian Allah mengeluarkan pahala taat dari dunia tersebut, dan mengeluarkan hukuman maksiat daripadanya. DI antara hal menunjukkan kepada dunia tentang keburukan dunia ini, bahwa Allah Ta'ala menjauhkan dunia dari orang-orang yang shalih dengan sukarela dan membentangkannya kepada musiii-musuh-Nya dengan tujuan menipunya. Orang yang tertipu dengan dunia dan tergoda dengarnya menyangka bahwa ia dimuliakan Allah Ta 'ala dengan dunia tersebut, la lupa terhadap apa yang diperbuat Allah terhadap Rasulullah Shattatlahu Alolhl wa Sallam dan Nabi Musa Alalhts Salam. Adapun Rasulullah Shallallahu Alalhl wa Sallam, beliau mengikatkan batu di perutnya karena saking laparnya. Adapun Nabi Musa Ataihis Salam, beliau tidak meminta sesuatu kepada Allah Ta 'ala pada saat ia berteduh di bawah pohon, selain makanan yang bisa beliau makan untuk menghilangkan kelaparan nya. Sungguh banyak sekali riwayat-riwayat dari Nabi Musa Alaihis Salam, bahwa Allah Ta'ala mewahyukan kepada beliau, "Hal Musa, Jika engkau melihat kemiskinan datang kepadamu, katakan, 'Selamat datang simbol orang-orang shalih.' Jka engkau melihat kekayaan datang kepadamu, katakan, 'Ini adalah dosa yang hukumannya dipercepat.' Jika engkau mau, aku ketengahkan Nabi Isa kepada baginda, karena ia amat menakjubkan, la berkata, lauk-ku adalah lapar. Syiarku Ialah takut. Pakaianku ialah wol. Hewan kendaraan ku ialah kedua kak*u. Lampuku di malam hari ialah bulan. Bahan bakarku di musim dingin ialah matahari. Buahbuahanku dan penghidupanku ialah apa yang ditumbuhkan bumi unti* binatang buas dan hewan ternak. Aku tidur dalam keadaan tidak memiliki apa-apa. Dan tidak ada seorang pun yang lebih kaya dartku.' Jika engkau mau, aku ketengahkan contoh keempat, yaitu Nabi Sulaiman bti Daud Alaihlmas Salam, karena la tidak kalah menakjubkan, la makan roti dari gandum, memberi roti coklat kepada keluarganya, dan tepmg putih kepada rakyatnya. Jika malam telah tfca, la memakai baju dari tenunan kasar, dan tangannya ke lehernya, la semalaman menangis hingga pagi hati. la makan makanan yang kasar, dan mengenakan pakaian kasar. Kendati Itu semua, mereka membenci apa saja yang dlbencl Allah Ta'ala, memandang kecil apa yang dipandang kecil oleh Allah Ta'ala, dan bersikap zuhud di dalam hal-hal yang Allah bersikap zuhud di dalamnya. Kemudian orang-orang shalih meniti jalan mereka, menapaktlasi jalan mereka, mengharuskan dirinya berlelah-lelah, dan memahami ibrah, serta merenung diri. Mereka bersabar di dunia yang singkat ini dari kenikmatan yang menipu yang berakhr kepada kemusnahan. Mereka melihat kepada akhir dunia, dan tidak melihat kepada permulaannya. Mereka melihat kepada hasil akhir dunia yang pahit, dan tidak melihat rasa manis yang hanya terasa pada awal-awalnya saja. Mereka mengharuskan dirinya bersabar dan menempatkan diri mereka seperti maylt-maylt yang tidak boleh kenyang di dunia, kecuali pada saat yang dibutuhkan. Mereka makan sebatas untuk menguatkan jiwa, dan ruh. Mereka menempatkan diri mereka seperti bangkai yang telah membusuk, hingga membuat siapa saja yang melewatinya, pasti la menutup hidungnya. Mereka tidak meraih dunia hingga sampai tahap merugikannya, dan tidak sampai kenyang yang berbau busuk. Dunia dijauhkan dari mereka. Itulah kedudukan dunia dalam jiwa mereka. Mereka merasa heran terhadap orang yang memakan dunia hingga kekenyangan, dan bersenang-senang dengannya hingga rakus. Mereka berkata. Tidakkah kalian lihat bahwa mereka tidak takut makan? Tidakkah mereka mendapatkan bau busuknya?1 Saudaraku, demi Allah sesungguhnya bau dunia sekarang atau esok itu lebih busuk daripada bangkai. Hanya saja manusia meminta sabar dengan segera. Akibatnya, mereka tidak bisa mencium bau busuk. Mereka tidak bisa mencium bau busuk yang ada di kulit yang membusuk yang mengganggu para pejalan kaki, dan orang-orang yang duduk di dekatnya. Cukuplah dunia bagi orang yang berakal, bahwa barangsiapa meninggal dunia dengan meninggalkan harta yang banyak, ia sangat berkeinginan seandainya dulu la menjadi orang miskin di dunia, atau orang mulia, atau orang buangan, atau orang selamat, la lebih senang seandalnya di dunia dulu la menjadi orang yang menderita, atau rakyat biasa. Jika engkau meninggalkan dunia ini, pasti engkau lebti senang seandainya engkau di dunia ini menjadi orang yang paling rendah kedudukannya, dan orang yang paling miskin. Bukankah ini cukup dijadikan bukti bahwa dunia itu sangat hina bagi orang yang memikirkannya? Demi Allah, Jika seseorang mengharapkan sesuatu dari dunia Ini melainkan la mendapati dunia tersebut berada di sampingnya tanpa la kejar dan merasakan kelelahan. Namun jika ia telah mendapatkan sesuatu dari dunia tersebut, ia mempunyai hak-hak Allah di dalamnya, dan ia akan ditanya tentang dunia tersebut, serta la akan dtilsab karenanya. Jika dem*lan permasalahannya, maka seyogyanya orang berakal Itu tidak mengambil sesuatu dari dunia, kecuali sebesar porsi makanannya dan kebutuhannya, karena khawatir akan ditanya tentang dunia tersebut, dan takut akan dahsyatnya hisab tertiadap dirinya. Sesinggiiinya dmia itu jika engkau memikirkannya, tidak lebih dari tiga hari; hari kemarin yang tidak bisa engkau harapkan lagi, hari yang engkau berada di dalamnya yang harus engkau manfaatkan sebaik mungkin, dan hati esok yang engkau tidak tahu apakah engkau berada di hari tersebut atau tidak? Engkau tidak tahu siapa tahu engkau meninggal dunia esok pagil Adapun kemarin, ia ibarat orang bijak yang pandai mendidik. Adapun hari ini, ia ibarat teman yang akan mengucapkan selamat berpisah. Namun, kendati kemarin telah membuatmu sakit, engkau telah menggenggam hikmah. Jika engkau telah menyla-nylakannya, engkau mendapatkan ganti. Tadinya kemarin tersebut tidak ada pada dirimu, namun sekarang ia cepat pergi darimu. Adapun esok hari, engkau masih mempunyai secercah harapan. Oleh karena Itu, berbuatlah, dan jangan tertipu oleh mimpi-mimpi sebelum ajal tiba. Engkau jangan memasukkan kesedihan esok dan esok lusa ke dalam hati Ini, karena hal tersebut hanya akan menambah kesedihanmu dan kelelahanmu, serta engkau kumpulkan pada hari ini sesuatu yang menyempurnakan hariharimu. Itu hal yang mustahil, karena kesfcukan Itu sangat padat, kesedihan Itu semakin bertambah, kelelahan Itu semakin besar, dan seseorang membuang amal dengan wnpian kosong. Seandainya harapan esok pagi keluar dari hatimu, engkau telah berbuat dengan baik pada hari ini, dan telah mengurangi kesedihanmu pada hari ini. Namun harapanmu terhadap esok pagi Itu membuatmu bersikap tidak serius, dan membuatmu menjadi orang yang banyak menuntut. Jika engkau Ingti kata-kata singkat, aku pasti mendtskrlpslkan untukmu tentang dunia di antara dua Jam; satu jam yang telah berlalu, satu jam yang akan datang, dan satu jam yang engkau sedang berada di dalamnya. Adapun satu jam yang telah berlalu dan telah lewat, maka engkau tidak mendapatkan kelezatan di istirahat keduanya dan merasakan sakit tertiadap musibah keduanya. Sesungguhnya dunia Ialah saat yang engkau sedang berada di dalamnya. Satu jam tersebut menipumu dari surga dan menggiringmu ke neraka. Adapun hari ini -jka engkau memikirkannya- adalah ibarat tamu yang singgah kepadamu dan akan pergi darimu. Jika engkau menjamu dan melayaninya dengan bait, la menjadi saksi bagimu, memujimu, dan membenarkanmu di dalamnya. Jika engkau menjamunya dengan buruk, la berputar di kedua matamu. Kedua hari tersebut adalah Ibarat dua saudara. Salah seorang daripadanya bertamu kepadamu, kemudian engkau bersikap buruk terhadapnya, dan tidak menjamunya dengan baik. Sesudah orang tersebut pergi darimu, datanglah orang satunya, kemudian berkata kepadamu, "Aku datang kepadamu setelah keperglan saudaraku. Jika engkau berbuat baik kepadaku, perbuatan baikmu Ini akan menghapus perbuatan burukmu kepada suaraku sebelum ini dan memaafkan apa yang telah engkau perbuat terhadapnya. Hatilah-hatiah engkau, jika aku berkunjung kepadamu dan aku datang kepadamu setelah keperglan saudaraku darimu. Sungguh, engkau telah beruntung mendapatkan pengganti jika engkau mau berpikir. Periksalah apa yang telah engkau slasiakanl Jika engkau menyamakan orang kedua seperti orang pertama, maka alangkah pantasnya engkau binasa karena kesaksian dua orang tersebut terhadap dfrlmul Sesungguhnya sisa umur Itu tidak ada nilainya. Seandalnya semua dunia dikumpulkan, maka dunia tidak lebih dari satu hari dalam umur seseorang. Jangan sekali-kali mayat di kuburan itu lebih bisa menghargai sesuatu yang ada di tanganmu daripada engkau sendiri, padahal sesuatu tersebut milikmu. Demi Allah, jika dikatakan kepada mayat di kuburan. 'Inilah dunia Itu dari awal hingga akhir. Engkau memberikannya kepada anak-anakmu kemudian mereka bersenang-senang dengannya sepeninggalmu. Engkau lebih mencintai mereka ataukah lebih mencintai hari di mana engkau dibiarkan beramal untuk dirimu?" Pasti la memilih pllhan kedua. Bahkan, seandalnya la disuruh memilih satu jam dengan waktu berjam-jam milik orang lain seperti telah aku jelaskan kepadamu, pasti la lebih memilih waktu satu jam tersebut untuk dirinya. Bahkan lagi, jika ia disuruh memilih antara satu kata yang mendapatkan pahala dengan hal-hal lain seperti telah aku jelaskan kepadamu, pasti ia lebih menyukai satu kata tersebut. Perksalah dirimu hari Inll Lihatlah waktui Agungkanlah katai Hati-hatiah terhadap kerugian ket*a Hari Kiamat telah tlbal Semoga Allah menjadikan nasihat ini bermanfaat bagiku dan bagimu. Semoga Allah memberi kita hasil yang baik. Assalaamu 'Alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuhu. 11. WASIAT-WASIAT UMAR BIN ABDUL AZIZ TENTANG ILTIZAM DENGAN SU N NAH Syihab bin Khiasy berkata, bahwa Umar bin Ab-dul Aziz menubs surat kepada seseorang dan dalam suratnya Umar bin Abdul Aziz berkata,"Salam sejahtera untukmu. Ammaba'du. Sesungguhnya aku mewaslatkanmu agar engkau bertakwa kepada Allah, adil dalam perintah-Nya, mengikuti Sunnah Rasul-Nya, dan meninggalkan semua bidah yang diciptakan para pembuat bidah sepeninggal beliau. Ketahulah, bahwa tidak ada satu bidah pun, melainkan sebelumnya sudah ada petunjuk tentang bidah tersebut, dan di dalamnya ada ibrah. Hendaklah engkau konsekwen dengan Sunnah, karena dengan -izwi Atlah-Sunnah tersebut menjagamu, karena Sunnah tersebut ditetapkan oleh orang yang telah mengetahui bahwa di luar Sunnah tersebut adalah kesalahan, penyimpangan, dan kebodohan. Ridhalah terhadap dirtnu sebagaimana salah satu kaum ridha terhadap diri mereka, karena mereka berdiri di atas Imu, dan mereka menahan diri dengan mata yang tajam. Mereka sangat kuat dalam membongkar segala permasalahan, dan mereka lebih berhak terhadap keutamaan yang ada di dalamnya. Mereka adalah generasi Islam pertama. Jika kalian mempunyai petunjuk, sesungguhnya mereka telah lebti dahulu memilikinya d armada kalian. Jika Anda berkata, bahwa telah terjadi bidah sepeninggal mereka, maka sesungguhnya btd'ah tersebut tidak diciptakan kecuali oleh orang yang berbeda Jalan dengan mereka dan la lebih mencintai dirinya daripada mereka. Sungguh mereka telah berbicara dari Rasulullah Shattatlahu Ataitti wa Sallam dengan perkataan yang tidak ada habis-habisnya, dan memberi sifat dari beliau dengan sifat yang tidak ada habis-habisnya. Sedang orang-orang selain mereka, maka mereka sangat pas-pasan, dan orang-orang di atas mereka tidak bisa berbuat baik seperti mereka. Sungguh, banyak sekali orang-orang yang bersikap tidak etis terhadap mereka, akfcatnya mereka kasar tabiatnya. Dan Juga banyak sekail orang orang yang berambisi seperti mereka kemudian mereka bertindak berlebih-lebihan. Sedang generasi pertama Islam, mereka tidak seperti itu, namun mereka berada di atas jalanyang lurus." Imam Malik berkata, bahwa Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, "Rasulullah Shaltattahu Alolhl wa Sallam dan para penguasa sepeninggalnya telah membuat Sunnah-Sunnah. Mengambl Sunnah-Sunnah tersebut adalah membenarkan KttabuUah, menyempurnakan ketaatan kepada Allah, dan merupakan bentuk kekuatan terhadap agama Allah. Barangsiapa mengambil petunjuk dengan Sunnah-Sunnah tersebut, sungguh la telah mendapatkan petunjuk. Barangsiapa meminta pertolongan dengan Sunnah-Sunnah tersebut, ia ditolong. Barangsiapa menentangnya, ia mengikuti selain Jalan kaum Mukminin, Allah menguasakannya kepada siapa yang dlkehendakl-Nya, memasukkannya ke dalam neraka Jahannam, dan neraka Jahannam adalah tempat kembali yang paling buruk." Imam Malik berkata, "Aku tertarik kepada Umar bin Abdul Aztz ketika la mewajibkan neraka bagi orang yang menentang Sunnah." Tentang ucapan Umar bin Abdul Aziz, "Merupakan bentuk kekuatan terhadap agama Allah,". Imam Malik menambahkan, "Siapa pun orangnya tidak berhak merubah Sunnah-Sunnah tersebut, atau menggantinya, atau menentang sedikit pun daripadanya." 12. WASIAT AHMAD BIN HANBAL TENTANG MENDIAMKAN PELAKU BID'AH Abu Ali Hanbal bin lshaq bin Hanbal berkata, bahwa seseorang menulis surat kepada Abu Abdiilah (Imam Ahmad) Rahimahuttah. Dalam suratnya, orang tersebut meminta Imam Ahmad menulis buku tentang penolakannya terhadap para pelaku bkfah, dan hadir di forum orang-orang filsafat kemudian mendebat mereka dan memberikan hujjah-hujjahnya kepada mereka. Lalu Imam Ahmad menulis surat kepada orang tersebut, "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Semoga Allah memberi balasan yang baik kepadamu dan menjauhkan darimu apa saja yang tidak mengenakkan dan membahayakan! Sesungguhnya apa yang kita dengar, dan yang kita ketahui dari para ulama bahwa mereka tidak suka banyak bicara dan duduk dengan orang-orang sesat. Sesinggiiinya segala persoalan itu harus diserahkan kepada Kitabullah atau Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan bukan duduk dengan orang-orang ahli btd'ah dan sesat, agar engkau bisa mengcounter mereka, karena mereka membuat kerancuan kepadamu. Jadi keselamatan -Insya Allah- Ialah dengan meninggalkan majlls-majlls mereka dan tidak larut dalam btd'ah dan kesesatan mereka. Hendaklah setiap orang bertakwa kepada Allah, dan mengerjakan sesuatu yang bermanfaat baginya kelak, yaitu amal shalih yang ia persembahkan mtuk dirinya sendiri. Jangan la termasuk orang pembuat b1d"ah. Was Salaamu ala*a." Saya katakan, bahwa banyak sekail di antara ucapan-ucapan para Imam-imam salaf yang mtlp dengan ucapan orang Jujur kedua, ulama Rabbanl, Imam Ahlus Sunnah, dan pembela Islam pada hari-hari ujian, Ahmad bin Hanbal Asy-Syaibani. Ucapan-ucapan di atas lengkap dengan sanadnya diangkun Syaikh, Imam, Al- Allamah Al-Hummam Abu Abdullah Ubatdllah bin Muhammad bin Baththah Al- Ukbarl dalam bukunya yang bermutu yang berjudul At-lbanatu 'an Syartacl Al- Firaati An-Uaajiyati wa Mu-jaanabati At-Firaaqi At-Madzmumati jilid II hal. 429-483. Bacalah buku tersebut, karena ia bermutu. Sebagai contoh, cukuplah bagi Anda apa yang ditulis Al-Hummam Abu Abdullah Ubaidillah pada buku-nya jilid II hal. 429 seperti berikut, " Aku telah menjelaskan kepadamu wahai saudara-ku -semoga Allah menjagaku dan menjagamu dari terkena fitnah, dan mellndunglku dan melindungimu dari cobaan- bahwa yang mendatangkan kematian ke dalam hati, dan memunculkan keragu-raguan ke dalam hati setelah sebeliannya yakin Ialah studi, dan banyak bertanya tentang hal-hal yang tidak terbebas dari fitnah. Sesungguhnya yang membuat hati sakit setelah sebelumnya sehat dan mencabut pahala sehat daripadanya tidak lawi adalah berteman dengan orang yang menjiu dan berteman dengannya menjerumuskan orang ke dalam neraka pada Hari Kiamat. Adapun studi dan banyak bertanya, maka telah saya Jelaskan. Jika engkau mendengarkan keteranganku tersebut dengan serius -dengan petunjuk Allah-, keterangan tersebut bermanfaat bagimu. Engkau mendapatkan kepuasan di dalamnya dan merasa cukup dengannya. Adapun pergaulan, maka akan saya bacakan kepadamu. Jika engkau berpegang teguh kepadanya, maka bermanfaat bagimu. J*a engkau ingin bergaul dengan Allah, maka semoga Allah memberi hidayah kepadamu." Setelah Itu, Syafih Al-Humam Abu Abdullah mengetengahkan ayat-ayat, hadits-hadits, dan atsar-atsar. la mengemukakannya dengan kata-kata yang mengisyaratkan kecerdasannya, dan larangan menjauhi majlis-majlis pelaku bidah dan pengekor hawa nafsu, serta bahwa orang-orang yang melakukan Itu semua berada dalam tepi fitnah, kendati mereka mengklaim tidak sama dengan mereka. Kita berlindung diri kepada Allah dan su'ul khatimah. Contohnya Ialah ucapan Syalkh Al-Humam Abu Abdullah pada bukunya Jlld II hal. 470 seperti berikut, "Demi Allah, wahai kaum Muslimin, janganlah dugaan baik salah seorang dari kalian terhadap dirinya, dan pengetahuannya akan kebenaran madzhabnya membuatnya mempertaruhkan agamanya dengan duduk bersama sebagian pengekor hawa nafsu dengan berkata, 'Aku masuk kepadanya dengan maksud mendebatnya atau mengeluarkannya dari madzhabnya.' Karena sesungguhnya mereka lebih besar fitnahnya daripada fitnah Dajjal, ucapan mereka lebih lengket daripada kaos kaki dengan kaki, dan mereka lebih membakar hati daripada kobaran api yang menyala-nyala. Sungguh, aku pernah melihat sekelompok orang mengecam mereka dan duduk bersama mereka dalam rangka mengcounter pemikiran mereka. Mereka merahasiakan makarnya, dan menghaluskan kekafirannya hingga akhirnya kekafiran mereka pindah kepada sekelompok orang tersebut." Saya katakan, bahwa Syalkh Al-Humam Abu Abdullah benar ucapannya, karena hal tersebut kita lihat dengan mata kepala ktta. Banyak sekail muncul aliran yang mengklaim meniru manhaj generasi salaf, padahal mereka tidak meniru manhaj generasi salaf, namun karena alasanalasan tertentu yang sengaja dirahasiakan. Mereka bergaul dengan pengekor hawa nafsu dengan slogan Ingin mendebat mereka, dan membongkar kedok mereka. Sayang-nya, mereka tidak menoleh kepada pendapat-pendapat generasi salaf yang ahli tentang para pengekor hawa nafsu tersebut, dan telah menguji madzhab-madzhab mereka yang salah, serta memperingatkan bahaya fitnah yang penuh petaka Ini. Al-Humam Abu Abdullah berkata di bukunya Jlld II, hal 482, "Semoga Allah merahmatl para Imam sebelum kita dan guru-guru yang telah meninggalkan kita. Sungguh mereka telah memberi nasihat kepada kita. Semoga Allah mengunpulkan kita dan mereka bersama para Nabi, orangorang yang Jujur, para syuhada', dan orang-orang shallh, karena mereka adalah sebalt-balk teman. Semoga Allah tidak menjadikan kita termasuk imam-imam yang menyesatkan, dan salah seorang dari ummat yang menentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, memerangi beliau, mencela Sunnahnya, mencaci maki sahabat-sahabatnya, dan mengajak manusia kepada penipuan dan kesesatan." Saya katakan, "Semoga Allah merahmatl para Imam generasi salafush shallh yang lebih dahulu beriman dan berilmu daripada kita. Sungguh mereka telah menasihati kita dan mereka benar dalam nasihatnya, karena pemandu itu tidak akan membohongi pengikut-pengikut-nya. Permasalahan Ini tidak akan terjadi seperti yang kita Itiat sekarang seandalnya manusia mencontoh generasi salaf. Namun mereka bicara banyak sebelum mereka diisi Imu, dan memaksa tampil sebelum matang. Mereka memaksa sampai pada tujuan tertentu padahal mereka belum layak sampai kepadanya. Mereka tidur dari Ilmu dan tidak bangun-bangun. Mereka mengendali kendaraan keba*an untuk mengejar keburukan, dan membangun rumah di mata air ilmu. Dengan caracara seperti itu, mereka ingin dihormati. Ya Allah, kami adukan kepada-Mu buti yang ada di dalam Ilmu-Imu syarM ini. Al-Allamah Abu Qastn Al-Lalakal berkata dalam bukunya yang berjudul Syarhu Ushull t'tiqaadl Ahli As-Sunnati wa At-Jamaati Jilid I hal 17-20, "Generasi demi generasi telah berlalu hingga zaman memberikan pukulanpukulannya dan menampakkan peristiwa-peristiwa yang dimilikinya. Mmcullan kaum yang mengklaim bahwa mereka merupakan generasi pengganti generasi sebelumnya, dan bahwa mereka lebih banyak karyanya daripada generasi sebelumnya. Mereka Juga mengakui lebih hebat dalam mengungkap fakta-fakta ilmiah, lebih tepat penjelasannya, lebih bait hasl penyelidikannya, bahwa generasi-generasi terdahulu tidak mengadakan penelitian karena ketidakmampuan mereka, mereka menolak berdialog dengan para pengekor hawa nafsu karena Ilmunya sedMt, dan bahwa membela madzhab Itu dengan mendebat orang-orang sesat tersebut. Itulah yang terjadi hingga mereka merubah kebaikan menjadi keburukan, usang menjadi baru, dan berpaling dari ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang dibawa dari Allah, Allah mewajfckan manusia berdakwah kepadanya, dan Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepada mereka dengan memberi hidayah kepada mereka. Allah befirman. 'Dan Ingatlah nikmat Allah pada kalian, dan apa yang telah diturunkan Allah kepada kalian yaitu Al Kitab (Al Qufan) dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepada kation dengan apa yang diturunkan-Nya itu. ' (Al-Baqarah: 231). Pada ayat di atas, Allah Azza wa Jalla mengingatkan hamba-hamba-Nya dengan Kltab-Nya dan menghimbau mereka mengikuti Sunnah Rasul-Nya. Allah Ta 'ala beflrman pada ayat yang lain, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik. "(An-Nahl: 125). Bukannya dengan mendebat dan memusuhinya. Mereka berpaling dari hikmah dan pelajaran yang baik, beralih kepada selain keduanya, menempuh Jalan orang-orang sesat, tenggelam bersama orangorang yang rusak, masuk dalam medan orang-orang bingung, dan menciptakan dalil-dalil yang bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah. Kemudian mereka menjadikan dalil-dalil tersebut sebagal agama dan keyakinan setelah sebelumnya dalil-dall tersebut menjadi dall-dalll permusuhan. Mereka menyesatkan kaum Muslimin yang tidak seakidah seperti mereka, menamakan diri mereka sebagai Ahlus Sunnah wa Al-Jamaah, serta menamakan kelompok lainnya sebagal kelompok bodoh dan tolol. Kemudian mereka dlcounter oleh orang yang tidak mempunyai secuil pengetahuan terhadap Sunnah, tidak berusaha mempelajarinya karena la mendapatkan kesulitan di dalamnya, lebih senang santai, dan membatasi diri hanya pada namanya saja karena mengejar jabatan, dan ingin namanya terkenal di kalangan orang-orang awam, dan berambisi Ingin menjadi Imam Ahlus Sunnah. Tidak, sesungguhnya persoalannya tidak spertl yang la duga dan terlintas dalam benaknya, karena Ahlus Sunnah sedikit pun tidak tertarik mengikuti jalan hidup mereka, kendati mereka ditelati dengan gergaji, dan tidak ingin menentang seorang pun dengan ucapan yang dihiasi dengan kebohongan. Kita memohon Allah menjaga kita dari fitnah, menjadton kita komitmen kepada Islam, dan Sunnah, dan melindungi kita dengan keduanya karena karunia Nya, dan rahmat-Nya."